LIVE WITH MY KETOS 04& 05

335K 19.4K 266
                                    

Alvaro  dan keempat sahabatnya kini tengah berada di dalam Ruang OSIS yang sudah mereka desain seperti sebuah kamar. Ada kasur, sofa, televisi bahkan kulkas. Mereka memang sering menghabiskan waktu dan beristirahat di sana. Bisa di bilang, ruang OSIS merupakan rumah kedua bagi mereka.

“Lo nggak samperin tu cewek ke UKS?” Tanya Alen kepada Alvaro yang tengah sibuk bermain game di ponselnya.

Alvaro mengerutkan keningnya. “Siapa?”

“Gabriella," jawab Alen singkat.

“Buat apa?” Balas Alvaro.

“Lah, kan lo yang bikin kakinya luka,” ucap Reyhan yang tengah bermain play station bersama Arthur.

“Gue nggak sengaja,” balas Alvaro santai. Cowok itu tidak sengaja mendorong Gabriella hingga jatuh tersungkur di tengah lapangan. Jadi bukan salahnya kan?

“Walaupun nggak sengaja, tapi tetep aja lo salah Al,” ucap Arthur membuka suara.

“Nggak peduli juga,” balas Alvaro cuek.

“Lo harus peduli Alvaro Aldebaran. Mending sekarang lo pergi ke UKS buat lihat kondisi tu cewek,” ucap Reyhan.

“Males,” balas Alvaro.

“Senggaknya lo minta maaf Al. Bilang kalo lo nggak sengaja ngedorong dia,” ucap Alen sok bijak.

“Nggak Mau,” balas Alvaro.

“Fix! Lo harus di paksa!”

--Live With My Ketos--

“Sakit banget..”

Sejak kejadian di lapangan tadi, Gabriella memilih untuk tetap berada di UKS. Ketiga sahabatnya  sudah masuk ke dalam kelas karena ada ujian dadakan pelajaran sejarah. Ya, setidaknya cewek itu bisa terbebas dari ujian itu. Gabriella memang tidak menyukai pelajaran sejarah. Karena menurutnya, masa lalu itu untuk dilupakan bukan untuk di ingat.

“Shh..” Gabriella meringis menahan sakit. Cewek itu kembali menunduk dan melihat lukanya yang sudah di perban. “Sakit...”

“Nggak usah pura-pura sakit.”

Suara dingin seseorang masuk ke dalam pendengaran Gabriella. Dia adalah Alvaro. Ya, cowok itu berada di sini setelah tadi di paksa mati-matian oleh keempat sahabat lucknut nya itu. Butuh waktu berjam-jam untuk memaksa seorang Alvaro Aldebaran. Dan itu tidak mudah.

Gabriella menatap Alvaro tajam. “Ngapain lo di sini?”

-TBC-

LIVE WITH MY KETOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang