0

11 3 2
                                        

Kabut tebal menyelimuti dalam keheningan yang dalam. Menjadi tabir dari pagi yang sunyi nan gelap.

Mentari mengintip dari balik awan, bersembunyi dari pandangan siapapun. Enggan menampakkan diri.

Begitu sunyi. Begitu tenang. Dalam diam.

Hingga akhirnya burung gagak yang sekelam malam bersahut-sahutan, bangkit dari bungkam. Ranting pohon bergeming diterpa angin. Daun-daun kering berterbangan.

Salju mulai turun dengan perlahan, tapi pasti. Turun dengan cepat, hingga akhirnya menyentuh bumi, menyusul yang lain.

Dimana sepasang mata mengintip dari balik jendela. Membuka pintu balkonnya, membuat manusia salju.

Tertawa-tawa, menyeka butiran es yang mendarat di pipinya. Menikmati momen terbahagia dalam hidupnya.

Dimana semuanya terlihat indah lalu..

PLoP.

***

Aku menggeliat malas dibalik selimutku.
Hari sabtu pagi ini gerimis, membuat membuat malas untuk bergerak. Persetan ada tugas-tugas dan agenda sekolah yang harus diselesaikan.

Toh lagian kedua orangtuaku masih tidur. Jam menunjukkan pukul 7.00.
Dah lah, bolos aja.

Aku membuka pintu kamar. Masih gelap. Kuambil jaketku yang tersampir di kursi belajarku, memakainya.

Berjingkat-jingkat menuruni tangga, lantas mengambil kunci diatas meja makan, membuka pintu rumah, menguncinya kembali, lantas menghela nafas lega akhirnya berhasil melarikan diri, secara rahasia.

Aku berjalan melewati rumah tetangga, lantas menuju gerbang perumahan yang disampingnya ada pohon yang katanya ada penunggunya.

Tapi toh, selama ini baik-baik saja. Hanya rumor.

Lantas menyeberang jalan di depan perumahanku, ke sebuah taksi yang telah kupesan sebelumnya.

"Sesuai aplikasi ya mas,"

Si driver mengangguk.

Aku menyandarkan diri. Lantas mengambil HP dari saku. Menyeka air hujan yang membasahi pelipis.

Aku membuka aplikasi whatsapp. Ada pesan baru.

Sohib ter💩 : woe km kpn sampe katanya kemarin mau kesini juga buat bolos bareng yang lainnya?
woe
woe
woe
kacang.
Read.

Me: lagian ak jg lg otw kok. Klo dia sih, aku bodoamat.
Aku jg males toh tu kerja kelompok g wajib.

Sohib ter💩: habisnya udh pegel nungguin km disini ehehe.
Cpt sampe y bos.

Me: Iya, tunggu.

Aku membenarkan jaketku, sementara taksi yang kutumpangi semakin dekat dengan gerbang sebuah taman.

"Terimakasih mas," kataku sambil berlari kecil untuk yang berjajar di dekat pintu masuk.

Aku bergegas masuk ke dalam area taman, melihat jam yang tergantung di pos satpam.

07.45

Sial. Waktunya mepet.

Ketika aku benar-benar buru-buru melewati jalan setapak yang membelah area yang sedikit menghutan, seseorang menyikutku.

"HEH, kamu juga telat ya?"
Ternyata sahabat laknatku, Flo.

"KAGET WOE !" Aku melotot.

"Ya mangap, cepetan heh udah mau mulai tuh!"

"YAUDAH AYO LARI!"

Dan kami melesat menuju rumah pohon, tempat tujuan kami, menghindari gerimis yang lama-kelamaan makin menderas.

***

Dan begitulah secuil dan awalan untuk kisah ini.

Oh ya, dan omong-omong, hai. Namaku Hening, kelas 10. Dan kehidupanku sedikit gila.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 19, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HeningWhere stories live. Discover now