O1 ⛓ That Sweet Girl

18.8K 2.6K 1.8K
                                                  

Jam berapa kamu baca ini?

——————————————————

01. That Sweet Girl

Pagi itu Kina baru saja keluar dari kamar, sudah lengkap dengan pakaian andalannya yang serba tertutup

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi itu Kina baru saja keluar dari kamar, sudah lengkap dengan pakaian andalannya yang serba tertutup. Rambut panjangnya ia biarkan tergerai indah.

Sambil menuruni anak tangga, Kina menebar senyuman padahal ia tak melihat ada manusia selain dirinya. Keluarganya berkumpul di ruang makan, tinggal Kina yang belum.

Kedatangan Kina disambut begitu hangat oleh ibu, ayah dan kakak. Ia menempatkan diri di kursi kosong yang tersedia, dengan hidangan sehat di hadapannya.

"Hey, Beautiful." Stanley menyapa anak bungsunya dengan senyum lebar.

"Hello, Daddy." Kina membalas.

Semuanya memandang Kina penuh sayang. Pancaran mata mereka tak bisa berbohong akan hal tersebut. Memang, Kina sangat dicintai oleh keluarganya. Mereka selalu ingin Kina merasa aman dan terlindungi dari bahaya-bahaya di luar sana yang berpotensi menyerang gadis mereka.

"Ngampus bareng gue, ya," ucap Kizen, membuat Kina menoleh.

Kina berpikir sejenak sebelum menjawab. "Tapi anter aku sampe ke kelas ya, jangan ninggalin di tempat parkir."

Kizen tertawa renyah mengingat kejadian yang terjadi tiga hari lalu ketika dirinya terburu-buru sampai tak sengaja meninggalkan sang adik sendirian di parkiran. Karena itu, Kina ngambek dan tidak mau pergi ke kampus bersama Kizen lagi.

Ia menjawab Kina, "Iya, enggak ninggalin lagi."

"Janji?" Kina menyodorkan kelingking kanannya.

Kizen terkekeh kecil. "Janji."

Maka, kelingking Kizen bertautan dengan kelingking Kina yang keras. Cowok itu menatap tangan Kina yang dilindungi gloves putih, dan Kina sadar akan tatapan itu.

Kina menyudahi pinky promise mereka lalu menyeletuk, "Kenapa ngeliatin tangan aku? Mau aku gebuk?"

Stanley dan Liana menahan tawa. Kizen segera menolak, "No, thanks."

Bayangkan bagaimana rasanya dipukul Kina dengan menggunakan tangan kanannya. Pasti sakit....

"Oh iya." Kina menggantung ucapannya, seraya ia berhenti memainkan sendok untuk beberapa sekon.

Ia melirik Kizen yang duduk bersebelahan dengannya. Di hadapan mereka ada Stanley dan Liana yang ikut terdiam. Kizen yang sedang mengunyah itu menunggu Kina mengucapkan sesuatu.

"Maaf aku kebanyakan ngomong padahal kita lagi sarapan," ucap Kina dan tiga orang lainnya memaklumi.

"Kizen," panggil Kina.

PRINSAT Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang