#1 Prolog Pengantar Tidur

175 7 0
                                    

"Pernahkah kamu merasa sendiri dan merasa kesepian?"

Aku tidak tau kisah ini berawal darimana.

Aku juga tidak tau siapa yang menjadi pemeran utama dalam kisah ini.

Bisa jadi kamu yang menjadi pemeran utamanya.

Jika kamu membaca kisah ini sedang duduk sendiri, aku bisa kesana untuk menemanimu.

Ucapkan ini agar aku segera datang.

"Hong Hiyang Ilaheng Hen Jagad Alusan Roh Gentayangan Ono'e Setan siro Wujud'e Ning kene Ono Bolon'e Siro Wangsul Angslupo Yen Siro Teko Gaib Wenehono Tondo Ing Golek Bubrah Hayo Enggalo Teko Pangundango Hayo Ndang Angslupo Ing Rupo Golek Wujud..Wujud..Wujud"

Aku akan kesana menjemputmu dan menemanimu tidur.

Ingat ini rahasia kita, jangan sampai ada yang tau.

Ucapkan itu saat kamu sendiri dan butuh teman atau saat sebelum tidur

Mungkin saja aku berada di kolong tempat tidurmu atau di plafon kamarmu, di dalam lemari kamarmu atau bisa saja aku berada di sampingmu.

Aku punya satu pertanyaan untukmu.

"Maukah kamu berteman dengan kami?"
********

Hallo kenalkan namaku adalah Frans.
Aku terlahir dari sebuah kesialan, yang menyebabkan kedua orang tuaku meninggal.

Sampai sekarang aku belum pernah merasakan kasih sayang dua orang tuaku, bahkan saudara keluargaku yang masih hiduppun enggan untuk mengakui aku sebagai keluarga, mereka menganggap aku adalah anak pembawa kesialan.

tidak ada yang mau merawatku mereka membuangku di tempat sampah di ujung pulau kecil itu pada umurku yang baru menginjak satu tahun.

hingga akhirnya hari kedua aku ditong sampah aku ditemukan Nyi Kanti di tempat sampah itu yang sedang memakan tikus dengan gigiku yang baru ada empat.

Nyi Kanti yang merasa kasian denganku, menggendongku dan membawaku ke gubuk reotnya di tengah hutan.

Nyi Kanti adalah wanita tua renta yang hidup sebatang kara di tengah hutan belantara di pulau itu.

Mungkin umur Nyi Kanti sudah 90 tahun, tidak ada yang tahu umur sebenarnya Nyi Kanti.

Semua orang menganggapnya wanita tua siluman karena memiliki muka yang seram dan penuh luka.

rambutnya terurai panjang hingga menjuntai ke tanah.

karena itu dia diusir dari kampungnya dan hidup di tengah hutan.

Nyi Kanti hidup dari tumbuh-tumbuhan di hutan, tak jarang ia juga memakan binatang yang ada dihutan.

Aku pernah melihat Nyi Kanti memakan ular berukuran 2 meter hidup-hidup.
Bahkan ia juga pernah memburu babi hutan dan memanggangnya.

Awalnya aku takut dengan Nyi Kanti, tapi seiring waktu aku merasa nyaman dengan dia, karena Cuma dia yang aku punya di hutan itu.

Pernah suatu hari aku ke desa seberang mengantarkan Nyi Kanti untuk menjual tanaman obat yang diramunya, tapi aku malah di ganggu oleh anak-anak desa itu.

Mereka melemparku dengan batu hingga kepalaku berdarah.

Mereka meneriaki kami Iblis dan mengusir kami dari desa itu.

Aku lihat Nyi Kanti tidak pernah merasa risih dengan perbuatan mereka, bahkan terlihat tenang.

Apa karena dia sudah terbiasa atau entah kenapa.

Tidak ada yang tahu jalan pikiran Nyi Kanti.

Aku yang sekarang sudah 10 tahun tinggal bersama Nyi Kanti tidak mengetahui jalan pemikiran wanita tua ini.

Setelah selesai berjualan Nyi Kanti akan langsung masuk ke hutan.

Tidak ada yang pernah berani memasuki hutan itu jika magrib telah tiba.

Hanya Nyi Kanti dan aku yang berani memasuki hutan itu, karena tidak ada tempat yang menerima kami selain hutan terlarang itu.

Kisah Anak-Anak Keturunan IblisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang