6

1.6K 146 25
                                              


Bagaikan memainkan rumah rumahan di kehidupan nyata aku dan Sergio berperan dengan sangat baik, mungkin kami bisa memenangkan Grammy Award nominasi pemeran orang tua pengganti terbaik.

Kami. Aku, Sergio, dan Jean tidur didalam kamarku di ranjang yang sama. Aku dan Sergio berganti gantian bangun untuk mendiamkan Jean yang sering menangis ditengah malam entah itu karena dia haus atau karena popoknya yang penuh.

Oh ya perlu kalian ingat urusan popok yang penuh kuserahkan kepada Sergio, aku benar benar tidak sanggup mengurus kotoran bayi yang membuat aku tidak berselera menelan apapun selain air!

Sergio mulai membiasakan dirinya bersama Jean, bisa dibilang Jean sekarang lebih akrab dengan Sergio dibandingkan aku. Bayi Jessica itu benar benar punya selera yang bagus soal cowok dan aku juga tidak keberatan jika Jean memilih berada didalam gendongan Sergio seharian, itu artinya waktu bersantaiku lebih banyak. Namun malam ini kesialan seperti sedang mengetuk ketenanganku, Sergio Mckenzie harus mengurus resortnya semalaman penuh dan tidak dapat pulang ke rumah.

Hell, aku harus mengurus Jean seorang diri!

"jaga anak kita baik baik" kata Sergio sambil mengerling nakal.

Aku gugup namun aku berusaha mengendalikan diri untuk tidak merona karena pesonanya. Untuk yang kesekian kalinya aku melirik pria itu dengan tajam,"apa kau pikir kau sedang bermain rumah rumahan bersamaku?"

Yah sialan Green, kalian memang sedang bermain rumah rumahan dan jangan sampai kau lupa bahwa ini hanyalah sementara!

Dia tergelak. Aku langsung memalingkan wajahku untuk menolak keseksiannya yang berada di level teratas saat dia tertawa lepas seperti itu.

"Ok, Green! Ok! Aku pergi dulu. Omong omong aku serius soal aku tidak pulang malam ini" ucapnya.

Aku menghembuskan nafas berat dan berkata,"baiklah, pergi saja apa perduliku!"

Sergio mencibir lalu melangkah meninggalkan kamar dengan wajah jengkel. Belakangan hari ini dia sibuk mengurus hotel hotelnya yang ada di Seattle namun baru hari ini Sergio tidak pulang. Mungkin pekerjaan hanyalah alasannya saja, bisa jadi pria itu menginap dirumah wanita yang bisa dia tiduri.

Oh, apa aku kedengaran seperti seorang istri yang sedang cemburu?

Sialan.

Suara mobil Christian yang dikendarai oleh Sergio terdengar semakin jauh, Sergio sudah pergi dan aku merasa kesal entah karena harus menjaga Jean seorang diri atau karena Sergio yang tidak ada di ranjangku malam ini.

Hell. Tentu saja karena aku yang harus menjaga Jean seorang diri!

Satu ranjang bersama Sergio Mckenzie cukup untuk menyegarkan mataku. Dia tampan saat tertidur, seperti bayi besar yang imut!

Oh berpikir apa aku ini!

Malam semakin larut dan tanpa aku sadari Jean sudah tertidur didalam gendonganku, akupun naik ke lantai atas menuju ke kamar kami dan meletakkan Jean dengan perlahan di ranjang.

Tanganku terasa kram!

3 hari lagi Jess dan Christian kembali dari bulan madu sialan mereka. Aku sudah menyiapkan daftar petualanganku secara terperinci, seperti kota mana saja yang ingin kukunjungi dan berapa lama aku berada disana. Pokoknya aku harus puas! Setelah Jess pulang aku akan langsung terbang. Soal perceraianku dengan Charlie besok adalah sidangnya, sebenarnya aku enggan melihat wajah mantan suami sialanku itu lagi! Tapi apa boleh buat.

Aku berjalan menuju ke koperku untuk memeriksa kembali berkas berkas yang diperlukan untuk penerbanganku. Aku bersyukur karena aku termasuk orang yang teliti soal menjaga dan menyimpan barangku secara teratur jika saja tidak maka sulit dibayangkan aku harus kembali ke mansion Franklin sialan itu untuk mengambil barangku yang tertinggal.

Brides Fail {Memory from seattle 4} |Completed√|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang