5

1.7K 149 5
                                                  

Menjaga Jean Mckenzie tidaklah semudah yang aku kira. Bayi itu selalu berusaha menunjukkan eksistensinya dirumah ini, ia tidak berhenti membuat keributan dan sialan Sergio Mckenzie, pamannya yang tercinta, sama sekali tidak membantu!

Disaat Jean menangis Sergio justru menyuruhnya diam seperti bayi itu mengerti saja apa yang ia katakan, aku harus mengadukan hal ini saat Jess pulang nanti.

Lihat saja!

Aku juga bingung ada apa dengan Jean? Aku menyayanginya dan dia tidak pernah bersikap menyebalkan saat Jess ada bersamanya. Apa mungkin ia merindukan ibunya yang sedang sibuk berbulan madu?

"Demi tuhan Green, dimana susunya kenapa kau lama sekali!",jerit Sergio dari ruang keluarga. Aku menutup tutup dot lalu berlari terburu buru menghampiri Sergio yang berusaha menenangkan Jean yang terus saja menangis.

Saat sudah sampai aku langsung mengarahkan dot itu kemulut Jean dan bayi mungil itu langsung menghisapnya dengan rakus.

"Dia kelaparan",bisik Sergio, aku mengangguk setuju,"padahal dia baru saja minum susu tiga puluh menit yang lalu"

"Ini hal yang wajar, asi lebih mengenyangkan daripada susu formula",kataku.

Sergio menganggguk paham sambil memperhatikan wajah Jean dengan penuh rasa penasaran, aku tidak tahu apa yang ada didalam otaknya, mungkin saja dia sedang memperhatikan kecepatan Jean menghabiskan susunya.

"Bisakah kita duduk, kakiku pegal",kataku.

Sergio mengangguk lalu kami berjalan perlahan menuju ke sofa dan duduk disana dengan hati hati agar Jean tidak kembali terbangun.

"Dia tidur namun mulutnya tkdak pernah berhenti menghisap",Kata Sergi dengan geli.

Aku ikut tertawa,"Semua bayi seperti itu, Sergio",kataku.

"Kau punya bayi? ",tanya tiba tiba.

Tubuhku menegang kaku, Sergio menatapku dan aku memalingkan wajahku melihat Jean yang mulai melepaskan dot dari mulutnya yang kecil.

"Tidak",sahutku,"maksudku... Aku dan Charlie berpikir untuk tidak memiliki anak dalam tahun ini",lanjutku.

Sergio mengangguk namun ia tidak berhenti bertanya,"Kenapa kalian berpikir seperti itu? "

Aku mengangkat kedua bahuku,"entahlah,aku hanya menurutinya saja"

Ya kalau dipikir pikir kenapa Charlie tidak menginginkan anak dalam waktu dekat? Apa dia tidak mengharapkan anak dariku karena aku hanya dia anggap sebagai Anne palsunya?

Sialan.

Aku membuang Charlie dari pikiranku dan mengalihkan pembicaraan,"Dia sudah tidur, sini biar kubawa Jean kekamar"

Sergio mengangguk dan menyerahkan Jean kedalam gendonganku dengan hati hati lalu ia mengecup pipi keponakannya yang cantik itu,"Tidur yang nyenyak, Princess"

Sergio tampak menakjubkan disaat saat seperti ini, wajahnya yang berseri seri dan matanya yang penuh kasih sayang saat menatap Jean membuat aku kagum.

Dia sempurna untuk berkeluarga tapi kenapa teman temanku menyebutnya sebagai bajingan? Sergio rasanya tidak pantas di sebut seperti itu.

Oke, jangan menilai tanpa tahu apapun Green!

***

Kupikir melakukan panggilan video bersama Jess adalah ide yang sempurna agar Jean dapat berhenti rewel namun ide yang sempurna itu berubah menjadi ide yang paling buruk ketika Jean semakin menjerit.

"Sayang.. Jean... Jangan menangis, Mom akan segera pulang"

Aku menyerahkan ponselku kepada Sergio lalu menimang-nimang Jean didalam gendonganku sampai dia kembali tenang.

Brides Fail {Memory from seattle 4} |Completed√|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang