4

1.6K 154 4
                                                  

Seattle, Washington, Amerika Serikat.

Setelah pulang dari Havana aku kembali ke Penthouse yang penuh dengan kebosanan disetiap sudutnya. Yang kulakukan setiap hari adalah -melakukan apa yang harus kulakukan- seperti mencuci, memasak, menjemur, menyetrika, membersihkan rumah, dan lain sebagainya. Tidak bukannya aku tidak sanggup untuk membayar seseorang seperti Bryanna dan Edward yang siap melayaniku kapan pun dan dimana pun. Aku masih punya banyak uang hasil kerja keras Franklin ditabunganku namun aku harus mengontrol keuanganku dan kembali menjadi wanita mandiri seperti sebelumnya.

Omong omong soal Franklin si bajingan itu, kami akan melakukan sidang perceraian sebentar lagi. Dan berita mengenai perceraian seorang pengusaha berlian menyebar luas belum lagi kemunculan Anne yang selalu menempel seperti ubur ubur disamping Charlie, alhasil wanita itu menerima hujatan karena telah menjadi penyebab perceraian kami.

Aku senang, namun aku tidak terlalu perduli.

Aku menyalakan televisi lalu duduk disofa bersama popcornku yang masih hangat. Aku mencari film yang cukup menghilangkan rasa bosanku yang sudah berada di stadium 4 ini. Sebuah stasiun televisi yang menampilkan keseruan keluarga Kadarsian, The Kadarshians, setidaknya ini cukup menghibur. Disana ada Kim, Khloe, dan Kourtney dengan bikini mereka sambil menikmati matahari di pinggir pantai tanpa takut dengan sunburn.

Mereka punya tubuh yang wow namun aku bukan seorang lesbian yang tertarik dengan tubuh sexy mereka, aku lebih fokus pada backgroundnya. Mereka berada di Fokos Beach, Mykonos, Yunani. Salah satu poster pantai yang ada di dinding apartemen kumuhku semasa kuliah dulu. Sekarang aku baru mengingatnya, aku pernah membuat daftar list tempat tempat liburan yang ingin kukunjungi saat aku sudah memiliki uang yang cukup suatu saat nanti, dan inilah saatnya!

Tabunganku juga sangat gendut dan aku harus membuatnya kembali langsing, setelah perceraian dengan Franklin beres aku akan mengurus kepergianku, mungkin aku akan menjadi wanita bohemian.

Masa bodo dengan masa depanku, yang kuinginkan hanyalah hidup membaur dengan alam. Jauh dari pria pria yang berpotensi membuat aku kembali patah hati.

Aku terkesiap saat ponsel yang kuletakkan diatas meja berdering.

Jessica Calling...

aku mengerang kesal sambil meletakkan popcornku dan mengangkat panggilan itu,"ya, Jess",sapaku dengan malas.

"hei kau sedang apa? ",tanyanya.

"kau tahu aku sedang apa",kataku.

Jess tertawa diseberang sana lalu berkata,"oh well biar kutebak, kau sedang duduk di sofa sambil menonton acara telivisi dengan popcorn? "

"Yups!"

"Dasar bodoh! Datanglah kerumahku, aku dan Christian akan memasak makanan laut kami baru saja pulang dari pasar pike dan mendapatkan salmon yang besar",kata Jess.

"Makanan laut tidak akan berhasil, kalian akan terus saling mencium sampai salmonnya kembali hidup!",cetusku. Jess tertawa lepas seperti aku sedang melemparkan lelucon yang sangat lucu padahal aku benar benar merasa kesal disini jika mengingat keromantisannya bersama Christian.

"Datangah Green, aku berjanji yang kau takutkan tidak akan terjadi. Lagi pula disini ada Sergio, Christian tidak suka menciumku didepan pria lain",kata Jess mencoba meyakinkanku.

Namun aku tahu apa yang dikatakannya adalah omong kosong, hell bibir Jess dan Chris terus menyatu saat kami berkumpul di pernikahannya Bianca, ingat?

Tapi aku akan tetap datang untuk menghilangkan kebosanan ini lagi pula disana ada Sergio mungkin kami bisa mengobrol dan aku akan mengabaikan Jess yang terus menerus menempel pada suaminya.

Brides Fail {Memory from seattle 4} |Completed√|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang