#1 Awal Cerita Bermula

678 21 4
                                    

Teng...

Tengg..

Tengg...

Sudah 3x alarm berbunyi, tetapi gadis yang berada di atas tempat tidur itu tak beranjak dari tempat tidurnya yang nyaman.

"Kia... Kia bangun nak"

"Kia, ayok berangkat sekolah"

Belaian lembut neneknya tak membuat gadis itu bangun meninggalkan tempat tidurnya.

"Hari ini kan pembagian raport, kamu tidak penasaran dengan nilaimu?," ujar nenek kia

"iya nek," ujar gadis yang mempunyai rambut sepunggung itu yang terlihat malas menuju kamar mandi.

Pagi itu begitu cerah dengan angin sepoi-sepoi dan langit biru ditemani awan putih yang lembut.

Sudah dua tahun Kia tinggal bersama neneknya.

Sejak orang tuanya pisah Kia lebih memilih tinggal bersama nenek di tempat yang jaraknya cukup jauh dari orang tuanya.

Orang tua Kia telah berpisah 3 tahun lalu. Kia yang tidak ingin mengingat massa lalunya ketika orang tuanya harus pisah memilih hidup bersama neneknya.

Neneknya adalah pengusaha yang sukses di pinggiran kota Jakarta itu, selain itu nenek Kia mempunyai sawah dan kebun yang cukup luas, hampir 1/3 luas tanah yang ada dipinggiran kota itu.

Saat pagi, air di pinggiran kota itu akan terasa sangat dingin seperti es yang baru keluar dari lemari pendingin, inilah yang menyebabkan Kia malas untuk beranjak ke kamar mandi.

Air yang dingin itu membuat tubuh gadis itu menggigil ketika air itu membasahi tubuhnya.

"dingin banget," gerutu Kia.

*********
"Ayokk kia cepetan, nanti gw ikutan telat," ujar cowok yang berusia sama dengan gadis itu teriak depan gerbang.

Kia yang melihat sepupunya terus-terusan teriak depan gerbang, mendengus kesal.

"iya bawel, bentar lagi," ujar Kia berlari menuju depan rumah neneknya.

"Nek, Kia berangkat dulu, Assalammualaikum"

"Waalaikumsalam, kamu nanti pulang tepat waktu ya," ujar Nenek Kia

"Siap nek, " jawab Kia.

Gadis itu langsung lari mengejar sepupunya yang sudah menunggu di depan gerbang.
********

Kia Larasati Fortuna adalah gadis cantik dengan rambut sepunggung yang sekarang duduk di bangku kelas 2 SMA mulia, gadis yang selalu ceria dan ramah kepada siapapun.

Kia termasuk gadis di SMA itu yang selalu menjadi langganan guru BK karena selalu menggunakan aksesoris yang tidak sesuai dengan ketetapan aturan SMA itu, tetapi meskipun begitu Kia selalu menjadi langganan juara di kelasnya.

Itu yang membuat guru-guru di SMA itu heran terhadap Kia, anak yang mempunyai nilai akademik tinggi tetapi sering tidak mengikuti aturan di SMA itu.

**********
"Lagi-lagi kamu datangnya selalu mepet kia, coba kamu belajar untuk datang lebih pagi lagi," tegur pak Tono guru Bahasa yang selalu ada di depan gerbang sekolah melihat dan mengawasi siswanya.

Pak Tono adalah guru Bahasa Kia yang berusia hampir 50 tahun. Ia terkenal disiplin dalam menjalankan aturan di sekolahnya dan galak jika siswa itu melanggar.

Sehingga siswa SMA itu lebih memilih mematuhi aturan ketimbang harus berurusan dengan pak Tono.

"Lihat sabuk yang kamu pakai, tali sepatumu, belum lagi rambutmu yang warna coklat itu, pakai baju di keluarkan lagi, ini peringatan terakhir ya buat kamu Kia," tambah bapak yang memakai kacamata itu.

"Siap pak, saya gak ngulangin lagi deh. Saya ke kelas dulu ya pak," ujar Kia tersenyum memelas meninggalkan pak Tono yang masih berdiri di depan gerbang sekolah.

Dari seberang jendela kelas terlihat sosok mata yang mengaggumi gadis itu, matanya tak henti melihat gerak-gerik gadis cantik itu.
*******

"Kia...," teriak gadis seumuran dengan Kia.

"Woe, yul gak usah pakai teriak gitu, sakit kuping gue"

"Haha, lo dimarahin lagi sama Pak Tono?"

"Iya nih biasa, kayak lo gak tau aja Pak Tono semua di komentarin, baju lah, rambut lah, sepatulah" ujar Kia menirukan ucapan Pak Tono

"Makanya lo kayak gue donk, jadi anak jangan macem-macem,"

"iyaya" ujar Kia malas berdebat

"Eh sekarang kan bagi  raport, pasti lo lagi yang jadi juara,"

"Gak tau ah yul, mungkin si Edho," jawab Kia.

"Gue yakin pasti lo,"

Kia hanya membalas dengan senyuman.
******
Tepat pukul 08.00 pagi pengumuman hasil nilai akhirpun, langsung di bacakan ibu Zahra Wali Kelas Kia.

Murid kelas itupun mulai penasaran, siapa yang menjadi jawara di kelas itu apakah Edho atau Kia yang selalu bersaing dalam hal nilai di kelasnya.

"Dan untuk juara satu kelas kita adalah Muhammad Redho Alfani dan Juara dua kita Kia Larasati Fortuna, Untuk Kia dan Edho, dipersilahkan maju kedepan," ujar ibu zahra wali kelas A.

"Kia selamat yaa, teriak teman-teman sekelas Kia,"

"I Love you Kia" teriak hanaf yang merupakan salah satu personil penggemar dari Kia Larasati Fortuna

"Huhuhuhuhu," teriak seisi kelas meneriaki Hanaf

Hanaf membalas teriakan teman sekelasnya dengan tatapan tajam.

Kia hanya membalas dengan senyuman ucapan dari teman-temannya.

Edho adalah teman kelas Kia yang tidak banyak bicara ia memakai kacamata dengan penampilan selalu rapi. Ia selalu menjadi pesaing Kia dari kelas satu SMA.

Edho beranjak dari tempat duduknya dan maju berdiri di samping Kia.

"Yah coba gue aja yang berdiri di samping Kia ya, pasti serasi," ujar Hanaf

"haha mimpi kali lo hanaf, liat nilai lo merah semua, lo harusnya berdoa semoga naik kelas aja," cekikik Yuli, sahabat Kia.
******

Teng...teng...
Waktu menunjukkan pukul 12.00 siang, anak-anak SMA itu berhamburan ke kantin.

"Hallo Kia," ujar kakak kelas yang tiba-tiba nongol dekat jendela Kia duduk

Kia tampak kaget

"Hallo kak Angga,"

"Ke Kantin yuk, mau makan apa hari ini," ujar Angga

"hmmm...," ujar Kia yang agak risih.

Melihat sahabatnya yang risih, Rachel dan Yuli menghampiri Kakak kelas itu.

"udah kak makan bareng kita aja yuk," seret Rachel dan Yuli sahabat Kia

"Eh, tapi Kia," ujar Angga yang tak rela meninggalkan Kia

"Nanti Kia Nyusul, iya kan Ki?" ujar rachel dan Yuli yang mengedipkan mata sebelah sebagai isyarat

"iya nanti gue nyusul," ketawa Kia.

Angga Wijaya adalah kakak kelas Kia yang mengejar Kia Larasati Fortuna dari sejak massa orientasi siswa. Angga yang mempunyai postur tubuh dengan perawakan tinggi dan rambut sedikit mohawk ala pemain FTV adalah pemain basket handalan di SMA itu. Ia juga memiliki banyak penggemar di SMA itu, tapi entah kenapa Angga hanya mengejar Kia yang jelas-jelas sejak awal tidak menyukai Angga.

Kia larasati fortunaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang