Sejurus kemudian Taehyung menuju brand fashion ternama di pusat jantung kota Busan. Suasana hati nya membuat ia ingin tampil lebih santai hari ini. Sedangkan ia hanya membawa baju resmi dari Seoul. Ia memilih kemeja biru langit dipadu jas dan celana berwarna gading yang senada. Membingkai sosoknya yang lezat dipandang.
Taehyung kembali menaiki mobilnya, melajukan ke arah perumahan elit di Busan. Mobil sport Taehyung berhenti di sebuah rumah elegan dengan halaman yang luas dan asri.
Disinilah rumah Somi, seorang yang merubah Taehyung menjadi dirinya seperti sekarang. Taehyung memiliki beberapa dugaan alasan Somi memintanya bertemu di Busan, salah satunya menawarkan diri kembali ke pelukan Taehyung.
Namun jika benar itu, maka sudah tidak mungkin lagi. 13 tahun lalu Somi yang hampir menikah dengannya justru meninggalkan Taehyung demi duda kaya beranak satu. Menyebabkan Taehyung terjerumus dalam kubang duka begitu dalam. Membuatnya sangat keras menempa diri membangun bisnis serta tidak dapat mencintai wanita lagi.
Rupanya Somi sendiri yang membuka pintu menyambut Taehyung, mempersilahkannya duduk di sofa yang bersebrangan dengan dirinya.
"Terima kasih Tae sudah mau datang. Apa kabarmu? Maaf tiba-tiba memaksamu bertemu, ada yang harus kusampaikan sebelum peralihan saham minggu depan."
"Katakan Somi, aku mendengarkan."
"Tae aku-- aku tidak menyangka justru kamu yang datang menyelamatkan kami. Sejak kepergian alamarhum suamiku, bisnis kami hancur. Anakku yang terlalu kami manjakan tidak dapat mengendalikan perusahaan hingga akhirnya menjadi seperti sekarang. Kupikir kita akan kehilangan semuanya sampai berita Victory Group akan membeli perusahaan kami menjadikan nya subsidiary.
Tae apakah keputusan mu karena diriku? Jika benar maka--"
Taehyung mengangkat tangannya, meminta Somi berhenti bicara.
"Jika boleh jujur, aku melakukannya karena Eomma-mu. Beliau begitu baik padaku, bahkan disaat kedua orang tuaku tidak dapat aku jadikan sandaran, Beliau memberikan kasih sayangnya padaku. Dia merasa bersalah padaku atas keputusanmu 13 tahun lalu."
"Ugh ya Tae. Maafkan aku. Sungguh!"
"Jadi katakan apa keinginanmu?"
"Begini Tae.. aku paham jika kamu akan memiliki kuasa multak menentukan jajaran Direksi di JJ Company nantinya. Namun bisakah anakku tetap terlibat aktif di dalamnya? Bagaimanapun juga perusahaan merupakan warisan ayahnya.
Angkatlah dia menjadi apprentice mu, ajari dia cara mengelola perusahaan."
"Kau sangat menyayangi anak tirimu itu ya? Baiklah, jika hanya itu permintaanmu, mudah sekali kukabulkan. Sekarang dimana dia?"
"Dia.. memang sedikit susah dikendalikan, terutama sejak kepergian ayahnya. Aku sudah memintanya untuk pulang menemuimu sekarang, tapi dia belum juga pulang dari semalam. Maaf Tae aku--"
"Little brat, isn't he? Jika memang ingin menjadi apprentice ku setidaknya ia harus menunjukkan tanggung jawabnya. Aku tunggu dia hanya hari ini saja sebelum aku kembali ke Seoul. You mention the name and place," kemudian Taehyung bangkit.
Somi terkejut bahkan Taehyung tidak ingin berbasa-basi dengannya. Taehyung berpamitan kembali memasuki mobil nya.
Taehyung memutuskan untuk melihat bisnis yang akan dia akuisisi. Hanya atas permintaan Tante Kim, ibu dari Somi, Taehyung lantas memutuskan untuk menyelamatkan usaha itu tanpa melakukan visit sebelumnya.
Disinilah dirinya, berada di depan showroom meubel dan peralatan rumah tangga JJ Company. Baru hendak memasuki showroom elegan tersebut, ponselnya berbunyi menampilkan nomor yang tidak ia kenal. Biasanya dia tidak mengangkat telpon dari nomor tidak dikenal, namun saat ini suasana hati nya sedang baik.
"Yeoboseyo.."
"Ini Park Jimin. Apa yang kau lakukan kepada Joy?"
Taehyung hanya diam tidak mengerti. Hingga Jimin kembali melanjutkan ucapannya.
"Kau tau, aku kenal Joy secara personal. Walaupun nakal tapi anak itu hati nya baik. Saat ini dia sedang dalam masa sulit. Namun dia sudah berjanji padaku untuk menyelesaikan pesanan yang sudah kuterima sebelum pergi dari Club ini. Namun tadi dia mengatakan mengunduran diri!
Dengan egoisnya tidak mau mendengar ucapanku sama sekali. Aku menduga pasti berkaitan dengan dirimu. Karena sebelumnya Joy tidak pernah bertingkah aneh seperti ini. Dan bukan hanya mengajukan resign. Joy juga menolak pembayaran darimu yang berkali lipat dari seharusnya.
Aku butuh penjelasan darimu Kim Taehyung atas kerugian yang aku derita!"
"Jimin-ssi aku benar-benar tidak mengetahui alasan Joy. Kami baru saja berpisah baru beberapa jam yang lalu."
"Benarkah? Maksudku benarkah kalian bersama hingga pagi?" Park Jimin bertanya namun seperti sedang melamun.
Terdengar suara helaan napas kasar diujung sambungan telpon.
"Baiklah. Maaf mengganggu waktumu Kim Taehyung. Jika kau kembali ke Busan, tak perlu repot-repot mampir ke tempatku" dengan itu Park Jimin menutup sambungan secara sepihak.
Terlalu banyak informasi yang diterima Taehyung dari panggilan singkat Jimin. Taehyung ingin menelisik lebih lanjut namun ia sudah berada di dalam showroom dan disambut oleh salah satu karyawan.
Taehyung berjalan-jalan layaknya pembeli. Mata tajamnya melihat kualitas barang dan menilai cara Sales Promotion melayani pembeli.
Ia telah menyelesaikan visitnya dan berfikir akan kemana selanjutnya saat mendapatkan telpon dari Somi. Ia mengabarkan bahwa anak tirinya akan menemui Taehyung dalam sejam kedepan di sebuah rumah makan mewah. Somi telah memesan sebuah ruangan privat agar tidak mengganggu jalannya pembicaraan.
Taehyung membuka GPS mencari lokasi restoran tersebut yang ternyata sangat dekat, bahkan Taehyung hanya perlu berjalan kaki. Maka ia segera menuju restoran bermaksud menunggu calon apprentice nya disana.
>> tbc >>
KAMU SEDANG MEMBACA
Drowning
Fanfiction[FIN] ⚠️Boys Love⚠️ 🔞 an adult Taekook Story 🔞 Homophobic ⛔ Go Away! PERINGATAN ‼ untuk 20 tahun keatas. Di cek dulu KTP nya. Kebijaksanaan pembaca sangat diperlukan !!! 🔞 contains: Mature BDSM Whore nsfw BoyxBoy Tae!Top KTH = 37 yo JJK = 22 yo S...
