If I Ruled The World

30 3 12
                                                  

[ Namjoon ; If I Ruled The World ]

Saya memerintah dunia jadi mengapa saya bermimpi kecil?
...

Namjoon sedang bersiap-siap untuk menyampaikan pidato singkatnya dalam ajang bergengsi Korea tiap tahun saat Jimin yang tak punya kerjaan mendekatinya.

"Hyung," panggilnya dengan nada rendah.

Namjoon menengok, sebelah alisnya naik karena bingung.

"Apa?"

"Kau akan memberi pidato, kan? Aku ingin dengar itu duluan."

"Kau tak ada kerjaan, ya?"

Jimin menyengir lebar. Namjoon hanya geleng-geleng kepala mendapati kenaifan Jimin.

"Baiklah. Kau jadi audience dan aku akan berpidato. Duduk!"

Namjoon menyuruh Jimin duduk di hadapannya. Ruang rias hanya berisi mereka berdua karena yang lain sedang makan malam di kantin kantor.

Jimin yang patuh selayaknya anak anjing lantas duduk dengan tangan berada di pahanya. Terlihat sangat antusias.

"Selamat malam, para hadirin yang saya banggakan. Untuk ARMY, cinta sejati BTS. Dan, untuk semua orang yang sudah membantu BTS menjadi cahaya bagi orang lain. Perkenalkan saya adalah RM, Leader dari BTS. Suatu kebanggaan tersendiri saat kami dinobatkan sebagai Boygroup of The Year.

Saya ingin mengutip lirik dari lagu lama kami. Saya memerintah dunia jadi mengapa saya bermimpi kecil? Dari lirik tersebut, saya jadi menyadari bahwa mungkin kami bisa menyanyikan lagu itu dengan rasa bangga sekarang.

If I Ruled The World adalah lagu tentang harapan-harapan kami saat BTS sudah berada di puncak. Banyak dari lirik kami yang akhirnya bisa terealisasi. Ada bangga yang selalu menemani saya dan rekan saat ini.

Semua hasil yang kami dapat sekarang rasanya sangat cukup untuk semua keringat dan air mata di masa lalu. BTS tanpa ARMY dan semua mimpi-mimpi kekanakkan kami mungkin takkan bisa sebersinar sekarang.

Saya hanya ingin bilang bahwa jangan lelah bermimpi kekanakkan. Kau punya semangat dan usaha yang membara. Teruslah berjuang hingga usahamu terbayar dan kau akan merasakan betapa puas dan bangganya kau seperti apa yang kami rasakan.

Saya kira itu saja. Terima kasih atas waktunya. We are Bangtan!"

Jimin yang sejak tadi menyimak langsung bangun dan bertepuk tangan sangat keras. Senyumnya tak henti tergurat, ia menghampiri lalu merangkul Namjoon begitu erat.

"Kau hebat, hyung! Keren!"

Namjoon hanya bisa tersenyum kecil, agak malu.

"Terima kasih, Jim."[]

Terima kasih atas kontribusinya chloropy.

Maaf jika mengecewakan.

Xoxo,
Kacoo.

ɱɛɱɛɳtѳ. [ ɓtร ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang