3

1.9K 170 13
                                                  

Setelah ciuman kami berakhir para cewek langsung memelototiku dan para cowok tampak tercengang. Aku menggigit bibir bawahku dengan gugup, rasa Sergio masih ada disana, manis dan segar.

"Gila...",ucap Christopher.

Ya, aku sudah gila!

"Well kupikir kita harus bubar ini semakin larut dan Green biar aku mengantarmu kekamarmu",kata Jess.

Aku mengerutkan keningku,"Aku bisa kekamarku sendiri!",Jess pasti akan menceramahiku panjang lebar soal ciuman tadi, aku tahu tidak seharusnya kami melakukan itu, Sergio dan aku tidak punya hubungan apapun dan Jess tidak suka melihat aku memilih sembarang pria setelah aku terlukai oleh Charlie Franklin.

"kalian...tidak Sungguhan 'kan?",tanya Sam penuh curiga.

"Tidak, itu hanya spontanitas saja!",sahut Sergio.

Jess bersedekap lalu mengumpat,"Sialan"

"Jangan terlalu serius Jess, itu hanya sekedar ciuman",kataku, Sergio mengangguk setuju,"ya, Green benar!"

Jess memelototinya dan pria itu langsung meringis ngeri,"Kau tahu 'kan apa yang baru saja kau hadapi Greena?"

Aku mengangguk,"ya",sialan aku merasa seperti diomeli oleh ibuku,"tapi kami tidak serius soal ciuman tadi, itu hanya untuk bersenang senang",kataku.

Satu alis Bianca terangkat saat dia berdesis mengulang perkataanku,"bersenang- senang? "

Dengan ragu aku mengangguk.

"Ayolah Ladies kami hanya iseng",ucapan Sergio dihadiahi tatapan tajam oleh ketiga temanku.

Kyle tertawa geli,"well kau dalam masalah, Man! "

Ya, Sergio dalam masalah!

"Jangan berlebihan, please... ",ucapku memelas.

Christian menghembuskan nafas pelan dan melingkari tubuh Jess dengan lengannya,"Jessica, mereka hanya iseng. Kita juga pernah melakukannya dengan iseng 'kan? "

Mendadak wajah Jess menjadi semerah saus tomat karena malu, ia memukul pelan dada Christian,"ini berbeda, Christian"

Christian mengecup pipi istrinya lalu mengerling nakal,"kembali kekamar?",godanya. Jess akhirnya menurut dia memberikan tatapan peringatan kepada Sergio sebelum pergi meningglkan meja.

Oh terima kasih Christian, aku mencintaimu!

Sergio menatap Christopher penuh permohonan agar mau membantunya lepas dari Samantha yang seperti macan betina,"jangan mempengaruhi suamiku!",pekik Sam pada Sergio

Aku dan Sergio meringis. Sementara itu Christopher tergelak,"Baby, Branden butuh susu dan aku juga membutuhkannya"

Yuck!

Menjijikan, aku tidak tahu bagaimana Sam akhirnya menurut yang jelas aku tidak ingin memikirkan Branden dan Christopher menyusu bersamaan, sialan!
Saat Sam pergi yang kini mengintimidasi kami hanyalah Bianca, Kyle lebih dulu mengangkat tangan,"dengar aku tidak bisa menanganinya",kata Kyle.

Ya, aku tahu.

"Lupakan soal kisah cinta romantis, Green! Jangan terlalu polos dihadapan pria",omelannya membuat aku memutar bola mataku.

"Aku sudah lama berhenti mengharapkan kisah cinta romantis yang menjijikan",kataku,"itu tadi hanya main main! "

"Well aku sering bermain main dulu",sahut Bianca, Kyle langsung menyelanya,"Apa apaan?"

Bianca tidak memperdulikan suaminya yang protes, aku dan Sergio menunduk layaknya dua bocah yang berbuat salah dihadapan ibu dan ayah mereka,"Apa kalian pernah melakukan lebih dari sekedar berciuman? Kalian tahu... Melakukan seks? "

Brides Fail {Memory from seattle 4} |Completed√|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang