1

1.9K 164 7
                                                  

Apakah kalian melihat wajah seorang bajingan yang duduk di hadapanku? Tidak? Bagus! Karena jika kalian dapat melihatnya aku jamin kalian akan berpikir untuk menendang sesuatu diantara kedua pahanya sekarang juga.

Charlie Franklin...

Entah bagaimana pria itu masih dapat menunjukan wajahnya dihadapanku, apakah dia tidak malu? Hell bajingan seperti dia tentu tidak punya rasa malu.

"Greena maafkan aku",katanya sambil menatapku penuh penyesalan, aku salut dia masih berani menatapku seperti itu.

Oke Greena untuk menang kau harus punya kesabaran extra,"Lanjutkan",kataku.

Dia menghembuskan nafas pelan,"Kita akan bercerai",ucapan itu begitu mulus meluncur dari mulut sialannya.

Jess dan Christian yang duduk disampingku menahan nafas mereka karena terkejut. Aku menguatkan hatiku, sambil menatap Charlie dengan dingin aku berkata,"Ya, seharusnya aku yang mengatakannya, aku ingin kita bercerai! "

Dia menunduk dengan wajah yang lesu. Ada sedikit rasa kasihan yang muncul dihatiku melihatnya sedih seperti itu, namun saat aku mengingat kembali pengkhianatannya rasa kasihan yang mendadak muncul hilang begitu saja.

"Dia Anne... ",kata Charlie.

Aku mengangkat kedua bahuku acuh,"Aku tidak tanya siapa nama jalang itu, sialan! "

Charlie mengetatkan rahangnya terlihat dengan jelas kilatan marah dimatanya saat aku mengatai wanitanya 'jalang', namun Charlie berusaha mengendalikan amarah itu lalu dia mengusap wajahnya dengan kasar,"Aku ingin kau tahu ini, aku sangat menyesal selama ini, sungguh Greena"

Apa tadi katanya? menyesal? dia menyesal dengan apa yang sudah kami lalui? Aku menelan sesuatu yang mengganjal ditenggorokanku, terasa sangat perih.

Charlie menatap Christian dan Jess,"Bisakah kami bicara berdua, please-"

"No! ",sela ku.

Jess menatapku,"Biarkan dia mengatakan apa yang ingin dia katakan Green, setelah itu kau bisa memberinya pelajaran"

Charlie diam menunggu keputusanku, akhirnya akupun mengangguk,"oke! "

Jess dan Christian pergi meninggalkan kami tapi sebelum pergi Christian mengancam Charlie,"Jangan sakiti dia, aku tidak main main! "

Charlie mengangguk.

Saat Jess dan Christian sudah pergi Charlie hendak menghampiriku dan duduk disampingku namun aku langsung mengintrupsinya,"Tetap ditempatmu! "

Akhirnya dia kembali duduk.

"Anne adalah mantan tunanganku, dia hamil dan keguguran lalu depresi dan meninggalkan aku",katanya.

Batinku mencelos, bukankah itu bagus?

"Aku sangat kacau, aku mencarinya namun aku tidak pernah menemukannya. Malam dimana kita bertemu adalah hari ulang tahun Anne dan aku kembali melihat sosoknya didalam dirimu, kalian mirip, wajah yang manis dan kepribadian yang ceria, aku tertarik padamu"

Aku meremas pinggiran sofa dengan erat.

"Dia kembali dan aku... ",Charlie menangis,"Aku tidak bisa menolaknya, aku sangat mencintainya..."

Air mataku ikut meluncur, aku segera mengusapnya dengan kasar, lidahku terasa kelu saat aku bertanya,"Apakah pernah sekali saja kau mencintaiku?",Dia menatapku dengan bola matanya yang berlinangan air mata lalu dia kembali menunduk,"Maaf Green.. ",katanya.

Oke bagus, dia mengelabuiku selama ini.

"Charlie bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?",tanyaku dengan sedih.

Brides Fail {Memory from seattle 4} |Completed√|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang