Di saat temen-temennya asik ngobrol, Yunseong lebih milih menghabiskan makan siangnya dengan tenang. Sekarang dia berada di kantin bareng Sunwoo, Hwall dan Hyunjin.

"Adik tingkat kebanyakan manis-manis ya," kata Sunwoo.

"Tapi ga ada yang suka sama lo," celetuk Hyunjin.

"Sebenernya ada sih sayangnya dia udah punya pacar jadi cuma bisa mengagumi gue dari jauh."

"Terlalu pede ga baik buat mental lo," sahut Hwall yang diikuti kekehan Hyunjin.

"Lagian tau darimana dia kagum sama lo? Bisa juga karena heran atau penampilan lo aneh," lanjut Hyunjin yang membuat Sunwoo kesel.

"Belain gue dong! Masa gue dibilang aneh?" rengek Sunwoo pada Yunseong tapi malah ga ditanggepin.

"Eh Seong kenapa belakangan ini lo sering berangkat bareng Sunwoo?" tanya Hyunjin tiba-tiba mengganti topik pembicaraan.

Yunseong kelihatan ragu antara harus cerita atau ngga. Iya temen-temennya udah tau soal Minhee dan soal mereka yang gagal tunangan karena Yunseong lebih milih Donghyun. Sebagai temen Sunwoo dkk sempet ga suka sama keputusan Yunseong. Tapi balik lagi, semua ini Yunseong yang jalani dan mereka ga bisa apa-apa selain ngasi saran dan support.

"Sebenernya gue ngelihat Minhee di apartemen Sunwoo," jawab Yunseong pelan.

"Serius?? Kapan? Kenapa lo ga bilang?" tanya Sunwoo bertubi-tubi.

Yunseong berhenti mengunyah makanan karena dalam sekejap dia ngerasa sesak di dada. Tenggorokannya tercekat seperti mau nangis.

"Udah semingguan. Rambutnya sekarang pirang." Yunseong lalu menghembuskan napas berat setelah berhasil menahan tangis. "Gue seneng dia baik-baik aja."

Hyunjin, Sunwoo dan Hwall tau kalo Yunseong kangen banget sama Minhee. Pada akhirnya mereka cuma bisa menghibur Yunseong dan menemaninya di saat seperti ini.



×××



Sabtu malam Hyunjin pergi nonton bareng pacarnya, Kim Seungmin. Udah lama mereka ga nge-date soalnya punya kesibukkan masing-masing. Karena film yang mau ditonton belum mulai, mereka mutusin nunggu dulu duduk di sofa depan bioskop.

"30 menit ga lama kan sayang?" tanya Hyunjin dengan lembut.

"Ngga kok. Santai aja."

Hyunjin pun mulai kebiasaannya bersandar di pundak Seungmin. Ga peduli mau di tempat umum, pokoknya harus sandaran sama pacar. Seungmin ga malu sih, dia justru seneng jadi secara langsung Hyunjin nunjukin kalo mereka pacaran.

"Aaaa," kata Seungmin menyuapi popcorn ke mulut Hyunjin. Dengan senang hati Hyunjin memakannya.

Ga lama kemudian pandangan Hyunjin tertuju pada seorang pemuda yang memakai hoodie biru dan celana kain putih selutut duduk di sofa tak jauh dari tempat mereka. Hyunjin ngerasa ga asing dengan wajahnya sampai tiba-tiba dia bangun dan langsung menghampiri pemuda itu.

"Lo Kang Minhee kan?"

Iya bener. Itu Minhee. Minhee dengan rambut pirang seperti yang dibilang Yunseong.

"Siapa?" Minhee kelihatan bingung tapi akhirnya dia berseru. "Kak Hyunjin?"

"Ternyata bener lo Minhee. Gimana kabar lo? Tinggal dimana sekarang?" Sumpah ini Hyunjin seneng banget padahal mereka ga terlalu akrab tapi rasanya udah kayak mewakili Yunseong. Hyunjin pengen tau banyak hal tentang Minhee supaya bisa dikasi tau ke Yunseong nanti.

Sayangnya belum sempet Minhee jawab, ada seorang cowok menghampiri mereka dan Minhee langsung berdiri.

"Minhee ayo kita pulang."

"Iya kak." Minhee lalu kembali menatap Hyunjin, "Kak Hyunjin aku balik duluan ya."

"A—tapi..." Telat. Minhee udah pergi sama cowok itu. Hyunjin kelihatan kecewa padahal itu kesempatan bagus buat minta kontak Minhee. Ga tau ya, begitu ngeliat Minhee gandengan sama cowok lain, Hyunjin jadi mikir yang ngga-ngga.

"Dia siapa?" tanya Seungmin yang sekarang nyamperin Hyunjin.

"Itu... Minhee."

Seungmin udah denger soal Minhee tapi ga tau wajahnya karena itu dia ga banyak nanya, "Kok bisa sama Jungmo ya?" gumam Seungmin yang bikin Hyunjin noleh.

"Kamu kenal cowok itu yang?"

"Kenal. Dia Koo Jungmo satu jurusan sama aku tapi ga akrab sih. Cuma sekedar tau."

Tiba-tiba Hyunjin megang kedua tangan Seungmin penuh harap, "Kamu mau kan bantuin aku? Eh maksudku bantuin Yunseong."

Sementara itu Minhee sekarang udah berada di dalam mobil Jungmo. Dia bengong daritadi sampe lupa pake sabuk pengaman. Karena gemes, Jungmo pun makein sabuk pengaman itu.

"...? Makasi kak."

"Kamu mikirin apa hm?"

Minhee menggeleng, "Ngga mikir apa-apa."

"Filmnya ga seru ya?"

"Seru kok."

"Jangan bengong, aku jadi ngerasa ga penting."

"Iya," jawab Minhee diikuti senyum tipisnya.

Jungmo ikut tersenyum sampe dia berniat mau nyium Minhee sayangnya Minhee langsung noleh ke samping, menolak ciuman itu.

"Kamu masih ga mau dicium ya?"

"Maaf kak." Minhee tetap diam dengan posisi menatap keluar jendela.

Jungmo pun menghembuskan napasnya, "Yaudah gapapa. Kita baru pacaran sebulan. Wajar kamu masih malu-malu."

Padahal sebenernya bukan karena malu. Minhee hanya ingin menjaga bibirnya untuk seseorang.

Untuk Hwang Yunseong...







Bersambung





Kalo nemu typo maap ya.
Aku rada bingung gimana caranya mempertemukan mereka akhirnya jadi kayak gini. Harus bertahap dan butuh proses.

Karena banyak yg minta minhee punya pacar, aku bikin dia pacaran sama jungmo cuma gitu gaes, minhee kayak terpaksa. Di hatinya masih ada yunseong. Cielah

Btw kalo aku publish ff Seungyoun x Wooseok kira" ada yg mau baca ga?

See Saw | HwangminiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang