Outro : kana

7 0 0

Yogyakarta, Februari 2019

Sebelum aku bertolak untuk kerja di Gresik selama setahun, entah kenapa hasrat ingin tahuku muncul kembali. Iya, Kana telah berkata bahwa ada sebuah surat yang masuk ke notifikasi dan harus segera untuk dibaca. Tidak pakai lama. Aku pun mulai masuk sebentar ke Inersia, hanya untuk membuka pesan yang disampaikan itu. Katanya, aku kelak akan tahu pesan tersembunyi dari Kana itu. Di kala aku masuk ke sana, aku melihat sebuah kejanggalan. Kali ini, tidak ada lagi sambutan dari Kana, melainkan hanya pesan teks, sama seperti aku mulai Inersia dulu.

"Selamat datang di Inersia! Anda punya satu pesan yang belum dibaca. Selain itu, ada level rahasia juga yang belum anda buka. Apakah anda bersedia untuk membukanya?"

Di kiri bawah layar, aku melihat satu pesan yang belum dibaca. Di sana, aku melihat tombol "K" lagi, sudah ganti jadi tombol bergambar surat. Sepertinya, Inersia memang sudah berubah lagi, atau apapun itu yang terjadi. Tanpa pikir panjang, aku langsung tolak tawaran untuk membuka level rahasia. Aku putuskan untuk buka pesan di kiri bawah layar itu.

Saat aku klik tombolnya, muncul sebuah pesan yang bertuliskan"The Truth about Kana".

Iya, aku ingin dengarkan cerita dari Kana, terus terang, aku tidak berharap apapun dari pesan itu. Palingan hanya surat biasa atau after-credit video, tidak jauh ke arah-arah situ.

OoOoOoOoOoO

"Halo, Gani. Sudah lama juga kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu hari ini? Ohya, seperti yang aku janjikan di station terakhir. Aku akan menjelaskan padamu tentang siapa sebenarnya diriku. Selama ini, kita hanya berinteraksi lewat suara saja. Mungkin, kamu bisa tahu siapa diriku ini. Apakah kamu tidak sabar?"

"Kana, apapun yang terjadi, aku hanya ingin melepas rasa ingin tahu saja. Apalagi, kamu telah banyak membantuku. Kenapa tidak?"

"Hahaha. Kamu bisa aja. Baiklah, dalam waktu beberapa menit, aku akan bawa kamu ke station terakhir, atau lebih tepatnya station tambahan. Di sini, waktu yang dibutuhkan sangatlah terbatas, hanya sekitar 30 menit saja. Selamat meluncur!

Semoga berkesan bagimu, Cinta."

Tunggu.... Cinta?? Kana, apa lagi pesan yang kamu berikan ke aku sekarang ini? Ah, entahlah. Tapi, yang jelasnya aku mulai bersiap untuk menghadapi station tambahan.

OoOoOoOoOoO

STATION BONUS

AKU, KANA.

Februari 2019. Waktu : 30 menit

Aku langsung didaratkan Kana di sebuah taman. Hal pertama yang aku bisa bilang bahwa ini pastinya bukan di Indonesia. Ada pohon Sakura di sana, dan sekarang sedang musim salju. Sangat mungkin sekali aku sedang berada di Jepang. Belum sempat aku tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba, ada sebuah suara yang datang menghampiriku dari belakang.

"Halo, Cinta. Gimana kabarnya sekarang?"

Saat aku coba lihat ke belakang, aku sangat kaget dengan apa yang aku lihat di situ. Benar-benar tidak percaya. Dia masih sama dengan yang dulu, dia datang dengan rambut sepanjang tulang selangka, dengan jaket warna hijau yang aku beli saat berjalan di Malioboro dulu, bersama dengan celana panjang. Dia juga pakai tas bermotif batik yang aku beli saat kita jalan-jalan ke Borobudur, lengkap juga dengan gelang kayu yang dia selalu ingin punya. Nanako, aku rindu,

"Loh, Nanako. Kenapa kamu bisa di sini? Aku berada di mana ya sekarang?"

"Hahaha. Kamu memang tidak berubah ya sejak 4 bulan lalu kita berjumpa. Sekarang, kita berada di Miruma National Park. Letaknya ini di prefektur Saitama, Jepang, 5745 kilometer dari rumahmu. Aku sendiri dibesarkan di kota Kasukabe, letaknya 12 km dari tempat ini. Lumayan jauh lah. Mungkin kalau kamu suka nonton Crayon Sinchan, pasti tahu bahwa serial animasi itu ngambil latarnya di kota kebesaranku itu. Kamu tahu kah?"

Inersia, Kunjungan ke Masa LaluTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang