Winter Bear

29 5 3
                                              

[ Yoongi ; Winter Bear ]

Seperti beruang di musim dingin
Kamu tertidur sangat bahagia
Aku berharap kamu memiliki malam indah
-Taehyung, Winter Bear.
...

Yoongi tersenyum kecil melihat Anna sibuk berlarian dengan burung-burung camar di tepi pantai. Kedua tangannya ia masukkan pada saku jeans belelnya sambil memandang lamat ke arah kekasih hati.

Jung Anna, gadis blasteran Perancis dan Korea itu, nampak tertawa-tawa saat ombak mengenai kaki kecilnya yang telanjang.

Yoongi mendekat tanpa suara. Merasakan helaian angin laut menghempaskan rambut hitamnya. Tapi, tak ada yang lebih mengusik perhatiannya dibanding Anna yang melompat dan menari mengikuti debur ombak yang menyenangkan.

Hatinya menghangat. Ia rasakan rumah dalam diri Anna yang sebebas camar.

"Ma chérie," panggil Yoongi sembari melangkah.

Anna menengok. Indah sekali bagi Yoongi. Seperti slow motion dalam film romansa.

Iris Anna yang sebiru lautan serta tawanya yang tak pernah Yoongi bosan untuk dengarkan. Yoongi bisa mati bahagia detik ini juga.

"Ada apa, Yoongs?"

"Kita makan siang sebentar. Kau pasti lapar."

"Tapi, ini menyenangkan," ujar Anna dengan seraut kecewa. Yoongi tersenyum tak kentara, mendekati Anna yang diam saja.

Tanpa berkata, pria putih pucat itu menggendong Anna bak pengantik baru. Anna yang terkejut lantas mengalungkan kedua lengan di leher Yoongi yang terkekeh.

"Astaga! Kau membuatku jantungan!"

Yoongi tak gubris makian Anna. Mereka berjalan menuju restoran di tepi pantai. Suasana yang sepi membuat Anna bebas berkeliaran.

Gadis itu terpesona dengan hamparan laut dan bebukitan di pandangannya. Ia abaikan eksistensi Yoongi di sebelahnya.

"Kita duduk di sini, Yoongs."

Tanpa meminta persetujuan Yoongi, Anna duduk di tempat yang menurutnya paling bagus. Senyum tak pernah lekang dari wajah pualamnya.

Yoongi duduk menghadap Anna yang malah sibuk dengan kameranya. Anna terus-terusan memotret bahkan setelah mereka selesai memesan makanan.

Yoongi yang sejak tadi diam mengamati akhirnya menjadi agak sebal. Ia letakkan dagunya di telapak tangan yang sikunya bertumpu pada meja.

"Ma chérie," panggilnya membuat Anna yang sedang membidik objek otomatis menengok pada Yoongi.

Anna terkejut. Dalam lensa kameranya, ada Yoongi yang menatapnya begitu dalam. Ia sedikit tersipu saat tahu sejak tadi Yoongi memandanginya.

Cekrek!

Anna memotret Yoongi dengan sengaja. Jarang-jarang ia punya foto pria itu sendirian. Biasanya, Yoongi tak suka di foto. Ia lebih memilih berfoto dengan Anna dibanding foto sendirian.

Tidak percaya diri, katanya.

"Kau tak minta izinku, hm?" tanya Yoongi kalem. Posisinya masih menyangga dagu di telapak tangan.

Anna tersenyum lebar tak bersalah. Ia perlihatkan pada Yoongi hasil jepretannya barusan. Yoongi tak mempermasalahkan sebab sudah terlanjur ia difoto.

"Tampan sekali, sih, kekasihku ini," gumam Anna yang masih bisa Yoongi dengar.

"Anna."

Anna menengok lagi. Kali ini ada sekelumit heran karena Yoongi hanya memanggil namanya saat ingin berucap serius.

"Kenapa?"

"Kau indah seperti burung nuri biru."

Anna mengerutkan alisnya tak paham. Gombalannya Yoongi memang agak di luar nalar.

"Eum, ya. Terima kasih, Yoongs."

Namun, Anna tak mau mengecewakan Yoongi walau ia tak paham maksud ucapan pria itu.

Yoongi yang sudah hapal Anna di luar kepala lantas meraih jemari lentik Anna untuk digenggam.

"Burung nuri biru. Dia tampak sepertimu sebab kau yang tak bisa diam ketika senang, atau geraknya yang begitu enak untuk dipandang. Matamu yang sebiru lautan membuatku memilihnya sebab kalian sama-sama mengagumkan."

Anna tersipu malu. Ia nampak seperti remaja kasmaran sebab tak mau menunjukkan wajah meronanya pada Yoongi.

"Gombal!"

"Itu kenyataan, ma chérie. Aku mencintaimu karena tingkah dan senyum tulus itu."

"Dan, aku mencintai Yoongs karena hanya dia yang bisa menerima semua dalam diriku," balas Anna dengan senyuman kecil.

...

Mereka pulang saat senja mulai tampak. Anna yang kelelahan setelah berlarian dan bermain air langsung tertidur di bangku penumpang. Rambut coklatnya yang sepunggung nampak menutupi wajah.

Yoongi yang sibuk menyetir menyadari itu dan segera menepikan mobil. Ia bawa rambut-rambut itu ke belakang telinga Anna. Menyempatkan memandang Anna yang tertidur sangat damai.

"Jika seperti ini, kau nampak seperti beruang musim dingin. Terlihat kuat,tapi juga lembut di saat yang bersamaan. Kau membuatku punya banyak alasan untuk tetap mencintaimu, Jung Anna."

Yoongi kecup dahi mulus Anna yang terpejam, tersenyum lebar tanpa bisa dicegah.

Yoongi temukan damai saat melihat Anna tidur. Yoongi temukan nyaman saat melihat gadis itu lincah.

"Aku harap kau selalu punya hari yang bahagia. Dan, semoga itu karena diriku, ma chérie."[]

Terima kasih atas kontribusinya Kak Nunu. KimNunu_1802 love ya💜

Xoxo,
Kacoo.

ɱɛɱɛɳtѳ. [ ɓtร ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang