17

872 65 17

“lo nggak papa?” tanya andra pada dian yang  masih memegangi pelipisnya setelah meraka turun dari biang lala.

“gapapa” jawab dian singkat. Merasa bingung karna sikap andra yang berubah seolah-olah perduli dengan nya.

“cupu banget sih lo naik gituan doang sampe segitunya”cibir  andra lalu berjalan meninggalkan dian yang masih menunduk merasakan pusing dikepalanya sedari tadi tidak mereda.

“dasar kutub es baru aja nanyain keadaan gue terus dengan seenak nya ngehina gue” gumam dian dalam hati.

“cepet lo mau disitu aja?! Lo mau pulang ngga?!. Teriak andra yang membuat dian langsung menurut dan berjalan  mengikuti andra.

“eh-dewi kemana?” tanya dian gugup, dia baru sadar kalau sedaro tadi dia tidak menemukan dewi padahal merekaberangkat bersama.
“ck! Sampe lupa gue” desis andra kesal,andra merogoh saku celananya mengambil ponsel nya danmenghubungi sepupunya yang tiba2 menghilang.

“dimana lo?”

“....”

“ck,berisik”

“....”

“iya iya”

“....”

“hm”

Andra mematikan ponsel nya dengan kesal. Membuat dian mengernyitkan dahi merasabingung dnegan sikap andra,yaa walaupun itumemang sifat andra tapi dian rasa sekarang andra sedang kesal.

“ndra tunggu” ujar dian sambil berlali mengejar andra yang tiba2 melangkahkan kakinya meninggkaln dian.

“lelet”cicir andra yang tidak dihiraukan oleh dian.
“dewi mana?” tanya dian mengabaikan ucapan andra seolah-olah ucapan nya hanyalah angin lalu.

“udah duuluan sama cowonya”
“dewi punya cowok?”
“hm”
“ndra”
“hm
“emm- iitu eh”

“ ngomong apa sih lo” sinis andra.

“aku mau lurusin masalaah itu ndra”
Andra sedikit tercengang saat mendengar dian mengganti sebutan nya menjadi aku-kamu.ada sedikit  getaran di hati nya yang andra sendiri tak tau perasaan apa yang sedang dia rasakan sekarang.

“kenapa lo ngomong pake aku kamu?” tanya andra mengalihkan pembicaraan nya.

“jangan ngalihin pembicaraan ndra” jawab dian kesal, pasalnya bukan nya andra mengizinkan dian menjelaskan tentang masalah mereka ia malah mengalihkan topik.

“ck ribet, jawab dulu” geram andra.
“iyaiaya”

“sebenernya aku lebih suka ngomong pake aku-kamu, cuman gara-gara di sekolah banyak yang menggunakan panggilan itu yaa jadi aku berusaha mengimbangi mereka”.jelas dian membuat andra paham.

“sebenernya lo gausah merubah diri lo buat ngimbangin mereka dan lingkungan mereka, itu artinya  lo tidak punya pendirian, lo cukup jadi diri lo sendiri bukan malah  jadi orang lain untuk membuat mereka deket dengan lo” jelas andra panjang lebar.

Dian tidak menyangka kalo tadi yang bicara itu andra,dian sampai tidak sadar kalo andra behenti mendadak membuat dian yang posisi nya dibelakang andra pun tak sengaja menubruk pundak andra.

“kenapa berhenti  mendadak?” tanya dian.

“lo buta? lo liat kita udah didepan mobil” kata andra dengan dagu yang menunjuk mobilnya, dian yang tertangkap basah melamun pun hanya bisa tersenyum malu.

“masuk!” perintah andra yang langsung diiyakan oleh dian dan memasuki kursi penumpang sebelah pengemudi. Andra memutari mobil dengan langkah lebarnya kemudian masuk ke sisi sebelah dian, lebih tepatnya kursi pengemudi.

DiandraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang