Hari Keramat

1.2K 45 4
                                                  

Setelah sampai dirumah Ami langsung membaringkan tubuhnya ke king size miliknya, tak lupa ia kembali mengecek ponselnya berharap ada satu pesan dari Putra disana.Namun
lagi-lagi Ami hanya bisa pasrah tak ada satupun pesan dari Putra, bahkan saat ditelfonpun nomor Putra tetap tidak aktif.

"Putra kenapa kayak gini sama Ami?Ami salah apa sama Putra? Apa Putra benci yah sama Ami?Tapi alasannya apa? "lirih Ami dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya

Ami mencoba menelfon Dinda

"Hallo"ucap Dinda


"Dindaaaaaaaaaa"


"Lo kenapa?Putra lagi ya? "


"Hm, Putra tadi pagi udah berangkat ke USA. Tapi dia gak ada ngabarin Ami,bahkan sekarang saat Ami telfonpun nomor Putra tetap aja gak aktif. Putra sebenarnya kenapa sih? Apa dia marah yah sama Ami?"


"Putra ke USA? Dia ngapain disana? Dagang bakso?"


"Ami serius Dindaaa, Putra kesana mau lanjutin sekolah penerbangannya. Ami rinduuu Putra hm"

"Lebay lu,Udah ah pacar gua udah jemput"


"Emang Dinda udah laku yah? "


"Wahhh,lo ngehina gua? Gini gini gua juga laku kali. Udah ah bye"ucap Dinda dan langsung memutuskan sambungan telfon mereka

Ami mendengus sebal
"Ami kan tadi sebenarnya mau curhatt, Dinda hiksss"gerutu Ami kesal

Pagi ini Ami sengaja keluar dari rumah, ia ingin sedikit membuang kegalauannya dengan menghirup udara pagi yang segar serta berlari-lari ditaman.

Sekitar dua kali putaran Ami pun berhenti,ia mengedarkan pandangannya lalu tertarik dengan abang es krim yang sedang duduk berteduh menunggu pembeli dibawah pohon mangga.

Ami seketika mengingat Putra, ia sangat ingat dimana Putra selalu menyenangkan hatinya dengan membelikan semua es krim kesukaannya. "Ami rindu Putra"batin Ami

Ami berlari mendekati abang es krim tersebut,lalu dengan semangatnya ia segera memilih dan mengambil es krim yang ia sukai.

Saat hendak membayar es krim itu, tiba-tiba ada tangan mungil yang dengan seenaknya mengambil es krim itu dari tangan Ami.

"Azka mau ini, ini es krim milik Azka."ucap anak berusia tujuh tahun itu pada kakaknya (Aril)

"Eh itu es krim punya kakak"cerocos Ami

"Es krim lo buat adek gua aja,lo boleh ambil yang lain.Biar gua yang bayar"ucap Aril

Ami mengernyikan keningnya mencoba mengingat wajah lelaki yang ada didepannya sekarang "Lo abang  yang kemarin nabrak mobil Ami kan?"terka Ami

"Yang ada mobil lo yang nabrak gua"

"Bodo, kembaliin es krim kakak yah dek"ucap Ami mencoba menggoda Azka

"Gamau,bleeee"balas Azka dengan menjulurkan lidahnya kearah Ami lalu kemudian ia bersembunyi dibelakang sang kakak

Ami mengerucutkan bibirnya

"Ih, kakak sama adek sama aja yah.Sama-sama nyebelin.Ini hari yang paling keramat buat Ami hiksss"ucap Ami kesal lalu segera pergi dari tempat tersebut

Melihat punggung Ami yang sudah  jauh, Aril pun tertawa "Dasar cewek gila"batinnya.

______________________________________
Update lagi:)
Jangan lupa baca yahhh!!!

Jangan lupa vomentnya oke👍

See you

My Cold Boyfriend [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang