29. Mine [END]

1.5K 143 57

Keylo menghembuskan nafasnya pelan, ada hal yang aneh yang mengganggunya pagi ini. Seperti sekarang, sebuah bunga melati di tabur asal di atas ranjang kosan nya. Keylo kesal, ia menggembungkan pipinya sebal.

"Kerjaan siapa ini?!" Ucap Keylo garang, ia melangkahkan kakinya ke kamar Kevan. Keylo tau setiap hal aneh yang terjadi di hidupnya pasti di ciptakan oleh Kevan! Cuma cowok itu satu-satunya makhluk pluto aneh yang di utus tuhan untuk membuat Keylo uring-uringan.

"Kevannnnnn!"

Keylo menggedor-gedor pintu kosan Kevan. Membuat Bima yang sedang nangkring di ruang tamu pun menoleh heran.

"Kunaon Key?"

"Itu si Kevan nyebelin njir! Dia bikin kasur gue berantakan!"

Bima terkekeh geli. Ia menyeruput es kelapanya dan mulai melangkahkan kakinya menuju Keylo.

"Barusan gue liat Kevan keluar.."

"Keluar kemana???"

Bima hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu, membuat Keylo menghembuskan nafasnya kasar.

"Ck! Si kampret keluar kandang gak bilang-bilang!"

"Dia bilang kok.."

"Katanya gak bilang! Kemana????"

"Dia bilang mau ke luar, tapi gak tau kemana.. katanya lu duduk manis aja di ranjang kosan.. ntar juga dia pulang.."

Muka Keylo cemberut seketika, ia menghentakkan kakinya kesal dan berjalan gedebak-gedebuk menuju kamar kosan nya.

Sementara Kevan di luar sedang nangkring di toko cincin. Ia menghembuskan nafasnya pelan saat Noah dan Epan malah sibuk memilih-milih, sambil pacaran di sampingnya.

"Kyaaaaaaaaa ini lucu Noah!!"

"Epan suka?"

Epan mengangguk imut, ia memeluk tangan Noah erat. "Suka, tapi Epan lebih suka Noah.."

Noah tertawa lepas, ia mengelus rambut Epan lembut. "Nanti Noah beliin kalo Noah udah gede ya Epan, disini gak bisa ngutang soalnya!"

"Lu pikir warung!" Ucap Kevan jengkel. Dari awal ia ingin memilih-milih cincinnya sendiri, tapi emang dasar Noah itu tuyul! Saat Kevan sedang memilih cincin yang ia suka, Noah tiba-tiba muncul dan mengatakan.

"Selera om Kevan murahan!"

"Apa sih lu!"

Itu kali keduanya Noah mengucapkan kata itu, Kevan yang sedang menggenggam sebuah kotak cincin pun meletakannya spontan.

"Yang itu jelek om! Cih selera om murahan!"

"Andai lu anak gue, udah gue gugurin lu dari pas masih jadi janin.."

Noah menjulurkan lidahnya mengejek, ia memilih-milih lagi cincin di depannya dengan wajah berseri-seri.

"Epan bagus gak?"

"Wah bagus! Ih pilihan Noah bagus semua!"

"Kacangin aja gue terus, bocah sialan.." Kevan mendumel. Ia menatap cincin di depannya tanpa minat.

"Om Kevan marah kayaknya Noah! Epan takut, mukanya ceyemmm >~<"

Noah spontan menoleh ke arah Kevan. Nampak aura hitam kelam mengitari tubuh Kevan, membuat Noah merinding seketika.

"Weh bentar lagi kesurupan nih orang!"

"Kesurupan pala lu penyok!" Kevan melemparkan kursi di sampingnya spontan, membuat mbak-mbak penjaga toko cincin itu memundurkan tubuhnya ngeri. "Gue yang mau nikah! Bukan luuuuuu!!"

MY STUPID ENEMY [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang