1B. No One

175 40 13


Sorry typo.









Tok! Tok! Tok!

"Jinan, buka pintunya sayang.."

Jinhwan terlonjak kaget ketika mendengar suara hanbin diluar. Dia segera bangkit dan berlari kearah pintu, memutar kunci dan membuka pintunya.

"Bin!"

GREB!!

"Hiks, Hanbin-ah aku takut hiks hiks.." jinhwan memeluk hanbin dengan erat dan ketakutan, membuat pria tampan ini bingung.

"Ada apa? Kau takut apa? Jja, kita masuk dulu." hanbin mengajak jinhwan masuk kedalam kamar, tak lupa untuk menutup pintu.

Mereka duduk disisi ranjang, "Ceritakan padaku, ada apa?" Hanbin bertanya dengan lembut dan membelai rambut sang istri.

"Hiks tadi aku bermimpi menyeramkan Hanbin-ah hiks hiks. Aku takut.. "

"Jangan takut, ada aku disini." Hanbin melepaskan pelukannya pada Jinhwan agar dia bisa melihat wajah sang istri, "Aku ada disini, jangan takut. Aku akan selalu melindungimu, arraseo."

Jinhwan menunduk dan mengangguk, membuat Hanbin tersenyum, "Tatap aku.." lirihnya

Jinhwan mendongak dan menatap kedua mata Hanbin yang begitu teduh dan menenangkan.

"Jika terjadi sesuatu padamu saat aku tidak disampingmu, hubungi aku. Aku akan segera menyelamatkanmu, menyelamatkan istri tercintaku ini."

"Jika kau berada diluar kota atau luar negeri, bagaimana?" Jinhwan bertanya dengan polos, membuat Hanbin tersenyum dan merengkuh tubuh sang istri kedalam pelukannya.

"Kau harus tetap menghubungiku. Meskipun kau benar-benar dalam bahaya dan aku jauh darimu. Tapi, kau juga bisa menghubungi Donghyuk dan Lisa karena rumah mereka dekat dengan kita. Apa kau mengerti?"

Jinhwan mengangguk mengerti. Mereka terdiam untuk beberapa saat, hingga akhirnya si mungil mulai bersuara. "Kenapa kau pulang cepat? Apa ada yang tertinggal?"

Hanbin mengerutkan keningnya, "Aku sudah pulang sayang, ini sudah jam 7."

Jinhwan mendelik kaget dan menarik dirinya dari pelukan Hanbin, "Bagaimana bisa?! Berarti aku tidur sangat lama hari ini, aish jinjja! Aku harus membantu Kang ahjhmma untuk menyiapkan makan malam." Dia segera bangkit dari duduknya, namun sang suami berhasil menghentikannya.

"Besok pagi aku harus ke Busan, ada sesuatu yang janggal di proyekku."

Jinhwan kembali mendudukkan tubuhnya disamping sang suami, "Berapa hari?"

"Hanya sehari, aku tidak akan lama disana. Karena aku juga harus menyelesaikan bisnisku dengan Tn. Kop disini."

"Apa tn. Koo akan ikut denganmu ke busan?"

"Hahaha tentu saja tidak, dia harus menyelesaikan beberapa dokumen dan meeting di perusahaan."

Jinhwan mengigit bibir bawahnya, rasa ketakutan mulai menghampirinya kembali. "Bisakah aku ikut?"

"Aku hanya sebentar disana, jadi kau tak perlu ikut."

"Tapi aku takut dirumah.."

"Eh, aku sering meninggalkanmu dirumah karena pekerjaan. Jadi, kenapa harus takut eoh? Apa kau takut gara-gara mimpimu tadi?"

".............................."

"Kan dirumah ada Kang ahjumma dan Ahn ahjussi, terlebih juga ada tn. Koo disini. Kau bilang jika tn. Koo sangat ramah untuk diajak mengobrol."

[BinHwan]Melodi LamaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang