Hari Bersejarah

1.4K 57 2
                                                  

Hari ini Ami sangat bersemangat menuju kesekolah,saking semangatnya dia kesekolah dari jam 06.00 pagi.Kalian pasti udah taulah alasan Ami semangat kayak gitu kenapa haha:v

Ami berjalan menuju kelasnya dan alhasil kosong,belum ada satupun penghuni kelas itu yang datang.

Ami menghembuskan nafas panjang
"Apa Ami terlalu pagi banget yah datengnya? "ucap Ami menggaruk belakang telinganya yang tak gatal

Sekitar 15 menitan Dinda pun datang,dan yang paling ia kagetkan adalah sosok Ami yang sedang duduk didepan kelas mereka. Ini adalah hari pertama Ami datang sepagi ini, karna biasanya dia selalu terlambat dan tak pernah tepat waktu.
"Ini beneran Amikan ?ini bukan setankan? "tanya Dinda seraya mencolek-colek bagian tubuh Ami

"Dinda apaan sih, gak jelas"ucap Ami kesal

"Abisnya tumben banget lo dateng secepat gini, biasanya juga terlambat"balas Dinda

"Ami tadi lupa liat jam, karna terlalu semangat yaudah Ami suruh supir ayah buat anterin Ami kesini deh"jelas Ami

"Ini mah bisa dibilang hari bersejarah!!Seorang Amira Azzahra yang biasanya datangnya terlambat, tapi hari ini malah datang lebih awal.Sangat menakjubkan"ucap Dinda lalu menepuk-nepukan kedua telapak tangannya

"Kan Ami semangatnya karna mau ketemu sama pacar Ami"ucap Ami dengan menunjukkan cengir kudanya

"Baru juga sehari,udah alay aja"

"Udah ah Dinda diem!!Ami titip tas sama laptop Ami yah,soalnya Ami mau keparkiran dulu"jelas Ami kemudian menyerahkan semua barang-barangnya kepada Dinda

Dinda mendengus sebal
"Mau ngapain lo keparkiran? "

"Mau nyamperin mbak siti sama gerobak gado-gadonya,yahh mau tunggu pacar Amilah.Dinda gimana sih"jawab Ami kesal dan langsung berlari meninggalkan Dinda

"Spesies gila lo"teriak Dinda keras

Ami segera berlari menuju area parkiran,dan saat ia sampai Ami juga melihat Putra yang sedang sibuk memarkirkan mobilnya

Ami berjalan medekati mobil Putra

Putra yang baru turun dari mobil mengernyitkan keningnya bingung dengan keberadaan Ami yang sudah ada tepat didepannya

Ami tersenyum melihat Putra "Pagi Pacar Ami"sapa Ami

"Pagi"jawab Putra singkat dan langsung berjalan deluan meninggalkan Ami

Ami menatap punggung Putra dengan tatapan tak percaya "Putraaaaaaa"teriak Ami berlari mencoba mensejejerkan langkahnya dengan langkah Putra

"Hm"

"Hm hm mulu dari dulu,sebenernya Ami pacaran sama Putra atau sama Nisa Sabyan sih? "gerutu Ami kesal seraya menghentak-hentakkan kakinya ditanah

Putra terkekeh kecil "Udah cepetan jalannya"ucap Putra melirik Ami sebentar lalu kemudian berjalan kembali

Ami menarik napas panjang "Ya allah tolong sabarkanlah hati Ami yang baik dan cantik ini"ucap Ami seraya mengelus-elus dadanya sendiri

Ami segera berlari mengejar Putra

"Putra"teriak Laras yang membuat Putra dan Ami seketika menoleh kepadanya

Laras berjalan mendekati Putra

karna tak mau kalah dengan Laras,Amipun segera berlari dan berdiri disamping Putra

"Kenapa? "tanya Ami sinis

"Gua gak ada urusan sama lo Ami, minggir lo!"ucap Laras mendorong bahu Ami

"Lo yang minggir"ucap Putra singkat dan langsung menarik tangan Ami pergi dari hadapan Laras

Laras menaikkan alisnya bingung "Putra kenapa narik tangan Ami? Mereka berdua pacaran?gak mungkin.Iihhh dasar cewe murahan!!"batin Laras kesal

Sekarang mereka berdua sudah sampai didepan kelas Putra, karna melihat kelasnya yang masih kosong Putra lalu mengajak Ami duduk dikursi panjang depan kelasnya

"Jangan pernah ladenin Laras lagi"ucap Putra yang mendapat anggukan paham dari Ami

"Putra marah yah? "tanya Ami pelan

"Gak"

Ami menarik nafas lega

"Putra"

"Apa? "

"Entar malam kan malam minggu, kita jalan yah"ajak Ami antusias plus dengan menunjukkan puppy ayes miliknya

"Ngapain? "tanya Putra singkat seraya mengambil ponsel dalam kantong celananya dan kemudian memainkannya

Ami mengerucutkan bibirnya kedepan "Yah buat kencan lah"

"Oohhh"

"Kok cuma oh sih"

"Hm"

"Akh Putra nyebelin!!pacaran sama gak pacaran sama aja yah dinginnya" gerutu Ami kesal dan langsung mau berdiri pergi dari hadapan Putra

Putra terkekeh geli dan segera menarik tangan Ami
"Marah? "tanya Putra

"Gak"ketus Ami

"Masak"ledek Putra

"Ih tau ah gelap"

"Jam 7 nanti gua jemput"ucap Putra dengan senyum tipis diwajahnya

"Beneran? "tanya Ami antusias seraya menarik-narik tangan Putra

"Iya"

"Yessss"

"Tapi pulang sekolah nanti gua gak bisa anterin lo,soalnya ada rapat osis mendadak. gppkan? "

"Oke!Gpp kok.Kalo gitu Ami mau kekelas dulu yah. dahh putra"Pamit Ami seraya melambai-lambaikan tangannya ke arah Putra

Melihat punggung Ami yang sudah mulai jauh, Putrapun menarik nafas panjang "Arghhh gimana nih!!gua mana tau kencan.Pacaran aja baru kali ini"gerutu Putra mengacak rambutnya frustasi

______________________________________
Hurraaaahhhhhh aku datang wkwk :v

Jangan lupa vomentnya yahhhh :*

Typo? Udah biasa😂

See you

My Cold Boyfriend [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang