1,2,3

1.5K 66 5
                                                  

Ami segera melap sisa-sisa air matanya yang masih ada diwajahnya, dengan sedikit tenaga yang tersisa ia keluar dari kelas Putra menuju ke kelasnya sendiri.

Diperjalanan menuju kelas Ami masih saja memikirkan kata-kata yang dilontarkan oleh Putra tadi kepadanya

Ami menghembuskan nafas kasar "Apa ami harus berhenti sekarang juga? Tapi Ami gak bisaa"batin Ami menolak

Dinda yang melihat wajah Ami yang bengkak dan jalannya yang lesuh jadi heran dan langsung berdiri mendekati Ami

"Lo habis nangis yah? "tanya Dinda yang tak mendapat jawaban dari Ami

Ami langsung memeluk erat tubuh Dinda, menumpahkan semua kekecewaannya kepada sahabatnya itu.Ia menangis terisak-isak mengingat semua kata-kata Putra tadi kepadanya

Dinda mengerutkan keningnya "Ini pasti ulah Putrakan? "terka Dinda

"Putra nyuruh Ami buat jauhin diaa"jawab Ami

"Yaudah,mulai sekarang jauhin dia"ucap Dinda mengelus-elus pundak sahabatnya itu

Ami menggelengkan kepalanya
"Ami gak bisa Dinda"

"Lo bisa Ami, jangan nyiksa diri lo sendiri"

Ami melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Dinda "Ami gak bisa,dan Ami gak mau"teriak Ami yang membuat semua penghuni kelas menatap mereka berdua bingung

"Biar gua yang ngomong sama Putra"ucap Dinda dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Ami

Ami melongos pasrah melihat punggung Dinda yang sudah jauh

"Putra"panggil Dinda yang melihat Putra mondar-mandir didepan kelasnya dengan rambut yang acak-acakan

"Lo apain Ami? "tanya Dinda kasar

Tak ada jawaban dari Putra

Dinda menghembuskan nafas panjang
"Lo gak bisukan Putra? Lo apain Ami Kenapa dia bisa nangis kayak gitu? "

"Gua cuma bilang sama dia buat jauhin gua"jawab Putra

"Gua tau kalo lo gak suka sama dia, tapi jangan bikin dia sampe nangis juga kali"ucap Dinda emosi

"Dinda stop! "ucap Ami mendekati mereka berdua

"Dinda jangan marah sama Putra, kasian Putranya. Ami gak suka kalo Dinda kayak gini sama Putra."ucap Ami menarik tangan Dinda

Dinda menghempas kasar tangan Ami
"Lo Kenapa masih belain dia?Dia tuh udah bikin lo nangis bego. Dia tuh gak punya hati"jelas Dinda menatap sinis wajah Putra

"Putra gak salah tapi Ami yang salah,Ami bodo.Ami terlalu terobsesi biar bisa pacaran sama putra. Maafin Ami ini semua gara-gara Ami"ucap Ami menunduk

Putra yang melihat Ami seperti itupun menjadi iba
"Maafin gua Ami"ucap Putra

Ami mengangkat kepalanya
"Putra gak salah kok"ucap Ami dengan sedikit senyum diwajahnya

"Kenapa minta maaf? Rasa iba lo baru muncul ya? Mangakanya punya hati tuh jangan kayak batu. Yaudah Ami kita pergi dari sini"ucap Dinda menarik tangan Ami pergi dari hadapan Putra

Putra mengangkat alisnya sebelah
"Gua harus jujur sekarang juga"batin Putra

1

2

3

"Gua suka sama lo Ami"teriak Putra yang membuat Ami dan Dinda langsung menoleh kebelakang

"Haaaaaahhhh? "kompak Ami dan Dinda heran

"Putra serius? "tanya Ami tak percaya

"Iya gua serius"jawab Putra

Ami berjalan kembali mendekati Putra

"Putra nembak Ami? Ami gak salah dengerkan? "tanya Ami lagi

"Gua suka sama lo Ami, lo maukan jadi pacar gua? "jelas Putra yang membuat Ami kaget tak percaya

"Putra nembak Ami bukan karna kasiankan?"

"Bukan! Gimana lo mau? "tanya Putra

Ami sekilas melirik Dinda

"Terserah lo"ucap Dinda tersenyum

"Ami mau sih, tapiiiiii"ucap Ami

"Tapi apalagi? "tanya Putra bingung

"Tapi Putra harus panggil Ami sayang dulu hehe"jelas Ami

Mata putra terbelalak sempurna
"What? "

"Panggil sayang dulu,baru Ami jawab"ucap Ami

Dinda terkekeh geli melihat tingkah aneh sahabatnya itu

"Gak ah"tolak Putra

"Ish Putra"

"Lain kali aja"

"gamau"

Putra memutar bola mata malas
"Sayang, udahkan? Jawab sekarang"ucap Putra pelan.jujur ia sangat malu,baru kali ini dia berperilaku sok manis seperti ini dihadapan cewe.

"Ya pasti maulah hehe"jawab Ami dengan senyum yang lebar menghiasi wajahnya

Melihat Ami yang terlihat bahagia seperti ini Putrapun tersenyum
"Maafin gua soal tadi udah buat lo nangis"ucap Putra

"Gpp, kan yang penting ditembak"ucap Ami dengan cengir kudanya

Putra yang melihat tingkah aneh Ami pun merasa gemas lalu mengacak-acak rambut Ami "Manusia ajaib"ucap Putra

"Khemmm, kelas udah mau masuk kayaknya"timpal Dinda yang membuat Ami sedikit memajukan bibirnya kedepan

"Dinda ganggu ah"kata Ami melirik sinis wajah Dinda

"Yaudah sana masuk kelas,pulang nanti gua anter" ucap Putra

Ami pun hanya bisa mengangguk pasrah "Siap bos"ucap Ami dengan Pose hormatnya

______________________________________
Akhirnyaaaaaaaa:)

Jangan lupa vomentnya yah:*

See you





My Cold Boyfriend [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang