1. Tak Kenal Maka Tak Sayang

2.2K 270 33

homey: having a feeling of home; cozy and comfortable.

Rumah bukan hanya sebuah bangunan struktural, melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. Rumah dapat dimengerti sebagai tempat perlindungan, untuk menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah harus menjamin kepentingan keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan tetangganya, dan lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya. (Frick,2006:1)

Sama seperti rumah pada umumnya, rumah bernomor tiga belas yang mereka sebut dengan rumah bangtan alias rumah yang katanya berisi Abang-abang tampan ini berfungsi sebagai tempat tinggal sebuah keluarga. Bedanya, keluarga ini bukanlah keluarga yang terikat dalam hubungan darah melainkan persamaan nasib sebagai anak rantau yang tengah menimba ilmu di Ibu Kota. Diisi tujuh mahasiswa dari sebuah Universitas yang sama membawa latar belakang, karakter, watak, kebiasaan sampai kisah cinta yang berbeda. Di rumah bangtan, mereka menemukan definisi dari homey yang sesungguhnya.

Penghuni Rumah Bangtan

Arjuna Aria Wirawan

Lebih akrab disapa Jun. Mahasiswa FBS tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Sangat menyukai literatur dan musik. Hobinya jalan-jalan mengunjungi taman dan tempat-tempat bernuansa alam untuk mencari inspirasi dan ketenangan, maklum cita-citanya jadi penulis buku sastra atau poems. Pada masa awal kuliah disegani oleh mahasiswa lain karena potongan rambut undercut dan penampilannya terlihat sangar, padahal aslinya sih soft banget. Di awal semester 6 mengganti gaya rambut dan langsung jadi idaman para maba ketika jadi ketua pelaksana acara jurusan. Ceroboh! Pelaku utama atas barang-barang yang rusak di rumah bangtan. Meskipun bukan yang paling tua di rumah bangtan, tetapi punya pemikiran dewasa dan jiwa leadership yang kuat. Efek pernah jadi ketua OSIS saat SMA. Salah satu penghuni pertama rumah bangtan, tinggal di sana sejak semester satu.

Arsena Ferdiansyah

Si ganteng yang super tajir. Arsen sangat sadar diri kalau dirinya itu ganteng jadi kadang suka sombongin diri walaupun in fun way. Contohnya lagi beli martabak terus suka iseng nanya, "Bang ini nggak ada diskon khusus cogan apa?". Penghuni tertua di rumah bangtan dan hobinya makan. Tapi untungnya pinter masak dan secara teknis jadi chef di rumah bangtan. Satu-satunya penghuni yang sudah lulus kuliah dan sudah jadi salah satu mas-mas kantoran ganteng SCBD. Sebetulnya Papinya Arsen ini orang penting di salah satu perusahaan elektronik terkemuka di Indonesia, tapi Arsen orangnya sangat down to earth dan memilih untuk memulai sendiri karirnya dari nol. Meskipun masa depan sudah terjamin cerah tapi kini sedang melanjutkan program S2 sambil kerja. Tapi namanya manusia tidak ada yang sempurna. Arsen nih punya selera humor anjlok dan receh banget yang jomplang sama wajah tampannya. Tapi karena selera humornya itu, Arsen jadi disayang bapak-bapak komplek sekitar. Ohiya alasan lainnya juga karena Arsen rajin shalat jamaah di masjid komplek, jadi seringnya nongkrong sama bapak-bapak dan selera humornya cocok. Bukan hanya bapak-bapak, Arsen juga rebutan ibu-ibu komplek buat dijadiin mantu. Sayangnya Arsen sudah punya tambatan hati sejak usianya dua puluh tahun.

Yugi Surya Ardiwilaga

Tertua ke dua di bangtan, usianya beda setahun sama Arsen. Hidupnya 40% diisi tidur, 60% musik. Mahasiswa tingkat akhir seni musik. Sangat passionate terhadap musik, pokoknya kalau sudah bahas soal producing musik dia bisa lupa segalanya. Cita-cita pas SD adalah jadi guru musik sejak dapat ekskul Angklung dan ansamble. Tapi begitu dewasa cita-citanya berubah jadi produser musik. Semester 6 berhasil diterima magang di sebuah label rekaman ternama di Indonesia, selesai magang langsung ditawari posisi tetap jadi produser di sana. Kini di semester akhir masa kuliahnya sudah jadi produser muda dengan puluhan judul lagu yang beberapanya dinyanyikan penyanyi terkenal. Satu-satunya penghuni rumah bangtan yang punya dua kamar di rumah bangtan, salah satunya diubah jadi studio untuk menciptakan lagu. Kelihatan cuek dan galak karena wajahnya yang minim ekspresi dan ucapannya to the point, padahal orangnya perhatian tapi gengsi kalau nunjukkin rasa perhatiannya terang-terangan. Lebih sayang musik daripada pacar, mungkin karena nggak punya pacar sih. Punya satu sahabat perempuan sejak SMA dan semua orang sudah tahu kalau mereka saling sayang kecuali merekanya sendiri. Friendzone tapi nggak mau ngaku.

Rumah Abang Tampan [Completed√]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang