Chapter -8. Menghindar

31 22 12

Suasana di kelas tampak sepi hanya ada tas-tas anak kelas yang berserakan di atas meja mereka masing-masing.

Jam pelajaran pertama adalah mata pelajaran olahraga dimana anak-anak di wajibkan untuk belajar di lapangan.

Diara menuju kelapangan dengan rambut di kuncir satu , baju yang ketat nampak perfect dilihat , ia duduk di dekat temannya namun ia tidak bergabung di geng sahabatnya tersebut..

Saat Tania melihat Diara yang mendadak aneh menghindar hari itu.. Tania pun pergi dari kedua sahabatnya Adan Aron . Ia mendekati Diara.

Saat Diara tau Tania ingin mendekatinya...

"Pak izin ke wc." Menunjuk tangan dengan tatapan menuju ke pak guru yang terbilang Ganteng dan muda , Diara langsung tegak dan berbalik ke Arah Wc di sudut Gedung A.

"Pak ikut izin ke Wc." Jerit Tania yang mengikuti cepat langkah Diara..

Sangat cepat Diara melangkahkan kakinya ke Arah wc namun pikirannya berubah dan melangkahkan kakinya langsung ke kelasnya yang tak jauh dari lapangan tadi.

"Ra.. tunggu!!" Jerit Tania yang sedikit lemas karena mengejar cepat langkah Diara.

Diara tak menghiraukan panggilan sahabatnya ia tetap fokus berjalan menuju kelas , sesampai di kelas.

"Ra, kamu tu kenapa sih? Masih nyangut paut masalah kemarin ya? tentang Aron yang mulutnya lebos itu ya?" Tangan Tania memegang bahu Diara .

"Gak !"

"Lah terus?"

"Gak tau!"

"Yok gabung lagi, Gausah malu karna kejadian kemarin , Dia ya dia , dia ga suka ga juga buat kami jadi ga suka sama kamu ra.."

"Hmm...Ga yangka gitu amat dia sama gue tan."

"Udah ah ga usah di pikirin lagi kalau tambah banyak pikiran nanti kambuh gimana?"

"Udah, yok kelapangan lagi udah di tungguin pasti kita.." Ajak Tania.

"Mmm Yok..."

Sedikit demi sedikit Diara hampir melupakan kejadian malunya itu berkat sahabat nya yang pengertian membuat Diara perlahan melupakan kesedihannya.

***
Diara Pov

Saat aku santai dengan Tania, sodoran tangan putih , berisi , namun tidak gemuk dan kelihatan bening itu tepat di depan mukaku dengan memegang sebotol Air minum .
Sempat aku mengalihkan mata ke pandangannya yang melihatku duduk dengan lutut kotor penuh debu.

"Nih ," Seru Adan dengan mata sipit dan tajam ke arah ku.

"Un-untuk aku? Beneran?" Tanyaku , sempat bingung.

"Iyalah, ohiya ntar aku pulang sekolah dengan Alula yah kamu naik angkot aja."

"Makasih, Ha!" Jerit Diara

"Gilak lu dan ." Sentak Tania.

"Dia maksa, ga di turutin nanti aku di ancam jadian sama dia lagi , ogah lah."

"Tu anak udah main ancam aja , yaudah turuti aja." Jawab Diara.

"Yaudah ."

"Oke."

"Aku pulang dengan Diara!." Sentak Aron yang penuh keringat bercucuran dan menatap ke Adan.

Spontan Diaran jawab "Gak!?"

Tania pun menjawab "Yaudah sama aku ya ron."

"BERTIGA!!" Sentaknya lagi membuat mereka di sekitar Aron kaget semua.

Kasar banget ni cowok! Main sentak-sentakan terus. Batin Diara.

Lalu Adan pulang bersama Alula dan Geng Alay.
Sedangkan Diara dan geng pulang bertiga.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke Don't forget Voment🖤
singkat dulu aja lg ga mood😋

Hi DIARA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang