20. Tomorrow With You (End)

73 9 13
                                          

Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

"PINDAH?!" Ulang Lola, memastikan ia tak salah dengar barusan. Hansel mengangguk mantap. Mana mungkin ia bohong, toh itu fakta. Anta memang sudah pindah, seperti yang cowok itu bilang minggu lalu. Kalau ia akan pindah sekolah mulai Rabu ini. "Ke-kemana?,"

"Luar negeri," sahutnya. "Lo nggak tahu?," Lola langsung lari keluar. Tak menjawab lebih dulu. Ia benar-benar terpukul akan kabar itu. Bagaimana bisa Anta tak memberitahukan hal sepenting itu padanya? Bagaimana bisa, setidak pentingkah Lola bagi Anta sampai tak mau memberitahu? Kalau memang tidak pernah ada rasa, kenapa harus mengajaknya pacaran? Ahh tidak, mungkin saja Hansel berbohong.

Lola menyeka air matanya. Tanpa sengaja ia menabrak seseorang. "Mata mana, mata simpan dimana huh? Simpan dirumah, sialan. Basah baju gue anjir!" Lola tak menghiraukannya. Ia langsung lari begitu saja. "Minta maaf kek!" Gerutunya kesal, menatap punggung Lola. "Ah elah, gue udah kek bakteri aja. Nggak keliatan!"

***

I’m on a Hellevator
My Hellevator
I’m on a Hellevator
My Hellevator
I’m on a Hellevator

Cakra berhenti menyanyi. Ia menatap Lola kesal. Dari tadi cewek itu hanya diam, diam dan diam saja. Padahal ia dan Leon rela-rela ke tempat karauke yang bisingnya minta ampun agar Lola senang, mengingat cewek itu suka sekali menyanyi. Dan ia juga sudah susah payah menghapal lirik lagu Hellevator milik salah satu boyband Korea kesukaan Lola itu. Bukannya senang, Lola justru semakin nampak sedih.

Ini sudah memasuki hari ke 4 Lola bertingkah seperti ini. Entah kenapa, tapi Cakra yakin, Anta penyebab adiknya seperti itu. Pasti kabar Anta pindah, membuat Lola sakit hati. Apalagi sampai detik ini, Anta belum ada kabar sama sekali.

"Ganti lagu pe'a. Orang lagi broken heart juga," Leon menjitak dahi lebar Cakra, membuat si Empu merenggut tak terima. Karena Cakra masih tak kunjung mengganti lagu, Leon bangun lalu menggantinya. Setelah musik terdengar, Leon pun bernyanyi ria. Sengaja ia memilih lagu ini, tanpa perlu Lola sadari kalau ia menyindirnya.

Aku tak mengerti
Apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah
Begitu hebatnya
Aku mencintaimu
Lebih dari yang kau tau
Meski kau takkan pernah tau

Suara Leon mengalun dengan indahnya. Lola mendelikan mata, Leon cengengesan. "Lanjut Cak,"

Aku persembahkan
Hidupku untukmu
Telah ku relakan
Hatiku padamu
Namun kau masih bisu
Diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara

Suara berat Cakra membuat Leon menutup kuping. Jenis suara seperti ini lebih cocok menjadi Rapper bukan Vocalis, apalagi lagu yang diputar sekarang, menye! "Lanjutin La," bukannya melanjutkan, Lola justru memilih diam. Ia paham, sangat amat paham dengan maksud kedua Abangnya ini. Lola tidak sebodoh itu sampai tak sadar kalau 2 orang ini tengah menyindirnya. Kurang ajar, semoga aja mereka merasakan apa yang tengah rasakan sekarang. Saat keinginannya itu terwujud, Lola akan balas mempermainkan mereka, awas saja.

Leon dan Cakra bertatapan. Lalu serempak mereka menyanyi.

Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang