19. Anta Kenapa?😟

63 6 4
                                              

Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

"DIREAD juga enggak," Lola melempar pelan ponselnya diatas selimut. Akhir-akhir ini ia jarang mendapat kabar dari Anta. Kemarin saja, saat pulang Anta tak mengantarnya seperti biasa. Dan menyedihkannya, Anta justru mengantar pulang Puput, si anak olimpiade. Satu mata pelajaran dengan Anta, Fisika.

Bukannya Lola mau cemburu, tapi setidaknya Anta mengasih tahunya kalau dia akan mengantar Puput pulang. Untung ia bisa memahami suasana, kalau Lola seperti cewek alay diluaran sana, pasti akan cemburu melihat cowoknya mengantar pulang cewek lain, sedangkan pacar sendiri pulang naik angkutan umum.

Lola heran, Anta sedang apa sekarang? Makan, belajar, duduk, tidur, rebahan atau memikirkannya juga, sama seperti ia tengah memikirkan cowok itu. Lola beranjak dari duduknya, sudah 3 menit ia menunggu balasan, tapi diread saja tidak. Anta serius atau tidak sih padanya?

Cepat Lola menggeleng. Tidak boleh, ia tidak boleh meragukan cinta Anta. Mau bagaimana pun, dia adalah cinta pertama Anta, begitu sebaliknya. Tapi... aish sudahlah. Kalau Anta juga mencintainya, setidaknya chatnya diread saja, itu sudah membuat Lola bahagia.

Lola duduk dimeja belajar. Teringat kalau besok ada mata pelajaran Geografi dan ada PR. Setelah mengambil buku Latihannya, Lola mulai menyibukan diri untuk mengerjakan PRnya. Tak terasa waktu bergilir dengan sendirinya. Bergerak cepat sampai Lola sendiri terkejut saat melirik jam kecil berbentuk kepala Panda lengkap dengan warna khas Panda itu. Tertera disana pukul, 23.08. Lola menguap hebat. Ia meregangkan otot-ototnya.

PRnya belum selesai. Tapi Lola sudah mengantuk. Nanti subuh saja ia melanjutkan PRnya. Lola merapikan buku-bukunya, tapi notifikasi chat menarik perhatiannya. Lola menatap ponsel yang masih tersimpan diatas selimut sana.

Anta Ganteng❤️

Bisa keluar sebentar, gue depan rumah lo
|23.10

Lola melompat-lompat kegirangan, setelah memeriksa ponselnya.  Akhirnya ada kabar juga. Dibukanya tirai jendela, lalu menatap kebawah. Tepat saja, Anta berdiri disamping mobilnya. Lola mengetik balasan, setelah 2 centang abu-abu itu berubah biru, pertanda sudah dibaca, Anta mendongak kearahnya. Lola membalas senyuman itu.

Anta melambai-lambaikan tangannya dengan senyum yang semakin melebar. Lola gemas melihatnya. Ia menutup tirai itu dan berlari keluar kamar.

***

Sial! Lola mengumpat kesal melihat Cakra yang tertidur disofa depan Televisi sana. Kalau begini, bagaimana cara ia menemui Anta? Cakra tak menyukai Anta, Lola tak tahu alasannya apa. Saat Lola bertanya, Cakra hanya diam, tak mau menjawab. Menyebalkan emang.

Perlahan Lola turun, berjalan pelan agar Cakra tak sadar kalau ia ingin keluar. Bisa bahaya kalau Cakra sampai tahu kalau Lola ingin menemui Anta. Lola menggigit bibirnya saat ia harus melewati Cakra, bahkan ia menahan napas, agar Cakra benar-benar tak sadar. Tapi seketika Lola membeku dipijakannya saat suara berat Cakra terdengar.

"Bakal gue hajar tuh cowok. Pasti Yon, pasti!" Lola mengumpat, lalu menoleh kearah Cakra. Cakra belum tidur? Ahh tamat sudah riwayatnya. Tapi senyum Lola mengembang setelah itu. Cakra hanya mengigau ternyata. Syukurlah. Lola mendecak kesal, segitu tak sukanya Cakra pada Anta sampai kebawa ngigau pula. Apa salah Anta coba? Tapi sudahlah, tak penting memikirkan itu, sekarang ia harus cepat keluar dan menemui Anta. Tak baik membuat cowok ganteng menunggu terlalu lama!

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang