17. End Sebentar Lagi, Kok Masalahnya Belum Kelar Yah?😐

46 5 0
                                                  

Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

"GUE ikut!"

Cakra menarik lengan Lola, lalu menatap Anta tajam. Mustahil baginya mempercayakan Lola pada cowok kek Anta. Ia belum mengenal cowok ini lebih dekat, jadi sulit untuknya percaya dengan mudah. Lola mengerjap, lalu melirik Anta. Cowok itu hanya diam, menatapnya datar seperti biasa. Lola meneguk saliva, ya tuhan Lola harus bagaimana sekarang. Tak mungkin ia mengiyakan permintaan Cakra, ini kencan pertama mereka. Dan tak mungkin pula Lola menolak, ia tak bisa melakukannya. Apalagi pada Cakra. Coba yang meminta barusan Leon, Lola pasti tak akan pikir-pikir dulu, sudah pasti akan Lola tolak tanpa belas kasih.

Tak menunggu jawaban lebih dulu, Cakra langsung masuk kemobil Anta, dan duduk dibagian depan. Lola cengengesan, menatap Anta yang diam sedari tadi.

"Jadi nggak sih? Sampe kapan mau berdiri disitu? Pegel pantat gue anying!" Teriak Cakra dari dalam, mengeluarkan kepala dari kaca mobil. Lola melotot, menatap Cakra geram. Ini cowok sudah nyusahin, nyebelin pula! Rasanya Lola ingin sekali melenyapkannya. Biar Bumi tidak menampung manusia seperti Cakra.

Anta masuk mobil, Lola pun dengan perlahan membuka pintu mobil bagian belakang. Padahal ia sudah menyusun rencana untuk mengahiskan waktunya dengan Anta berduaan saja. Berdua, tanpa ada yang mengganggu. Memang benar kata orang, jika kita hanya berdua saja, pasti akan ada yang ketiganya, setan. Dan setan itu kini berada dalam tubuh Cakra!

Baru saja Lola memasukan sebelah kakinya kedalam mobil, dan ia langsung berteriak histeris saat melihat seseorang yang tengah tertidur dengan wajah tertutup sapu tangan dalam mobil. Anta dan Cakra otomatis menoleh kebelakang, kearah Lola yang masih histeris dengan sebelah tangan memegang dada.

Cowok yang tengah tertidur itu menguap hebat. Meregangkan kaki dan tangannya. Lalu menarik sapu tangan yang ia gunakan untuk menutup muka. Pancaran sinar matahari membuatnya tidak bisa tidur tadi, jadi ia tutup saja wajahnya dengab sapu tangan. Cowok itu memasukan sapu tangan kedalam saku celana, lalu tersenyum manis kearah Lola. "Udah nyampe?"

"Hah?" Lola melongo, menatap Leon yang bertanya dengan wajah yang kelewatan bego itu.

"Gue ikut juga dong. Mau jalan-jalan 'kan?!"

Lola menatap Anta, dan Anta hanya menggeleng-geleng saja. Tidak Lola, kedua Abangnya juga sama saja ternyata. 3 saudara paket komplit.

"Setannya kok jadi dua ya? Padahal niatnya mau jalan-jalan manja sama pacar. Ihh, tuhan nggak adil!" Kesal Lola mendramatisir.

***

Lola tersenyum, menatap Anta yang berjalan disampingnya. Senyum itu menular, Anta mengacak pelan rambut Lola, sampai tatanan rambut Lola berantakan. Didepan sana, ada beraneka jenis binatang. Ya, mereka ke Kebun Binatang. Kesan kencan pertama Lola yang begitu menyedihkan. Padahal Lola sudah senang sekali tadi. Karena sebelum berbelok kejalan menuju Kebun Binatang, ada tempat wahana menyenangkan. Lola pikir mereka akan kesana, nyatanya tidak! Reality memang pahit rasanya!

"Mirip lo Yon!!" Cakra menunjuk kearah Buaya, dan langsung dihadiahi jambakan oleh Leon. Cakra meringis. "Bedanya, ntuh Buaya air tawar. Lah lo, Buaya darat!!"

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang