16. Semudah Itu Kah Ferguso?!🙃

90 13 0
                                              

Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

HEMBUSAN angin sore bertiup dari segala arah. Anta dan Ega masih berdiri di sana. Sudah kurang lebih dari 20 menit, mereka berada disana--rooftop Guidance Junior High School. Waktu SMP, Anta, Gema, Hansel, juga Ega sekolah disini. Keheningan menyelimuti keduanya. Pikiran mereka terus tertuju pada kabar tadi siang. Setelah cukup lama waktu berlalu, kini mereka kembali terjerat masalah 4 tahun lalu.

Ega menoleh, menatap Anta yang masih setia menutup kedua matanya, dengan sebelah tangan yang di masukan ke saku celana. Senyum terbit di wajah Ega. Sangat tipis, sampai tak terlihat. "Jadi," ia angkat bicara. Membuat Anta yang tadinya diam, dengan kedua mata terpejam, langsung menoleh. "Semua berawal disini" lirihnya.

"Ega, tolong aku!!"

Teriakan cewek bermata bulat itu semakin terdengar ketakuatan, membuat Ega yang dari tadi terus berusaha menarik cewek itu agar tak jatuh, semakin bergemetar.

Ega mengerang kesakitan, sudah tak mampu menarik tangan cewek itu. Sudah 10 menit berlalu, dan selama itu, ia sudah berusaha menolongnya. Tapi tetap saja, ia tak mampu menarik cewek itu.

Tangisannya semakin memecah "Hiks... aku takut Ega!"

"Jangan nangis, lo buat gue takut tahu!" Keluh Ega, mencoba menarik lengan cewek itu sekuat tenaga. Tapi tetap saja, bobot cewek itu terlalu berat untuk ia bisa menariknya keatas.

Ega berteriak sekencang mungkin. Berharap akan ada yang lewat. Tapi tetap saja, tak ada yang mendengarnya. Mungkin karena bel pulang sekolah sudah berbunyi dari tadi. Sekolah pun sepi. Apalagi, posisi mereka sekarang di rooftop sebelah, bukan rooftop depan yang selalu menjadi tempat yang selalu ramai di kunjungi siswa.

Menoleh kiri kanan, Ega mencebikan bibir. Mulai merutuki dirinya, kenapa tak mampu menarik cewek ini! Dan ia semakin di buat kesal, karena cewek ini selalu saja menyusah kan hidupnya.

Suara langkah kaki yang cukup ribut menarik perhatiannya. Ega menoleh lagi, dan menghembus kan napas lega, saat melihat 3 teman cewek itu datang.

Anta, Hansel dan Gema langsung merapat ke arah Ega. Anta yang duluan berusaha mengganti posisi dengan Ega langsung tersentak saat Hansel lebih dulu mendahuluinya dan menarik kedua tangan cewek itu. Nampak sekali, tak mau mengizin kan ia dan Gema untuk menolong cewek itu.

Anta pun memilih membantu Ega saja. Ia merangkul cowok itu, berniat membawanya ke UKS.

Gema masih diam, menatap Hansel dan cewek itu, yang kini sudah aman. Tapi, ia masih berdiri diatas pembatas. Hansel mengulur kan tangan untuk membantu cewek itu turun. Saat cewek itu hendak menerima uluran tangan Hansel, Gema langsung menepis tangan Hansel.

"Gue aja!" Titahnya, berbalik ke arah cewek itu.

Hansel menautkan kedua alis tak terima. Ia menarik lengan Gema, memaksa cowok itu untuk menghadap kearahnya. "Maksud lo apa, huh?!" Kesal Hansel, mendorong pelan dada Gema.

Gema berdecak kesal. Tapi ia tak mau peduli. Ia berbalik, menoleh ke arah cewek itu dan mengulur tangannya.

Hansel yang tak terima langsung mengepal tangannya dan melayang kan 1 pukulan pada Gema. Yang otomatis membuat Gema terdorong kebelakang. Hingga tak sengaja mengenai cewek di belakangnya.

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang