15. Gara-Gara Lola!😖

61 13 21
                                          

Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

PARA  siswi XI A5 langsung berhamburan keluar kelas seraya berteriak histeris. Menarik perhatian murid-murid yang masih setia bergosip di depan koridor kelas masing-masing. Ada salah satu siswi yang berteriak seraya berlari menuju ruang BK, ada yang hanya berteriak dan memerintah murid lain untuk memanggil guru BK, dan ada juga yang malah mengabdikan kejadian itu dengan handphone masing-masing.

Tak mau heran dengan tingkah siswi-siswi itu, para murid langsung berlari masuk ke kelas A5. Saking banyaknya murid yang berlari masuk, sampai tak cukup ruang kelas itu untuk menampung seluruh siswa. Bahkan di jendela pun, sudah berjejer siswa-siswi yang mengintip. Saling dorong-mendorong.

Dan teriakan histeris para siswi terus menggelagar saat dua orang yang menjadi pusat perhatian itu semaking bertingkah.

***

Lola menatap Gema intens. Lalu membuang muka. Begitu pun sebaliknya. Walau Anta sudah mendamaikan mereka kemarin, tetap saja keduanya masih egois untuk memulai percakapan.

Keheningan itu berlangsung cukup lama. Sampai kedatangan Mars dan Adit menarik perhatian mereka.

Dengan raut cemas, dan rambut berantakan, Mars dan Adit menatap Lola dan Gema bergantian. Membuat yang di tatap semakin keheranan.

"L.., lo be..be..berdua, i.., ikut kami!!" Titah Adit terbata-bata. Ia menarik lengan Lola, dan Mars menyeret Gema.

***

Bugh!

Hansel menarik kerah kemeja Anta, setelah melayang kan satu pukulan barusan. Di tatapnya wajah Anta yang sudah memar. Apa lagi di pipi dan sudut bibirnya. Darah segar sudah keluar dari sana. Tak salah kalau siswi-siswi berteriak histeris tadinya.

Anta yang tengah duduk diam, dengan earphone terpasang di telinganya, langsung di hajar habis-habisan saat ia masuk dengan kesetanan. Entah apa yang merasuki Hansel, Anta tak tahu. Apalagi murid-murid itu. Mereka hanya bisa menduga-duga.

Anta berusaha mengelak dari setiap serangan Hansel, tapi apalah daya. Amarah Hansel belum kunjung reda. Jadi Anta biar kan saja, Hansel bertindak sesuka hati. Bahkan, tak ada niatan sedikit pun di hatinya untuk membalas Hansel.

Ia paham, Hansel pasti marah gara-gara kejadian kemarin. Entah siapa yang melapor kemarin. Atau mungkin, memang Hansel melihat sendiri, apa yang ia lalukan dengan Lola kemarin. Padahal, tak ada apa-apa. Anta kan, hanya bilang ada tempat istimewa. Di hati gue, buat lo! Itu saja.

Hansel melayang kan pukulan sekali lagi. Kini Anta sudah tak bertenaga untuk tetap berdiri. Tubuh Anta jatuh begitu saja, dan bukannya melepas kan Anta, amarah Hansel ternyata masih di ubun-ubun.

Satu pukulan sudah siap melayang, tapi tangan halus seseorang lebih dulu menahannya. Hansel menoleh, menatap cewek putih tinggi itu tajam.

"Lo gila ya?!" Cewek bernama Athena itu menepis tangan kekar Hansel dan mendorong tubuh Hansel yang sudah menindih Anta.

Athena memerhatikan wajah tampan yang sudah memar di beberapa bagian itu. Lalu mendelik ke arah Hansel "Lo kenapa, huh?" Sungutnya.

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang