13. Sisi Manis😊

85 30 17
                                          

Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

HANYA bisa mengerjap tak percaya. Lola heran, kenapa Anta sampai menunggunya seperti itu. Tapi siapa yang peduli, yang penting ia harus bersikap dingin pada Anta. Tak boleh lagi ada Lola yang pecicilan atau pun bertindak rendahan di depan Anta. Ia harus menjaga imagenya sebagai perempuan.

Walau sudah berpendirian, tetap saja, senyum manis tiba-tiba terbit di bibirnya. Melihat Anta yang menunggunya seperti itu, rasanya sangat menyenang kan. Lola melanjut kan langkahnya, tak mau lagi menatap Anta dari koridor X B-1 dengan sembunyi-sembunyi.

Senyum Lola semakin melebar, dan entah kenapa, saat Anta tiba-tiba menoleh, jantungnya serasa ingin copot. Lola berhenti mendekat, ia hanya diam, menatap Anta tanpa berkedip. Mungkin sudah biasa, kalau ia menatap Anta seperti itu, tapi ada yang lain kali ini.

Biasanya, Anta selalu merespon keberadaannya dengan raut tak bersahabat, tapi hari ini, kenapa Anta tersenyum ke arahnya? Walau tipis, tapi itu sangat manis, dan mampu membuat jantungnya berdebar-debar!

Lola masih mematung di tempatnya, melihat itu, Anta pun mendekat. Senyumannya semakin lebar, dan itu sungguh membuat Lola ingin pingsan di tempat!

"La.., gue boleh minta bantuan??" Suara Anta terdengar bersahabat. Dan entah kenapa, setelah mendengar sederet kalimat itu, Lola jadi kesal. Anta ternyata memanggilnya karena sedang membutuh kan bantuan.

Lola melengos kesal.

"Lo mau bantuin gue, kan?" Tanya Anta lagi.

Tak mau menjawab, Lola menatap Anta tajam. Mudah sekali meminta bantuan, mana tanpa basa-basi terlebih dahulu pula. Dasar gay!

"Lo nggak mau, yah?!" Suara Anta terdengar kecewa, raut wajahnya pun nampak lesu.

Lola masih tak bersuara, walau Anta sudah memasang tampang memelas seperti itu, tetap saja, seharusnya Anta tak langsung meminta bantuan seperti itu. Se-enggaknya, basa-basi sebentar saja.

Lola berdecih, setelah itu ia menabrak bahu Anta dengan sengaja dan masuk ke kelasnya. Tapi, belum sempat ia melangkah masuk ke dalam kelas, suara berat Anta terdengar. Sederet kata yang mampu membuat Lola terkejut dan juga bahagia.

***

Anta mondar-mandir di depan sofa, membuat Katya dan Virgo yang tengah menonton televisi, menjadi risi akannya.

"Bunga, cokelat atau boneka??" Gumam Anta, menggigit ibu jarinya. Ia berhenti bergerak, dan menghalangi tatapan Katya dan Virgo.

Anta berteriak frustasi, seraya menjambak rambutnya pelan.

Melihat itu, Katya dan Virgo saling beradu tatapan, merasa aneh dengan tingkah Anta. Gila saja, sudah bermenit-menit yang lalu Anta mondar-mandir tak jelas seperti itu, mana di depan televisi pula, kan tatapan mereka jadi tak fokus.

Anta duduk di tengah-tengah Katya dan Virgo.

"Lo napa dah?!" Tanya Katya, terdengar kesal.

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang