12. Jadi Pacar Gue, Seharusnya!😓

92 34 36
                                          

Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

"TAKDIR gue, emangnya kek gini! Jadi please, jauhin gue. Berhenti nguntit gue!!"

Apa katanya? Berhenti mengungtit? Mudah sekali Anta berkata seperti itu. Dan juga, apa maksudnya, sudah takdir? Dasar bodoh, apa dia tak tahu apa, kalau takdir itu bisa di ubah! Dengan seiring waktu, Anta pasti bisa berubah, tapi sepertinya bukan takdir yang salah, tapi keinginan dari Antanya sendiri, yang tak ada sama sekali.

Berani-beraninya menyalah kan takdir! Sumpah saja, Lola sangat tak suka dengan perkataan Anta tadi. Mungkin ada beberapa hal yang paling tak di sukai Lola, selain di bohongi, ia paling tak suka dengan orang yang mudah menyerah, dan lebih memilih meratapi hidupnya.

Tinggal bilang saja, kalau ia risi, eneg dan kesal setengah mampus, karena dirinya terus menguntit. Apa susahnya coba? Ah, Lola sampai lupa, atau tak mau mengerti, selama ini Anta selalu kasar padanya. Apa mungkin, itu pertanda, kalau Anta sebegitu tak sukanya, akan kehadirannya? Hadeh.., seharusnya Lola sadar dari dulu!

Ia bahkan rela, menyampa kan Hansel demi mengejar cowok gay gila itu! Padahal, ia sudah cukup dekat dengan Hansel. Kalau saja Anta tak hadir, mungkin ia dan Hansel sudah pacaran!

Ah.., sial! Sial!

Selama ini, Lola ternyata sudah merela kan sesuatu, yang sudah nyata bisa ia raih, demi sesuatu yang masih begitu semu. Ia berharap Anta akan suka padanya, padahal, sudah ada Hansel yang dengan suka rela menerimanya.

Hansel yang telah berbaik hati menolongnya. Dan bukannya memilih yang sudah pasti itu, Lola justru tertarik pada hal gila, semacam Anta. Tapi, jangan salah kan Lola, wajah rupawan Anta, begitu menarik. Sialan! Bahkan, Lola masih tak bisa membenci Anta sepenuhnya.

Tapi, Hansel tak kalah tampan. Hansel lebih tinggi, dan kalau tak salah, seperti yang pernah di kata kan Adit, Hansel dulu king, dari semua angkatan mereka. Dan percaya atau tidak, yang menjadi queennya ternyata Rindu.

Sebenarnya, kalau di pikir-pikir, tak perlu pertimbangan untuk menobat kan Rindu sebagai queen. Rindu cantik! Dan kalau ada kata yang lebih dari cantik, mungkin itu dapat mendefinisi kan Rindu.

Satu kata dari Lola untuk Rindu. Sangat-sangat cantik! Apa lagi kalau Rindu tersenyum, dia terlihat seperti seorang malaikat. Tapi sayangnya, sifat Rindu sangat lah buruk, tak secantik rupanya.

Di sela-sela ia memikir kan itu. Lola tak sadar, kalau seseorang tengah memerhatikannya dari jarak yang lumayan jauh. Cowok itu tersenyum, sebelah tangannya ia masukan kedalam saku celana navynya, seperti biasa. Gaya cool andalan, untuk memikat perhatian orang lain.

Cowok itu mendekat, tak mau memerhati kan Lola dari jarak jauh lagi. Sebelah tangannya memegang sekotak susu Stroberry, ia sengaja membelinya di kantin tadi.

Saat jarak mereka sudah cukup dekat, cowok itu pun menempel kan kotak susu itu pada pipi kanan Lola.

Jangan tanya kan, bagaimana reaksi dari cewek itu. Lola langsung berteriak saking terkejutnya.

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang