11. Kenapa Harus Jadi Gay?😑

114 34 13
                                                  


Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

"KENAPA pergi? Nggak suka sama kenyataan? Jujur itu emang pahit!" Teriaknya.

Menghembus kan napasnya gusar, Lola menunduk, menatap tali sepatunya yang lepas. Perkataan Anta tadi, terngiang-ngiang lagi di pendengarannya. Seolah-olah Anta kembali membisikannya di telinga Lola.

Lola menutup kedua telinganya, berharap perkataan Anta tadi tak terngiang-ngiang. Tapi semakin ia berusaha menghilang kan perkataan Anta di pikirannya, teriakan itu justru semakin menempel di otaknya. Seperti perangko yang tak mungkin lepas dari surat.

Mungkin, pernyataan Anta benar. Cowok itu mungkin memiliki hubungan khusus dengan Gema. Buktinya, setiap kali Gema tertindas oleh kakak kelas lain, Anta selalu berada di barisan paling depan untuk membela. Juga jangan lupa kan kejadian tadi, Anta bahkan sampai menghinanya, demi membela Gema.

Memang kalau di pikir tak salah, kalau Anta membela Gema. Toh, Gema temannya, ralat, pacarnya! Jadi, pacar mana yang tak akan marah, kalau melihat pasangannya di tindas? Apa lagi di hujat dengan perkataan kasar?

Lola begitu iri dengan kehidupan Gema. Sudah di berikan kebebasan oleh orang tua, di cintai banyak orang, Gema pun bisa memiliki huhungan special dengan Anta, dan jangan lupa kan juga Hansel. Komplit pake sudah!

"Hidup emang nggak adil!!" Lola menjambak rambutnya frustasi. Sudah tak tahan dengan kehidupannya yang membosan kan.

***

Anta menatap lurus ke depan, ke arah gedung-gedung tinggi yang tertata rapi sana. Sekarang ia tengah berada di rooftop gedung perusahaan keluarga Gema. Hansel menyuruhnya ke sini sebelum pulang sekolah tadi. Ia pikir, Hansel akan datang lebih awal seperti biasa, nyatanya Hansel sudah telat 2 menit.

Coba saja Hansel yang berada di posisnya, cowok itu pasti akan langsung ilfeel dan memasukan namanya, ke daftar orang-orang yang tak ia suka. Hansel sangat disiplin, ia tak suka orang yang tak menghargai waktu. Maka dari itu, jika ada yang mengajaknya ketemuan, atau semacamnya, lebih baik berangkat 10 menit lebih awal. Jaga-jaga saja, dari pada di masukan ke dalam daftar orang yang ia tak suka.

Senyum Anta mengembang. Ia jadi teringat masa saat mereka SMP. Anta, Hansel dan Gema, memang sudah berteman sejak SD. Awalnya, hanya ada ia dan Hansel, lalu, lambta laun Gema masuk.

Saat itu, ia dan Hansel masih kelas 4 SD, dan mereka menolong Gema. Waktu itu, Gema di kejar anjing, Anta dan Hansel yang lebih dewasa menolongnya, dan sejak saat itu, mereka berteman dengan Gema.

Dulu, saat mereka pertama kali datang ke sini, Anta dan Hansel duduk di kelas 8, sedang kan Gema, kelas 7. Mereka bolos bersama, dan bermain di sini sampai petang.

Begitu indah mengingat masa-masa itu, sampai suatu ketika. Seseorang muncul diantara mereka bertiga. Gadis cantik, dengan mata lebarnya. Gadis yang mampu mengubah seluruh hidup mereka bertiga. Gadis, yang sekarang entah kemana hilangnya. Gadis yang menjadi penyebab dari semua kekacauan diantara mereka.

Anta semakin larut dalam kenangan indahnya, sampai tak sadar kalau Hansel sudah dari tadi berada di sampingnya.

Hansel berdeham "Nggak usah di ingat lagi, An!!" Tegurnya

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang