10. Tak Bisa Membenci😪

137 38 15
                                                  

Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

LOLA tak peduli, mau Anta pacaran dengan Gema atau tidak, ia sangat-sangat tak peduli! Lagi pula, siapa yang mau di bohongi? Mana mungkin kan, Anta memiliki huhungan special dengan Gema? Mereka hanya teman, dan Lola akan terus memasti kan dirinya, kalau di antara Anta dan Gema, tak ada apa-apa!

Berhenti mengekori Anta, Lola tersenyum manis. Cowok itu berbalik, menatap Lola kesal. Demi Rambo yang makannya tak habis, mandinya tak basah seperti perkataan Tok Dalang, Anta sangat kesal dengan cewek pendek di hadapannya ini.

Sudah lebih 17 menit Lola mengekorinya, untung hari ini free, guru-guru sedang rapat untuk ulang tahun sekolah bulan depan. Aneh kan, padahal ulang tahunnya bulan depan, bukan minggu depan, kok rapatnya sekarang. Itu karena sistim PHS yang lain dari yang lain.

Mengingat PHS, sekolah elit, maka tak tanggung-tanggung mereka mengundang beberapa band tanah air untuk ikut meraya kan ulang tahun sekolah.

"Mau lo apa sih?!!" Sungut Anta, mulai kesal sendiri di ikuti seperti itu. Bahkan saat ia ke toilet tadi, Lola tetap mengikutinya. Awalnya, Anta pikir Lola akan pergi, nyatanya tidak! Cewek itu ternyata menunggunya! Kurang ajar!

Senyuman Lola semakin lebar "Kak Anta, kok nggak balas chat aku sih?" Ujarnya, menarik-narik lengan Anta manja.

Anta menepis tangan Lola "Gue sibuk!"

"Sibuk? Kak Anta kerja?"

"Nggak!" Datarnya.

"Terus, sibuk apa?" tanya Lola. Detik berikutnya, senyuman Lola mengembang. "Sibuk, mikirin aku yah?" Godanya.

Anta menaikan sebelah bibirnya "Dih, najis!" jawab Anta, memaling kan tatapannya. "Gue sibuk sama pacar gue, mending lo jangan ganggu gue, paham!" Titahnya.

Lola mengerucut kan bibirnya "Kak Anta, mau Kakak bilang pacaran sama Gema atau Kak Hansel, aku nggak bakalan percaya, paham?" Balas Lola.

"Serah lo dah, serah!" Pasrahnya.

***

Melempar tasnya ke arah sofa, Anta berdecak kesal saat Virgo dengan entengnya melempar tasnya ke lantai. Anta memungut tasnya, ia menatap Virgo tajam, tapi Virgo justru hanya biasa-biasa saja.

Sialan Si bungsu itu! Beraninya bertingkan seperti itu. Anta duduk di samping Virgo, setelah pulang sekolah tadi, entah kenapa, ia sangat tak bersemangat untuk melaku kan aktifitas seperti biasa. Padahal, biasanya tak seperti ini. Mungkin karena Lola yang terus mengganggunya, atau gara-gara Gema yang tadinya tak mau membalas chatnya, Anta jadi tak bersemangat.

Keheningan cukup lama terjadi diantara Anta dan Virgo. Seperti biasa, mereka berdua sangat sulit untuk memulai percakapan. Keduanya mungkin bersaudara, tingkah mereka pun hampir sama, sama-sama gengsian untuk memulai percakapan!

Kalau pun, di jalan mereka berpapasan secara tak sengaja, Anta dan Virgo, seperti orang yang tak saling mengenal. Mereka jarang berkomunikasi, Virgo sangat tertutup, sedang kan Anta tidak terlalu. Anta tak mudah berteman, tak ayal kalau temannya di sekolah, hanya Hansel dan Gema saja.

Kalau Virgo, mungkin tak punya teman. Virgo tak pernah mengajak teman-temannya sesekali ke rumah, tak seperti Anta yang selalu mengajak Hansel dan Gema, untuk main ke rumah.

Anta dan Virgo sama-sama menoleh, mereka menatap ke arah Katya yang baru saja keluar dari dapur bersama Papa mereka, Ridwan. Katya adalah Kakak mereka, satu-satunya perempuan di rumah. Indah, Mama mereka telah meninggal 4 tahun silam.

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang