09. Apa Hubungan Gema dan Si Gay? (3)😲

145 48 27
                                                  


Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

WALAU heran apa hubungan Anta dan Gema yang sebenarnya, Lola tak mau ambil pusing. Iya tahu, Anta mengata kan kalau dirinya gay waktu itu. Tapi tentu, Anta bohong. Mana mungkin cowok seperti itu gay. Dan dari yang Lola perhatikan, Anta normal-normal saja. Sesekali ia juga tanpa sengaja melihat Anta melempar senyum pada cewek-cewek yang menyapanya.

Kali ini Lola sengaja mengajak Gema untuk bergabung dengan Hansel. Sekalian juga, ia ingin dekat dengan Anta. Hansel dan Anta adalah teman, dan Gema juga bilang, dimana Hansel ada, Anta juga pasti ada.

Dan benar saja! Tak salah ia bergabung di meja Hansel. Anta ternyata di sana juga.

Lola meneguk saliva, menatap Anta yang sedari tadi memakan mie ayamnya tanpa mengangakat kepala, walau sebentar saja. Ia mengerjap, selera makan Anta patut di acungi jempol ternyata. Kalau tahu Anta suka makan, pasti ia akan dengan senang membuat bekal untuk cowok itu.

"Jadi.., lo mau ngomongin apa?"

Suara Hansel menarik perhatian Lola. Ia pun mengalih kan tatapannya kearah Hansel. Lola tertawa kikuk, berusaha mencari alibi. Sebenarnya, tak ada yang ingin di bicara kan, itu hanya modus belaka agar ia bisa dekat dengan Anta.

"Anu.., itu Kak.., aku.." Lola berusaha menyusun kata-katanya. "Mau.., minta.., maaf.., ke Kakak.., iyah minta maaf!" yakinnya.

Hansel menaikan sebelah alisnya "Minta maaf ke gue, tapi kok natap Anta?"

"E.., eh?" Lola meruntuki ke bodohannya. Bagaimana bisa ia mengacuh kan Hansel, sampai segitunya? Ini semua gara-gara Anta. Cowok itu sedari tadi tak mengangkat kepala, membuat Lola heran.

"Haha.." Lola tertawa hambar. "Heran aja, itu Kak Anta kok makannya gitu amat, nggak ngangkat kepala" jujurnya.

"Anta emang kek gitu, kalo makanannya belum abis, jangan harap dia mau angkat kepala" jelas Hansel.

Lola ber-oh panjang. Tatapannya masih tak bisa berpaling. Kedua matanya fokus menatap Anta, seraya menilai-nilai tiap inci wajah cowok itu. Di sela-sela ia mengagumi Anta dalam diam, cowok itu tiba-tiba mengangkat kepalanya, menatapnya intens. Jantung Lola langsung berdebar.

"Hati lo nge-DJ!" Ujar Gema.

Lola melirik, dan langsung meninju lengannya. Tatapan Lola kembali tertuju pada Anta. Cowok itu ternyata menatapnya juga. Kedua alisnya di tautkan, membuat dahinya berkerut samar.

"Tahi lalat Kak Anta, bagus yah!" puji Lola, menatap tahi lalat di bawah mata kiri Anta. "Itu tahi lalat asli atau bukan sih?" Ia pun menggerakan tangannya untuk menyentuh letak tahi lalat itu, tapi Anta langsung menepisnya.

Lola mengerucut kan bibirnya, seraya mengelus punggung tangannya.

"Sakit lho Kak!" Rengek Lola.

"Bodo!" Balas Anta.

Hansel berdecak "Nggak usah kasar kali Ta, Lola itu cewek!"

"Nggak usah ceramahin gue, ngaca dong. Lo ke Rindu aja, lebih parah ketimbang gue!" Tajamnya, mengaduk-aduk teh manisnya dengan sedotan.

Anta menyeruputnya sampai tersisa setengah. Setelah itu, ia menatap Lola "Ngapain masih di sini? Pergi nggak, sakit mata gue, lihat lo mulu!" Sentaknya.

Brak!

Seluruh perhatian penghuni kantin langsung tertuju pada Si penggebrak meja. Anta sampai terkejut mendengarnya. Cowok yang sedari tadi berusaha menahan diri untuk tak marah itu pun bangun. Sebelah tangannya menarik lengan Lola.

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang