08. Apa Hubungan Gema dan Si Gay? (2)😯

156 59 21
                                              


Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

MENARIK kenop pintu kamar Anta, Gema  mengendap-endap menuju kasur yang terletak tak jauh dari pintu sana. Cowok itu tengah tidur, Gema jadi punya akal untuk mengerjainya. Sesekali usil, tak apa kan? Toh Gema tak pernah melakukan ini sebelumnya. Biasanya Anta yang selalu menjahilinya. Gema sebenarnya ingin membalas setiap perbuatan Anta padanya, tapi mau bagaimana lagi, setiap kali ia menatap mata Anta, ia selalu luluh.

Itu memang sedikit tak wajar, Gema luluh hanya karena menatap mata Anta. Apa lagi mengingat Anta adalah seorang pria. Tapi, Gema tak tahu, setiap kali ia menatap kedua iris Anta, ada rasa aneh yang selalu menyerang jantungnya. Belum lagi kalau Anta tersenyum, bisa di bilang, semua masalah yang ia tanggung di pundaknya, lenyap begitu saja.

Gema naik perlahan ke atas kasur. Sebelah tangannya memegang sebuah spidol. Ia terkekeh pelan, lalu perlahan membuka tutup spidol tersebut. Gema mendekat kan ujung spidol ke arah wajah Anta, dan saat ia hendak mencoret wajahnya, Anta tiba-tiba bangun. Mendorong tubuhnya, membuat posisi mereka sangat dekat.

Gema menahan napas. Tak percaya dengan tingkah Anta. Berani-beraninya cowok itu menindihnya!

Menindih!

"Lo..," Gema sengaja menggantung perkataannya. Ia berusaha mendorong Anta, tapi tak berhasil, "Lo mau ngapain?!" Sentaknya.

Anta berdecih, tapi ia masih dalam posisi yang sama. Menindih Gema. "Lo yang mau ngapain?!," balas Anta kesal. Gema menatapnya tanpa berkedip, paham dengan tatapan itu, Anta pun mengubah posisi, ia mengambil duduk di sebelah Gema, "Lo pikir gue mah perkosa lo apa? Modelan kek lo, nggak nafsu gue, coba kek Hansel!" Lanjutnya, yang langsung di hadiahi pukulan pelan pada lengannya oleh Gema.

Anta mendelikan matanya. Gema langsung membuang muka. Tak mau bertatapan langsung dengan kedua mata Anta. Yang nantinya pasti, berakhir dengan ke kalahannya.

Cukup lama keduanya saling tak berkomunikasi. Jujur saja, Gema paling tak suka dengan awkward moment seperti ini. Sungguh membuatnya kesal!

Mencoba mencari topik pembicaraan, Gema pun teringat Lola. Siapa tahu, Anta akan tertarik pada cewek itu. Walau ia tahu pasti, Lola pasti akan langsung di tolak oleh Anta. Tanpa formalin dan boraks, Gema yakin 100%.

Tapi siapa yang tahu kan, bagaimana kalau Anta akhirnya tertarik pada seorang gadis? Ia pasti akan sangat senang, ya walau ia tak terima juga, kalau seluruh waktu dan senyum Anta nantinya, tak seutuhnya, untuk dirinya lagi.

Sebelah tangan Gema menyentuh pundak Anta, menepuknya pelan. Anta menoleh, seraya memperbaiki tatanan rambutnya.

"Umm.., ada yang mau kenalan sama lo. Dia teman gue" ungkap Gema.

Anta diam beberapa saat "Cowok?"

"Wuah..," teriak Gema frustasi. Dasar sinting! Bukannya menanya kan cewek, Anta justru menanya kan cowok. Dasar gay!, "Cewek Anta!" Gema jadi gemes sendiri menjawabnya.

Anta cekiki kan melihat reaksi Gema. Sebenarnya, ia sengaja memancing emosi Gema. Menurutnya, lucu saja melihat Gema dengan ekspresi kesal seperti itu. "Siapa?"

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang