07. Apa Hubungan Gema Dan Si Gay? (1)🤔

139 58 11
                                          


Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

LOLA menarik paksa tangan Gema. Sialan cowok itu, beraninya mengata kan kalau ia adalah pacarnya! Pada Hansel pula! Hancur sudah reputasinya di depan Hansel. Lola tak tahu lagi bagaimana cara untuk menghadapi Hansel nantinya. Mana Hansel sepertinya sedang marah padanya lagi. Ah sial!

Berbalik, Lola menatap Gema yang baru saja menepis tangannya. Ia mencebikan bibirnya kesal, lalu kembali menarik tangan Gema.

Sedang kan Gema, ia hanya bisa mengikuti saja kemana Lola akan membawanya. Sedari tadi ia sudah berusaha melepas kan diri, tapi Lola justru tak melepasnya. Tamat lah sudah riwayatnya kali ini!

Lola berhenti melangkah saat ia merasa tangannya di tarik. Ia berbalik, menatap Gema datar. Gema justru tersenyum merekah, menunju kan giginya yang berkawat itu.

"Gue mau ke toilet LOL," ujar Gema, menunjukan kelingkingnya, "Lo mau lihat gue kencing disini?!" Lanjutnya, karena Lola tak kunjung menjawab.

Masih menunggu jawaban Lola, Gema bergerak-gerak gelisah. Berusaha menahan panggilan alam yang sudah ia tahan sejak membuntuti Lola tadi.

Dari gerak-gerik, Lola yakin Gema tidak sedang berbohong. Lola tahu itu, karena saat di kelas tadi, Gema juga meminta izin ke toilet, tapi ia terlebih dahulu yang mendapat izin. Aneh, padahal ia belum kembali, lantas bagaimana Gema bisa keluar?

Paham dengan tatapan Lola yang penuh interogasi, Gema menghembus kan napasnya "Bu Misbah keluar lebih awal LOL, katanya ada tugas di ruangan guru" pasrahnya.

Lola langsung membulat kan matanya sempurna. Bagaimana Gema bisa tahu, isi pikirannya sekarang? Apa Gema dapat membaca pikiran orang?! Kalau iya, bahaya! Bagaimana kalau Gema sampai tahu isi hatinya sekarang!

"Gue hanya nebak LOL, jangan anggap gue bisa baca pikiran orang deh!" Sambung Gema, Lola justru semakin shok!

Tapi tak urung ia bernapas lega. Dengan sebelah tangan mengelus dada.

"Gue boleh ke toilet, kan?!" Tanya Gema lagi. Dan Lola hanya mengangguk.

***

Lama Lola menununggu Gema. Sekarang ia tengah berada di rooftop sekolah. Sendirian, tak ada orang disana. Ia mendongak ke langit. Seharusnya ia tak mempercayai Gema tadi. Sialan!

Kalau tahu Gema akan seperti ini, lebih baik tak di lepas saja. Lola berdecak, ia bangun dari duduknya. Ia menuju pembatas rooftop dan memegang pembatas itu.

Kembali menatap langit, Lola memicing kan mata, karena sinar matahari yang begitu menusuk penglihatannya.

Setelah itu Lola menarik napas dalam-dalam lalu berteriak keras. Melampias kan seluruh amarahnya. Sumpah saja, ia sudah tak tahan dengan kehidupannya. Sejak sekolah di PHS, Lola sering kali mengalami kesialan. Baru sesaat ia merasa senang dengan kehadiran Hansel, sekarang ia harus kembali sendiri karena Hansel sedang marah padanya.

Tak tahu kapan Hansel akan memaafkannya. Tapi, ia harap itu akan segera berlalu, dan ia bisa kembali membagi kebahagiaan bersama Hansel. Lola sangat menyesal karena tak dapat menepati janjinya pada Hansel semalam.

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang