05. Azab Si Tukang Bohong😝

191 81 17
                                                  

Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

"NGGAK!," Lola berteriak cukup keras. Spontan ia menutup mulutnya dengan telapak tangan. Ia melihat ke bawah, kearah Laila yang tengah nonton televisi di sana. Lola menghela napas lega, Laila pasti tak mendengar teriakannya barusan, "Kak Hans, tinggal kirimin aku alamatnya aja, nanti aku kesana sendiri deh!" Lola menggaruk belakang kepala, sebelah tangannya menempel kan handphone pada indera pendengar.

"Iya, see you Kak Hans!"

Lola mengakhiri panggilan sepihak. Ia menarik ransel yang ia gantung pada kenop pintu. Lola memperbaiki rambutnya, dan berusaha menyembunyi kan raut cemasnya. Ia menatap ke bawah. Laila masih sibuk dengan aktifitasnya sendiri.

Menuruni anak tangga satu persatu, Lola berhenti di samping tempat duduk Laila. Matanya hanya menatap polos, memperlihat kan aura lugu yang tak mungkin bisa di curigai oleh siapa pun.

Laila menoleh. Di tatapnya Lola yang berdiri dengan kedua tangan yang memegang tali ransel. Penampilannya rapi, dandanannya cukup cantik. Mau kemana anaknya ini?

Paham akan tatapan Laila, Lola pun memulai dramanya "Lola mau beli bakso di ujung komplek Mah, boleh kan?" Tanya Lola, dan iya yakin, pasti Laila akan memiliki alasan agar ia tak pergi!

"Suruh Mang Jihad aja, kenapa harus pergi sendiri?!"

Tuh kan benar dugaan Lola!

"Tapi Mah," Lola duduk di samping Laila, ia bergelantung manja di samping Sang Mama, "Lola mau pergi sendiri, mau rasain gimana sensasi makan di sana. Boleh yah?!," mohon Lola, menangkup kan kedua tangan. Laila diam tak bergeming, Lola kesal setengah mampus di buatnya, "Please!" Lola semakin memohon.

"Mau makan bakso kok dandanannya cantik kek gini? Mama nggak percaya!" Keukeh Laila, masih memberi alasan lain agar Lola tak keluar.

Lola melotot, menatap Laila gemas. Sumpah saja, apa kesalahannya di kehidupan sebelumnya sampai dapat Mama seperti Laila?

"Ish.., cewek kan harus terlihat cantik Mah! Nanti kalo ada yang muji Lola, Mama juga kan yang bangga!" Balas Lola kesal.

Untuk beberapa saat Laila terdiam. Memikir kan perkataan Lola barusan.

Lola rasa jawabannya tepat sasaran! Buktinya Laila tak berkicau lagi. Seharusnya ia tak berbasa-basi tadi, langsung intinya saja.

"Oke..," Laila menoleh kearah Lola yang menatapnya sumringah, "Tapi!"

"Tapi apa, Mah?!"

"Beliin Mama juga ya!"

"Siap!" Lola masih antusias. Bahkan sekarang ia sudah memberi hormat pada Laila.

***

Lola tak sabaran untuk segera sampai ke tempat yang di kirim oleh Hansel. Pukul 20.08, Lola mendesah berat. Sudah 3 menit ia menunggu taxi atau semacamnya, tapi tak ada yang datang. Bahkan ojol yang ia pesan belum kunjung tiba juga. Menyebal kan!

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang