03. Gemilang Pradita (Lola)😌

243 109 25
                                                  

Budaya kan vote sebelum baca...

Komen setelah baca...

Ok!

***

Suara tawa Gema pecah untuk kepersekian kalinya. Lola yang dari tadi bersamanya hanya menunduk, merasa malu saja mengakui Gema sebagai temannya. Seluruh pengunjung perpustakaan tak ada yang tidak menatap mereka. Bahkan sekali-sekali memberi isyarat untuk tak terlalu berisik.

Gema memegang perutnya yang sudah tersiksa karena terus tertawa. Di sini, dirinya yang terlalu receh atau selera humor mereka yang terlalu tinggi? Padahal setiap perkataan Lola barusan mengandung unsur humor baginya. Tapi ya sudahlah! Kalau orang lain risi dengannya, itu urusan mereka, Gema tak mau ambil pusing soal itu.

Ia menatap Lola yang menekuk wajahnya. Gema berdecak, ia menggerakan tangannya untuk menarik kedua pipi Lola.

Lola menepis tangan Gema kasar. Ia mengelus-elus kedua pipinya, merasa sakit saja dengan tindakan tanpa izin Gema barusan.

"Btw, sejak kapan di panggil Lola? Kenapa nggak di paggil Gemi aja?!" Heran Gema, ia sedari tadi hanya tertawa tanpa sebab.

Menggaruk belakang kepalanya, Lola mendengus kesal "Udah dari kecil, nggak tahu juga kenapa!," jawabnya, Lola menyelip kan rambut ke belakang telinga, "Gue nggak suka di panggil Gemi, kedengarannya aneh buat gue!" Sambung Lola.

Gema ber-oh panjang. Ia memegang bahu Lola "Tapi kenapa harus di panggil Lola? LOL aja biar lucu!" Cengir Gema.

"Aish.., setan lo!"

***

Gema tengah berjalan bersama Adit dan Mars, menuju ruang ekskul musik. Kemarin mereka tak ikut, sebab harus membersih kan seluruh toilet di PHS.

Usut punya usut, ke-3 cowok itu ketahuan menyontek saat ulangan Geografi kemarin, alhasil kertas jawaban di ambil dan mereka di hukum oleh Pak Mey, Si guru BK paling killer se-PHS.

Gema menyeringai melihat Lola yang berjalan sendiri dengan buku paket Astronomi di pelukannya. Ia berhenti, lalu berbalik menatap Lola yang melaluinya tanpa bertegur sapa terlebih dahulu. Tanpa senyum, atau tidak sekedar menatapnya, Lola hanya berlalu begitu saja.

Mengulum senyumannya, Gema merangkul Mars dan Adit "Woi LOL!," teriaknya, tapi Lola tak menanggapi. Gema berdecak, "Emang dasarnya Lola, loading lama, di panggil sama cowok ganteng nih, budek lo, atau kuota lo habis, makannya lola!" Lanjut Gema, ia menunggu tanggapan dari Lola.

Lola yang sudah berada di kelas X B-1 berhenti. Ia mengerat kan pelukannya pada buku Astronomi itu. Melampias kan seluruh amarahnya.

Ia berbalik, menatap Gema kesal "Apa, Hah?!"

"Lah.., malah nge-gas tuh cewek!" Celutuk Adit.

"Hu.um selow dong Neng, kalo marah-marah cepat tua lho, kalo udah tua cantiknya ilang, tahu rasa nanti!" Mars menimpali.

Gema menggeleng seraya tersenyum.

Lola menggertakan giginya. Perlahan ia menghampiri ke-3 cowok kurang waras itu. Lola berhenti tepat di hadapan mereka. Ke-3 cowok itu menatapnya heran. Ia tersenyum, setelah itu mengangkat buku Astronomi yang tebal bukan main itu, lalu..,

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang