WINTER BEAR

3 0 0


anyeong zheyenggggg

mian para zheyeng ku

aku up nya lama bingit,

Dan jujur waktu aku nulis bab ini, hatiku ikut terhoyak-hoyak zheyeng :D :*

wes, pokok e SELAMAT MEMBACA ZHEYENGGG KUU :*

SALAM DARI BEBEB TAE ....

SALAM DARI BEBEB TAE

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



"looks a winter bear.For the first time, I smile because of you,"


Ia menatap langit-langit kamar dengan gelisah. Sedari tadi matanya enggan untuk menutup. Berbagai cara ia lakukan agar ia bias menuju alam mimpi. Namun, usaha itu semuanya menjadi sia-sia.

" ARRKHHH ada apa dengan mu Aera!" kesalnya.

Aera benar-benar kesal sekarang. Bahkan tubuhnya tak lagi berbaring. Duduk dengan muka suntuknya. Ingatannya kembali berkelana saat kejadian beberpa jam yang lalu. Dimana untuk pertama kalinya ia sangat membenci hal-hal yang cepat. Tak menyangka, bahwa dihidupnya ia akan mengalami hal seperti ini. Cygnusnya kini sudah satu atap dengannya, ralat ia yang satu atap dengan sang Cygnus—Kim Tae.

Aera bahkan belum siap dengan semua ini. Ia masih berumur 18 tahun. Dimana masa-masa mudanya yang penuh dengan keajaiban akan dimulai. Bahkan list-list yang telah ia catat dengan baik kini tak berguna sama sekali. Karena mua\lai sekarang hidupnya akan bersandingan dengan Cygnusnya sampai waktu itu tiba.

Matanya kini mulai menjelajahi ruangan yang kini resmi menjadi kamar tidurnya. Ruangan dengan dominasi warna sesuai dengan warna kesukaannya. Bahkan aromanya pun persis dengan aroma kamarnya dulu. Aroma mint, lavender dan bahkan ada bunga mawar merah asli disetiap sisi laci tidurnya.


" Bahkan dia adalah idolaku," gumamnya menerawang

#######################


Suasana tegang mulai menyelimuti meja makan pagi ini. Mata tajamnya menyorot penuh kesal membuat siapapun yang melihatnya harus berusaha menelan ludah mereka susah payah.

" Dimana gadis itu?"

Pertanyaan Tae akhirnya terjawab, tak lama Aera muncul dengan tampang tanpa dosa. Dan membuat para pelayan bisa sedikit bernafas lega.

" Maaf aku telat," ujar Aera sedikit meringis saat matanya bertemu dengan tatapan membunuh dari Tae.

Tae menatapnya tajam. Lelaki itu benar-benar kesal pada Aera. Karena gadis itu ia harus menunggu, dan menunggu adalah salah satu yang ia benci.

" Makan!" perintah Tae dingin.

Setelah beberapa menit, ruang makan itu kini telah sepi. Sang empu sudah melangkahkan kakinya menuju lantai dua. Aera masih di duduk melamun di meja makan. Fikirannya berkelana entah bagaimana kehidupannya kedepan. Apa ia harus tinggal dan bergantung pada Tae seterusnya. Entahlah, memikirkannya saja membuat kepala Aera merasa pusing.

CYGNUS  ~~ PHANTASYPROJECTBaca cerita ini secara GRATIS!