Agista Diara Maurine

139 65 29

Panggil aku Ara... Ia maksudnya ara  kependekan dari Diara.
Ini diriku, aku belum bisa menampakkan jelas siapa diriku yang sebenarnya..
Jadi..Buram dulu aja ya..

Nama ayahku Gasta Maurine , Ibuku Sinta Joe tapi karna dia nikah sama ayah ku jadi nama belakangnya di tambah "Maurine"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nama ayahku Gasta Maurine , Ibuku Sinta Joe tapi karna dia nikah sama ayah ku jadi nama belakangnya di tambah "Maurine" .

Semenjak SMA aku memustuskan untuk tinggal diperantuan yang berjam-jam jauhnya dari rumah ku..

Jujurr!!
Aku lebih betah tinggal diperantauan karena keluargaku pilih kasih semenjak orang tua aku tau aku memiliki penyakit dalam yang cukup parah mereka menjaga jarak antara aku dan adik kembarku.
-Dwi Melia Maurine dan
-Dwi Pelia Maurine.

***

Sedih...

Saat 2 minggu lagi masuk SMA
aku sudah diungsikan ke Rumah kedua aku (Kostan) 4 jam dari rumah asli keluarga ku ..
Sedih bercampur takut karena diumurku yang 15 tahun ini cukup terbilang muda untuk hidup mandiri di kota orang..

Aku pamit dengan kedua orangtuaku
aku menangis pamit perpisahan ..
Saat aku memeluk mereka berdua...

"Eehh sana-sana,"  Cetus Mama dengan muka yang sangat mengerikan untuk dilihat , "Jangan peluk mama-papa nanti virus kamu nempel di badan kita nanti kami sakit dan ujung-ujungnya adik-adikmu ikut kena virus dari kamu."

"i-iya maa maaf." Ara menundukkan kepalanya mendengar ucapan mamanya tersebut membuat kata-kata  itu membekas di Hati Diara.

(Sebenarnya saat aku berusia 6 bulan aku sudah memiliki penyakit Paru-paru Basah / TBC).

kreekkkkkk .... Duaarrrrr !!!!!!.........

Pintu yang dihempaskan dari ruang tengah dan langkah kaki kecil yang sedang berlari mendekat ke ruang tamu .

"Kakakkk !!.."  Teriak si Kembar yang menjadi semangatku saat ini..

"Kakak jaga diri baik-baik disana ya kalau libur jangan lupa pulang ke rumah kami sayang kakak." Ucap Si kembar yang semakin mendekatiku.

"Kak... Melia mau peluk boleh?," Ucap manjanya si Melia ke diriku.

"Ehhh jangaaaaaannn !!." Jerit Mama dengan lantunan nada keras.

"Udah sayang, jangan dekat-dekat dengan kakak yaa."  Jawab Ara dengan hati kasian ke Adik Kembarnya tersebut , Ucapan mama semakin membuat luka di hati Diara .

"hmmm....iyadehhh." Raut wajah sikembar yang kini kesal karena tidak bisa memeluk Kakak kesayangannya itu.


"Heii Diara Sini," Tegas papa dengan melambaikan tanganya ke arah Diara untuk menyuruh Diara mendekatinya.

Hi DIARA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang