01. Kesan Pertama

506 147 54
                                                  

PHS (Parkhaven High School), secerca senyum terukir di bibir cewek dengah seragam khas PHS itu. Sebelah tangan sedang memperbaiki letak ransel yang ia gendong di pundak. Ia memperbaiki blazer khas PHS, blazer kuning yang tertera namanya di bagian kiri dada blazer tersebut.

Gemilang Pradita, begitulah nama yang tertera disana. Ia berjalan memasuki area PHS yang tak main-main luasnya. Sekolah elit nomor wahid se Jakarta Selatan. Sekolah yang sering di banding-banding kan dengan rival ternama mereka, Atlanthis High School (AHS).

Ia memutus kan pindah dari AHS ke PHS, sebab baru kemarin mereka pindah rumah, dan letak komplek rumahnya jauh dari AHS, ia pun mengajukan surat pemindahan dirinya. Alhasil, ia sekolah di PHS.

Sekolah yang selama ini hanya bisa ia dengar kabarnya dari pembicaraan murid lain. Dan sekarang, ia akan merasakan bagaimana belajar di PHS. Pikirannya langsung tertuju pada kesan pertama ia belajar di PHS, apakah akan sama dengan di AHS? Apa murid-muridnya akan dengan mudah menerimanya, dan apakah sebagian cowok di PHS ada yang mirip Oppa-Oppa Korea, mengingat di AHS ada segerombolan Oppa Korea dadakan.

Ah ia sampai lupa! Sebagian dari gerombolan Oppa Korea dadakan di AHS kan, sekolah disini. Rangga, Nino, Ega dan Suga di AHS, sedang kan Panji, Ikal, dan Chandra di PHS.

Sudah tinggal kan itu! Kalau terus di pikirkan, pasti akan panjang. Sekarang ia tengah berjalan di koridor-koridor kelas. Mamanya bilang ia akan masuk kelas IPS, X IPS-2. Ia mengernyit, tak paham dengan papan nama dari kelas-kelas itu. Ada yang X A-1 sampai X A-7. Sedang kan di lorong lainnya, tertera X B-1 sampai X B-5, dan di lorong ke-3, tertera X C-1 sampai X C-5, sungguh aneh! Tulisan itu membuatnya pusing. Di AHS tak seperti ini!

Seorang cowok keluar dari kelas X B-2, ia langsung menghampirinya dan menanyakan perihal kelasnya.

"Permisi..," ia menarik belakang blazer cowok itu. Ia mengingat baik-baik wajahnya, cowok itu memakai kawat gigi, "Kelas X IPS-2, dimana ya?"

Cowok itu menatapnya dari atas sampai bawah "Murid baru?!" Tebak Si cowok, dan langsung di balas anggukan.

"Lo lurus aja dari sini," si cowok menunjuk-nunjuk asal, "Dari kelas X C-4 nanti, belok kanan, sampe deh!" Lanjutnya.

"Makasih"

***

Gemi melihat kedalam kelas seperti yang di arah kan cowok dengan kawat gigi tadi. Gemi mengumpat, sialan cowok tadi! Beraninya cowok itu berbohong padanya. Awas saja, kalau ia berpapasan lagi nanti, akan ia hajar habis-habisan. Lupa kan saja statusnya sebagai murid baru, Gemi tak peduli!

Ia duduk di bangku depan kelas X IPS-2 yang ternyata sebuah laboratorium Kimia. Gemi memijit-mijit pelipisnya, sudah pusing saja memikir kan nama kelas di PHS. Gemi menuduk, membiar kan rambut panjangnya menutupi wajahnya.

"Kenapa nggak masuk kelas? Telat, terus bolos?!"

Entah dari mana suara berat itu terdengar. Gemi mengangkat kepala, melirik kiri-kanan. Lalu tatapannya tertuju kearah cowok yang tengah menyender kan kepalanya di tembok sana, berdiri di sampingnya. Sedikit angkuh! Gemi yakin hanya dengan melihat raut wajahnya, belum lagi di tambah suaranya barusan.

Gemi menggeleng, ia bangun dari posisinya "Nggak kok Kak, aku tuh murid baru. Aku nggak tau kelas aku dimana!," jelasnya, "Kakak bisa bantuin aku?" Tanya Gemi sedikit takut.

Si cowok tersenyum miring "Lo masuk kelas mana?!"

Gemi tersenyum "IPS Kak, X IPS-2"

Cowok itu mengangguk "Oh.., IPS ya!," ulangnya, cowok itu pun menuduk, menatap kearah badge Gemi, "Gemilang Pradita," ejanya, cowok itu pun mengangkat kepala, "Biasanya, di panggil apa?!"

"Lola Kak!"

"Hah?!" Kaget Si cowok, melongo. Padahal sudah bagus-bagus namanya Gemilang, terus kenapa di panggil Lola?!

***

Lola tak menyangka, cowok yang tadinya ia anggap tak baik ternyata jelmaan malaikat. Cowok itu tak hanya membantunya ke kelas, bahkan sekarang tengah mengantarnya menuju kelasnya.

Mereka berdua berhenti di depan sebuah kelas. X B-2, itu yang tertera di papan nama kelas itu. Lola mengernyit, bukannya ini kelas dari cowok sialan tadi?! Sial! Lola pasti kan hidup cowok itu tak akan aman, apa lagi mereka satu kelas.

"Lho.., buk-"

"Murid baru memang sering di perlaku kan kek gitu sama murid lama, tapi menurut gue sih, itu salah!" Potong Si cowok.

Lola mengulum senyum "Aduh.., udah ganteng, baik, pengertian lagi!"

"Gue ke kelas gue dulu, lo baik-baik ya di kelas lo!"

Cowok itu pun berlalu. Lola masih setia menatap punggunya. Ia pun teringat, ia belum menanya kan nama Si cowok.

"KAK NAMANYA?!" Teriak Lola.

Si cowok yang sudah lumayan jauh berhenti. Ia berbalik "HAN!" Balasnya berteriak.

Lola tersenyum, ia menunduk. Mengangkat kepala untuk menatap Si Han itu, Lola mendengus saat matanya tak lagi melihat Han.

"Han.., namanya panjangnya apa yah?"


***

Nah..gimana sama part pertamanya?

Btw, kalian sukanya sama tokoh yang mana?

1. Lola

2. Cowok dengan kawat gigi

3. Kak Han

Dan seperti biasa guys..

Aku akan selalu adaain kuis..

Jadi untuk kuis pertama pasti mudah kok..

Siapa yang bantuin Lola ke kelasnya?

A. Jungkook

B. Kak Han

Di jawab ya..aku tunggu tuh...

Bonus pictnya Lola Si cewek paling imut di PHS..

Bonus pictnya Lola Si cewek paling imut di PHS

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Oke dadah..

Aku pamit..

Salam..pengabdi oppa

Anggi28

PHS [Series] TOMORROW WITH YOU [Completed] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang