01. Sepuluh Bintang

102K 9.2K 4.3K
                                    

"Dek! Tolong angkatin telepon gue woi!" teriak kak Jaehyun kepadaku yang sedang rebahan sambil membaca sebuah novel.

Aku melirik ke arah ponsel kak Jaehyun yang menampilkan Nancy pacar kelima is calling. "Ogah Kak! Angkat aja sana males gue. Itu pacar kelima lo nelpon tuh. Kapan lu tobatnya sih kak emangnya gak bosen jadi playboy?!"

Asal kalian tahu saja sebenarnya Kak Jaehyun itu mempunyai lima pacar.

Kak Jaehyun mendengus saat mendengar perkataanku barusan. Ia segera menetralkan wajahnya untuk kembali video call-an bersama pacar ketiganya yang tadi sempat ia jeda untuk beberapa saat. Tentunya pada saat aku meneriakki Kak Jaehyun untuk mengangkat telepon dari pacar kelimanya.

"Sayang, udah dulu ya. Mamaku manggil nih." Ucap Kak Jaehyun sambil mengecup dari jauh gadis yang sedang melakukan video call dengannya itu.

Kak Tzuyu yang notabenenenya pacar ketiga kakakku itu memberengut kesal seakan tak mau menyudahi panggilannya. "Jae jangan ditutup dulu telponnya kan aku masih kangen." ucapnya disebrang sana.

"Sayangku, nanti aku telpon lagi ya. Ini panggilan dari mama loh. Aku gak mau jadi anak yang durhaka. Bye bye sayang, cintaku cuman untuk kamu..." Ucap kak Jaehyun sembari memasang wajah sedihnya.

Di atas sofa berwarna merah, Aku hanya bisa mendengus sembari membelalakkan mata kepada kakakku itu. "Udahmah playboy tukang bohong lagi ewh dasar jahe kencur!"

"Berisik dek! Gua bilangin ke mama kemarin lo baca novel erotis, baru tau rasa!" Kak Jaehyun mengeluarkan smirknya lalu menggeplak kepalaku.

"Sakit bego!" Aku kembali menggeplak kepala Kak Jaehyun dengan buntelan kaos kaki yang belum kucuci.

Hal itu membuat Kak Jaehyun membelalakkan matanya kepadaku. "Woi! Bau busuk banget anjir kaos kaki lo! Rambut gua yang wangi aduh! padahal gue baru keramas dan sekarang mau kencan sama Nancy anjir!"

"Liat aja lo Jung Ara! Gua bakalan aduin ke mama, lo kemarin baca novel fsog!" ancam kak Jaehyun dengan mata yang berapi-api menahan emosi.

Aku yang sedari tadi santai rebahan di atas sofa langsung terguling karena mendengar nada bicara kak Jaehyun yang tidak main-main. Gawat inimah aku bakalan tamat kalau kak Jaehyun sampai lapor ke Mama.

Mama Jessica itu alim banget, beda sama aku yang otaknya selalu mesum.

Aku langsung memasang wajah sedih kepada Kak Jaehyun. Aku berharap kakakku memaafkanku dan Kak Jaehyun tidak akan mengadu kepada Mama.

"Kak , maafin ya ampun please ya." Aku memasang wajah memelas lagi.

"Oke gua maafin tapi lo harus akting dulu oke!" ucap kak Jaehyun sembari menjauhkan ponselnya dari telinga akibat teriakan kak Nancy.

"Jae tuh kan! Kamu selingkuh cepet ngaku!" teriak kak Nancy lagi disebrang sana.

"Nggak sayangku, mana mungkin sih aku nyelingkuhin cewek secantik kamu." kak Jaehyun playboy mode on.

"Terus sekarang lagi dimana?! Aku udah nungguin setengah jam di cafe biasa."

Akibat terlalu lama menerima telpon dari keempat pacarnya. Ya jadinya Jung Jaehyun ini melupakan janjinya.

"Bukan gitu nancy, ini aku lagi di rumah sakit nemenin ara. Dia sakit bengek." ucap kak Jaehyun seenak jidat.

Aku langsung memebelakkan mataku tak karuan. Memang tak berguna punya kakak macam Jung Jaehyun, bawaanya itu bikin darah tinggi terus.

"Ah masa sih?! Palingan kamu cuma ngeles aja alasan itumah." balas kak Nancy.

Kak Jaehyun langsung mengedip-ngedipkan kedua matanya berulang kali kepadaku. Itu adalah sebuah tanda dari Jaehyun supaya aku segera melakukan perintahnya.

MTMH | DOYOUNGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang