📒 08 ✏ Kehebohan Hafizh ✏

1.8K 465 244

Kembalilah kau kekasihku
Jangan putuskan kau tinggalkan aku
Sekalipun sering ku menyakitimu
Tapi hanya kaulah pengisi hatiku

#VidiAldiano#________________________

🍄🍄

Apalah itu orang menyebutnya, Hafizh tidak pernah peduli. Hatinya yang sudah tidak lagi di Jakarta membawanya segera untuk melesatkan diri ke Bandara untuk segera kembali ke Blitar.

Sejak telpon siang itu hatinya menjadi uring uringan. Tidak lagi ada ketenangan. Yang diinginkan hanya ingin cepat sampai di rumah dan segera memperoleh jawaban dari kegundahannya.

Malu tapi mau, suka tapi gengsi, cemburu tapi marah melulu.

Selepas sholat dhuhur, Hafizh telah sampai di toko. Belum juga mandi atau membersihkan badannya terlebih dahulu namun dia memilih untuk langsung bertemu dengan Fatia.

"Mba Indah, Fatia kemana?"

"Astaghfirullah, Bang. Salam dulu napa jangan bikin orang senam jantung!!! dr. Omaira masih ke Amrik nengokin twin." Indah yang tersentak kaget saat Hafizh tiba tiba muncul di belakangnya saat dia sedang memotong pakaian yang di pesan khusus oleh keluarga Arfan.

"Assalamu'alaikum, mba Indah cantik. Fatianya kemana?" ulang Hafizh dengan senyum devilnya.

"Waalaikumsalam, abang kangen ya?" ledek Indah.

"Enggak, siapa yang bilang?", elak Hafizh sambil memalingkan mukanya.

"Ituloh mata abang yang bilang, kangen. Bilangin bunda ah, Bun___" Indah langsung beteriak hendak memanggil Qiyya.

"Ishh, mba Indah mesti deh. Tak laporin sama mas Adam ntar dirimu. Genit!!!" Hafizh yang keki dikerjain oleh Indah semakin geram.

"Mana ada mas Adam percaya, kalau aku genitnya sama kamu. Alah Bang kalau kangen mbok ya bilang saja. Boo aku kangen lo, nggak usah pura pura gitu. Kelihatan loh orang yang biasa bohong sama enggak itu." Indah tertawa lebar setelahnya melihat Hafizh yang semakin frustasi dia kerjain.

Akhirnya Hafizh memilih diam dan Indah melanjutkan pekerjaannya kembali.

"Mba Indah lagi ngerjain pesanan ya? Detail banget ngerjainnya. Memang pesanan siapa?" Dan begitulah memang Hafizh jika sudah melihat pekerjaan di depan matanya. Rasa kesalnya seketika berubah menjadi kepo yang tak berkesudahan.

"Iya, borongan ini. Tanggal 20 agustus harus sudah kelar. Rencananya mau diantar sendiri sama Bunda malah." cerita Indah dengan masih fokus pada pekerjaannya.

"Bunda? Mengantar? Berarti istimewa sekali yang pesan. Memang siapa si Mba?" tanya Hafizh akhirnya.

Tidak biasanya Qiyya menawarkan dia sendiri yang akan mengantarkan pesanan jika bukan seseorang yang istimewa.

"Sahabat bunda dari Malang. Kapan hari kan kesini sama keluarganya mau pesan pakaian untuk resepsi kemerdekaan RI. Suami beliau TNI AU di Malang sana." Jelas Indah.

"Sahabat Bunda? Sama keluarganya? jangan bilang___", tanya Hafizh sekali lagi seolah dia mengingat akan sesuatu hal yang membuatnya hari ini ingin segera sampai di Blitar dan bertemu dengan Fatia.

"Iya sahabatnya bunda. Jangan bilang apa bang? Abang mau nyoba nawari ke temen kantornya sahabat bunda. Boleh tuh bang, kebetulan juga kan mereka punya putra seusia abang. Kalau mau nawarin kerjasama mungkin. Dia kemarin minta nomer HPnya Fatia. Kali saja sudah hubungin Fatia." Kata Indah yang seketika menghentikan aktivitasnya. Dia mulai berpikir seandainya seluruh teman Qiyya yang satu kantor dengan Arfan memesan pakaian ke butik kan lumayan juga. Tapi lamunannya segera terkoyak saat mendengar teriakan Hafizh.

Kaulah KamukuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang