Lubang Tetangga 🔞

4.6K 227 164

Don't forget to leave a vote and comment if you like this fic!



🌸🌸🌸




Hyunjin sedang mengerjakan tugas sekolahnya sambil memakai masker wajah dari bahan alami, agar wajahnya tidak kusam dan lebih glowing. Sesekali matanya melirik ke luar jendela, seolah memantau seseorang dari kejauhan.

"Bang, katanya om Bangchan besok balik ya?" tanya Yeji, selaku adik kandungnya.

Hyunjin menganggukkan kepalanya, "Iya, kan sebentar lagi istrinya lahiran." cicit Hyunjin pelan, ada setitik kecemburuan di matanya.

"Move on kenapa sih bang. Nyata-nyata anaknya udah empat tambah satu lagi, jadi lima. Dia normal bang."

Hyunjin menghela nafas kasar, "Gak usah ceramahin gue, sana tidur!"

Tak perlu diperintah dua kali, Yeji pun segera keluar dari kamar sang kakak. Ia paham dengan kelainan seksual sang kakak sejak setahun yang lalu dan Bangchan lah penyebab utamanya.

Ting!

Dentingan ponsel mengalihkan perhatian Hyunjin. Ia segera mengambil dan melihat pesan masuk tersebut.

Om Bangchan💚

Om sdh sampai, trims sdh jaga anak-anak...
Maaf kalau mereka nakal
Selamat malam, Hyunjin.

Hyunjin menggigit bibir bawahnya, menahan hawa panas yang mulai menyebar ke seluruh bagian wajahnya.

"Selamat malam, sayang." ujar Hyunjin yang setelah itu menempelkan bibir sexy nya ke layar ponsel nya, mencium tepat di wajah lelaki yang ia jadikan wallpaper itu.





















LUBANG TETANGGA

















"Hyunjin, kamu beneran mau kerja paruh waktu kan?" tanya Jihyo yang sedang sibuk memotong kentang.

Hyunjin berdeham dan mengangguk semangat. Tangannya memindahkan beberapa bola warna lalu sesekali mencolek pipi gembil Nancy, bayi perempuan yang baru saja menginjak sepuluh bulan, anak ke empat dari pasangan Bangchan dan Jihyo.

Ya, Jihyo adalah istri dari Bangchan. Lelaki idaman Hyunjin, lelaki yang membuatnya menjadi penyuka sesama jenis.

"Ya!" seru Hyunjin semangat, "Tapi bukan jadi pengasuh anak-anak ya, tante! Ini murni karena Hyunjin sayang mereka, bukan karena uang!!" -dan bukankah mereka anakku juga? kan terbentuk dari sperma lelakiku!, lanjutnya dalam hati.

Jihyo tertawa kecil, dia bersyukur bisa mengenal Hyunjin, tetangga nya yang manis dan baik. Yang selalu menjaga keempat anaknya selagi ia melakukan tugas rumah dan Hyunjin pun suka mengambil alih tugas rumahnya.

Sebagai bentuk balas budinya, Jihyo berjanji akan mencarikan pekerjaan yang cocok untuk Hyunjin. Sejak ayahnya tiada, Hyunjin menjadi tulang punggung keluarga. Walau dia masih duduk di bangku kelas dua sekolah menengah atas, itu tak menjadi penghalang untuk menghidupi ibu serta adik perempuannya.

"Pulang dan ambil berkas-berkas pentingmu. Mas Chan bilang ada lowongan pekerjaan, kalau gak salah temennya mau bikin perusahaan. Ayo sana!" seru Jihyo sedikit berteriak dari dapur.

Mata Hyunjin membulat tak percaya. Betapa senang nya ia sebentar lagi akan bekerja, dengan sigap ia berdiri. Namun, pandangan matanya kembali turun saat ia merasakan tarikan pada celana yang ia pakai.

ʟᴜʙᴀɴɢ ᴛᴇᴛᴀɴɢɢᴀ • ᴄʜᴀɴᴊɪɴ [√]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang