011

210 52 19
                                              

Taehyung membawa kami ke pojok lorong. Tangannya ia masukkan ke dalam saku celana kainnya yang licin.

"Katakan," titahku tegas.

Dia bersandar pada tembok sambil menatapku. Aku menyilangkan lenganku di depan dada. Bersikap angkuh di depannya.

"Bukankah lebih nyaman berbincang di kafe sembari menikmati secangkir teh kamomil kesukaanmu, J?"

Aku tak menjawabnya. Taehyung suka mengulur waktuku dan aku jengah akan itu.

"Cepat katakan, Kim."

Taehyung terkekeh menyebalkan. Aku menendang tulang keringnya karena sebal.

"Cepatlah!"

"Iya, iya. Galak sekali," gumamnya sehabis kutendang tulang keringnya.

"Jadi, beri aku semua yang kau tahu tentang black cat."

Taehyung diam sejenak. Tatapannya mengawang-awang.

"Dia agen rahasia yang awalnya bekerja untuk Amerika. Lantas ia dibeli oleh Korea Selatan untuk mengabdi selamanya. Dia pembunuh berdarah dingin, J. Dan sekarang tim kita sedang menyelidiki dimana keberadaannya."

Aku menaikkan salah satu alisku. Merasa tertarik dengan si black cat ini.

"Beri aku fotonya."

"Dia punya catatan hitam sebelumnya. Tidak ada satupun informasi yang dapat kita ketahui."

Aku mengerutkan alis penasaran. Dia pasti jenius gila sampai-sampai tak ada barang secuilpun informasi tentangnya.

"Sialan. Kita seperti menghadapi makhluk kasat mata," umpatku di bawah napas.

"Dan aku takut dia sudah mengambil ancang-ancang guna menebas kepala kita, J."

Taehyung memandangku dalam. Aku tahu ada sepercik ketakutan dalam mata setajam elangnya.

Sebodoh apapun pria di hadapanku ini, dia tetap orang pertama yang paling dekat denganku. Kami menghabiskan masa pelatihan dan bekerja bersama. Sudah banyak darah dan air mata yang kami curahkan untuk sampai di titik ini.

Semuanya tak boleh berakhir dengan kepergian. Aku benci perpisahan.

"Kau harus ekstra waspada, Jasmine."

Kalimat dengan nada lirih itu terdengar sendu. Taehyung mengkhawatirkanku melebihi keselamatannya sendiri.

"Tak perlu pedulikan aku, Kim. Aku bisa jaga diri lebih baik darimu."

Taehyung tersenyum tipis. Ia hapal perangai tak suka diperhatikan milikku.

"Kau tahu aku hanya takut kau jatuh lagi, Jasmine. Melihatmu terluka sungguh membuat dadaku sesak."

"Aku sudah tak punya hati untuk segalanya, Tae."[]

Very very long time no see. Masih ada yang menunggu book ini? :"3

ɓɭɑck cɑt. [ ɱiɳ yѳѳɳgi ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang