Chapter 17

27 19 10

Cinta itu indah. Sangat indah.
Begitu pula kejujuran dalam sebuah hubungan.

- Syahid & Dinda -

*****


Dinda sedang menonton tayangan televisi  di ruang tamu sendirian. Karena suaminya sudah berangkat sejak pagi. Sesekali wanita itu melihat jam dinding dan bergerutu kesal.

"Kemana sih kak Adam, jam segini belum datang juga," gerutu Dinda melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.

Tak lama terdengar ketukan pintu, Dinda beranjak pergi membukakan pintu yang ternyata ka Adam.

"Assalamu'aikum," salam Adam.

"Wa'alaikum salam," balas Dinda sambil mencium punggung tangan Adam.

"Lama banget sih kak," ujar Dinda.

Adam terkekeh, "maaf tadi ada kendala sedikit. Ya sudah ayo, langsung cap cus aja."

Dan mereka pergi meninggalkan rumah menuju ke tempat tujuan.
Dalam perjalanan Adam fokus dengan mengendarai mobilnya sedangkan Dinda fokus terhadap ponselnya. Ia membalas pesan-pesan sahabatnya.

"Din, mau beli apaan sih?" tanya Adam.

"Mau beli kado buat teman kak,"jawabnya.

"Din, udah usaha buat anak?" ujar Adam dengan senyuman jailnya.

Dinda beralih menatap Adam,"Ngapain nanya gitu?"kata Dinda.

"Ya kakak kan pengen banget punya keponakan yang menggemaskan. Belum ada hasilnya ya?"

"Kak Adam aku baru beberapa hari menikah sama mas Syahid. Lagi pula bagaimana kehendak Allah yang memberikanku amanah terhadap anak,"

Adam menganggukan kepalanya," kakak doain semoga Allah cepat memberikan kalian keturunan. Aamiin."

"Aamiin."

Tak terasa perjalanan mereka sudah sampai. Saat sudah memakirkan mobil, merekapun turun dan berjalan beriringan memasuki Mall.

Lama mereka mencari-cari kado untuk teman Dinda akhirnya mendapatkannya. Dan Adam mengajak Dinda makan terlebih dahulu sebelum pulang. Saat mereka berada di restoran tak sengaja mereka bertemu dengan Dokter Fazan, dokter yang pada waktu itu meriksa dan merawat Dinda saat sakit tipus. Dan dokter Fazan inipun sepupunya dari sahabat Dinda, Anya.

Akhirnya mereka bertiga makan siang bersama. Setelah itu mengobrol kecil, membahas hal-hal kecil.

Seorang gadis cantik yang berpakaian muslimah bersama temannya, menenteng belanjaan mereka.

Salah satu dari mereka, tak sengaja arah matanya menangkap sosok yang di kenalinya. Sosok itu bersama dua orang pria.

"Bentar," ucap seorang gadis berhijab warna hijau.

Mereka berdua menghentikan langkahnya di depan pintu restoran. Gadis itu menyipitkan pandangannya. Ia ingin menghampiri wanita yang tak lain adalah kakak iparnya tapi karena temannya mendesak mengajaknya pulang, akhirnya ia  dengan tergesa mengambil ponselnya lalu membidik tiga orang tersebut. Dan mengirimnya ke Syahid. Bukan karena Aisyah curiga atau apalah tapi Aisyah melihat salah satu dari cowo itu menatap Dinda dengan pandangan yang berbeda.

"Tuh cowo yang sama bang Adam dan kak Dinda siapa sih? Segala mandang kak Dinda kaya orang suka aja!" Aisyah mendelik kesal.

The Light Of Allah's LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang