1

1.5K 327 191

Hal yang paling tidak gue suka itu meninggalkan sesuatu yang sudah lama ada dalam hidup gue.

Dari hal yang simpel saja, contohnya laptop butut yang sudah enam tahun menemani gue menonton segala macam film dan drama. Hal sekecil itu saja bisa membuat gue sedih, apalagi kalau hal besar.

Ini bukan contoh, tapi memang gue harus meninggalkan rumah karena kuliah gue yang jauh dari rumah. Rasanya tidak rela meninggalkan Jakarta dan harus kuliah di Bandung. Tapi gue sendiri yang daftar, kan resiko harus ditanggung sendiri. Syukur-syukur sudah diterima dan lanjut kuliah.

“ Goodbye my love”

Gue mencium tirai pintu kamar, mencium kaca super besar, mencium ranjang gue, dan hampir saja gue mencium stop kontak—namun tentu saja gue urungkan. Gue belum ketemu cowok ganteng—iya, harus ganteng pokoknya—yang bakal menjadi kepala rumah tangga gue kelak.

“ Ros, buruan packingnya. Kita jam dua siang nanti berangkat loh”

Saudara kembar gue, Jio menyuruh.

Omong-omong, gue dan Jioseva diterima di Universitas yang sama, namun beda jurusan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Omong-omong, gue dan Jioseva diterima di Universitas yang sama, namun beda jurusan.

Gue cuma bisa mengangguk karena lagi ngambek sama dia yang tega jadian dengan mantan gue. Iya, cuma mantan tapi gue garem abis sama Jio.

Baju sudah selesai gue pilah, sekarang waktunya gue membuka laci-laci, kalau-kalau ada benda-benda yang harus dibawa. Gue mengambil beberapa mini figur mickey mouse dan satu set alat lukis. Gue menarik laci paling bawah dan menemukan kaleng berwarna biru bekas kue kering mentega disana, menyendiri. Laci ini jarang gue buka karena memang tidak berguna.

Karena penasaran dan iseng, gue mengambil kaleng tersebut. Astaga, bisa gue duga isinya adalah pulpen-pulpen yang tintanya sudah habis dan kwitansi-kwitansi lama.

Gue membukanya, sesuai dugaan sih isinya, namun tentu saja ada tambahannya. Ada benang dan jarum jahit, juga buku sketchbook tipis nan kecil milik gue waktu SD.

Gue tertawa saat melihat gambaran gue yang amat sangat jelek ini. Namun tertawaan gue terhenti saat melihat suatu halaman dengan gambar seorang anak laki-laki ala kadarnya—yang malah mirip jenglot—dengan hidung sebesar squidward, tak lupa blackhole alias lubang hidung yang siap menyedot gue, serta rambut mencuat seperti bulu babi.

Yang membuat gue tercengang dari gambaran itu adalah caption yang gue tulis diatas tanda tangan.

Dia milikku nanti kalo sudah besar ya Jef

Astaga, memalukkan. Gue mencoba mengingat-ingat siapa Jef ini yang membuat diriku, Roseanne, jatuh cinta semasa SD.

“ Jef? Jefin? Jefon? Jeffar? Jefri? Ah... Jeffrey!”

Gue menjentikkan jari gue saat mengingatnya.

Dulu ada anak paling ganteng di SD bernama Jeffrey. Semua cewek naksir sama dia dan rebutan untuk jadi pacar dia.

He:Art  |  JaehyunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang