22. Berguru

1.4K 129 11

"Van, mandi gih!"

"Tar aja sayang.." ucap Kevan sambil mengancingkan baju seragam Keylo. Keylo hanya bisa mendengus spontan. Kevan memperlakukannya seperti anak kecil! Padahal kan Keylo tidak memintanya.

"Van, gue bisa sendiri.."

"Gue bantuin.."

"Liat jam goblok! Lu udah telat.."

"Biarin aja, gue udah biasa di hukum." Keylo menghembuskan nafasnya kasar. Kevan itu susah sekali di nasehati.

"Kevano Genandra mandi!" Kevan tersenyum seketika, ia menatap wajah Keylo dengan tatapan yang tak bisa di artikan.

"Kenapa lu senyum-senyum?"

"Gue suka saat lu manggil nama lengkap gue."

"Lah?" Kevan menunduk, ia menepuk-nepuk seragam Keylo. "Sip, lu udah rapih."

"Dan lu belum mandi."

Kevan menyengir, ia menggaruk tengkuknya pelan. "Iya iya gue mandi.. lu tunggu ya, gue anterin ke sekolah."

"Ok"

Kevan mulai mengambil handuk yang ia gantungkan di sisi ranjang kosan Keylo. Ia menatap Keylo sekilas dan tersenyum manis. "Gue mandi dulu ya."

"Iya!"

***

"Weh tumben Van, lu mandinya telat." Ucap Bima saat Kevan baru saja keluar dari toilet. Memang toilet di kosan itu di pake bersama makannya gak heran kalo Bima bisa ketemu sama Kevan. Mungkin Bima juga pengen ke toilet?

"Lu mau ke toilet Bim? Gue udah mandinya kok."

"Nggak sih, kebetulan aja pengen buat sarapan ke dapur.. jadi gak sengaja ngelewat."

"Oh iya iya.." ucap Kevan sembari menganggukkan kepalanya. Ia melepaskan handuk yang melingkar di pinggangnya dan mengeringkan rambutnya. Untung saja Kevan memakai kolor, meskipun kolor itu terlihat agak sempit untuknya.

"Badan lu bagus juga Van." Ucap Bima memuji, Kevan hanya tersenyum manis.

"Gue sering olahraga, oh iya gue ke kamar dulu ya.. mau ganti baju.."

"Iya gih.."

Kevan tersenyum sekilas. Ia menepuk pundak Bima dan berjalan kearah kamarnya. Sementara Bima masih terdiam, ia menatap punggung tegap Kevan dari kejauhan.

"Gila, gue kapan punya badan kayak si Kevan.." ucapnya sambil mengerucutkan bibir dan berlalu pergi menuju dapur.

***

"Gila lu Van?!" Ucap Gilang mengangetkan, Kevan spontan terlonjak ia melotot kesal kearah Gilang.

"Lu ngapain nonton gituan?!"

"Lu ngagetin aja anjir!"

Gilang menyengir, ia menatap wajah Kevan serius. "Lu udah ngelakuin anu sama Keylo?"

"Nggak tau.."

"Lah?"

"Gue, gak tau juga Lang.."

Gilang menghembuskan nafas pelan, ia menarik bangku di sampingnya dan duduk di sebelah Kevan. "Nyari referensi ya lur?"

Kevan mengangguk, ia ingin bisa membuat Keylo puas di ranjang! Harus Kevan akui, kesalahannya kemarin memang benar-benar bodoh, Kevan jadi malu setengah mati kalo mengingatnya lagi.. seorang Kevano, tidak lihai memuaskan? Ckck.

"Gue punya saran, kalo lu pengen belajar gituan.. mending lu nanya langsung ke masternya."

"Master?"

MY STUPID ENEMY [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang