"kamu gapapa?"
aku terbangun dan melihat kak jungmo sudah berada di depanku menatap ku khawatir.
"uh gapapa kak..."
aku mencoba bangun dan duduk di kasurku, entah kenapa kepalaku masih pusing, terakhir aku mengingat kalau aku sempet kaget dan jatuh dari dinding gara gara melihat kak jungmo yang datang tiba tiba dan sekarang dia ada dihadapanku.
benar benar gatau malu!!!!
"kamu masih pusing min?"
"e—eh enggak kak, cuma dikit aja"
"kamu ngapain tadi di dinding belakang sekolah?"
kak jungmo beralih duduk disamping kasurku dan menatapku menuntut jawaban. apa yang bakal aku bilang. mengendap ngendap masuk karna telat? akan di apakan aku oleh ketos ini.
"hmm aku—"
"kamu telat ya? terus mau masuk dari belakang?"
SHSGAJKAGSJAKJA kak jungmo stop baca pikiran aku!!! aku menunduk malu bukan hanya malu karna jatuh didepannya tapi malu karna ketahuan.
"siapa yang ngajarin kamu lewat situ min? kakak tau kamu bukan orang yang gitu"
aku mau menangis saat itu juga. kak jungmo masih menatapku menuntut jawaban. apakah sekarang image baikku sudah hilang di depan kak jungmo.
"ga—gak tau kak, aku ga kenal siapa tadi dia tiba tiba narik tanganku buat lewat belakang"
aku menatap kak jungmo ragu tapi dia hanya menghela napas.
"yaudah besok gaboleh gitu lagi ya min"
aku mengangguk dan tersenyum lihat kak jungmo tersenyum dan mengacak rambutku tapi disaat bersamaan aku melihat lelaki yang membantuku untuk masuk sekolah tadi menatapku di jendela uks.
matanya berubah lagi, tapi entah kenapa aku bisa merasakan apa yang ia rasakan dengan hanya melihat matanya.
"kakak ke kelas dulu ya, kamu istirahat aja disini"
bener bener kak jungmo doang yang bisa buat hatiku gini!! saat kak jungmo keluar aku langsung bangun dari tempat tidurku dan mengintip jendela mencari kemana perginya lelaki yang membantuku dan mengintip dari jendela tersebut tapi tidak ada seorang pun disana.
ㅁㅎㅇㅅ
"lu tadi kemana sih min?"
setelah dari uks aku langsung ke kantin dan hanya menaruh tas ku di kelas dan kebetulan bel bunyi makanya aku bersama eunsang dan hyungjun duduk disini.
"telat"
aku menjawab singkat dan masih melanjutkan memakan baksoku, sungguh hari ini aku capek sekali padahal baru jam isitirahat pertama dan sebelumnya pun aku habiskan waktuku di uks.
"terus gimana lu bisa masuk????"
"ada orang yang bantu gue, gak kenal dah siapa"
"serius min lu ga pernah liat orangnya??" tentu saja bukan eunsang namanya kalau gak kepo dan antusias.
"serius!! ada anak baru ga sih akhir akhir ini?"
"gak ada sih..."
dan kita diam sejenak sambil memakan makanan masing masing. sampai akhirnya aku melihat dia lagi, lelaki yang membantuku untuk masuk sekolah tadi, dia sendirian dan tampak keluar kantin dengan membawa botol minum.
"guys guys guys!! itu siapa sih?"
aku sibuk menarik narik baju eunsang dan hyungjun untuk menjawab pertanyaanku tentang laki laki itu.
"ish yang manasih???"
"itu itu yang rambutnya berantakan, pucat, yang bawa botol itu?"
"ooooh hwang yunseong??"
aku langsung menghadap ke arah eunsang yang menjawab santai sambil melanjutkan makan baksonya.
"lah lu gak kenal hwang yunseong min?" sambung hyungjun dengan nada yang seakan akan memojokanku.
"enggak dong??? makanya gue nanya???"
"hwang yunseong, berandalannya sekolah, ngerokok, tawuran, dingin, anak renang, tapi kaya patung, kayanya gue gapernah deh denger dia ngomong sepatah katapun"
aku diam sejenak, berandalan katanya... memang sih first impression aku ke lelaki itu seperti berandalan dan urakan bahkan sok keren...
"kenapa lu nanyain?"
"dia yang nolongin gue masuk sekolah"
"HAH!!!!!!!" teriak eunsang dan hyungjun barengan sampai seisi kantin melihat ke arah mereka.
"kenapasih pake teriak?"
"ya daripada pake sambel"
"eh tapi serius seorang hwang yunseong bantuin lu masuk sekolah?!"
"ya serius, buktinya ini gue udah masuk??"
aku menghela napas panjang, emang gini urusan punya temen otaknya lama mikir kaya eunsang sama hyungjun.
"eh tapi serius dia orangnya kaya gitu yang lu ceritain itu sang?"
"ho oh bener banget gue kenal banget sama dia sampe bosen denger ceritanya?"
"lah lu tau darimana?"
"lah dia kan sepupu junho????????"
ㅁㅎㅇㅅ
"makasih ya..."
tebak aku ada dimana. aku tau ini akan terdengar aneh. tapi sejak lelaki tadi yang kuketahui namanya hwang yunseong dari eunsang keluar dari kantin tersebut aku memperhatikan ia kemana.
dan disinilah aku sekarang. aku gak tau kenapa aku harus seniat ini menyusulnya hanya untuk mengucapkan terimakasih. harusnya aku marah karna imageku di depan kak jungmo sudah hancur gara gara dia.
tidak ada jawaban.
lelaki itu masih duduk bersandar di dinding dan menghirup asap rokoknya sendiri.
aku medekatkan diriku berdiri didepannya. dia menatapku dan ya matanya berubah lagi.
"it's beautiful how it changes"
????????? aku bingung setengah mati, apa maksudnya, bukannya harusnya aku yang berbicara seperti itu.
"maksudnya?"
dia tidak menjawabku lagi dan masih menghirup rokoknya.
tapi malah dia beranjak dari tempat duduknya dan berdiri didepanku dengan jarak yang cukup dekat.
"i want to know how it hurts you"
apasih maksudnya, aku bener bener tidak mengerti apa yang dia katakan, ini orang halu apa lagi high sih...
"maksud—AWWWW!!!!"
sebelum aku melanjutkan kata kataku aku merasakan sakit di tanganku dan itu rasanya seperti terbakar. aku melihat tanganku tapi tidak ada apa apa. ketika aku melihat ke arah lelaki itu aku melihat puntung rokonnya yang masih menyala berada di lengannya dan dia seperti sengaja melakukan itu.
"eh—eh jangan!! lu mau ngapain!!"
aku mengambil puntung rokok tersebut membuangnya dan menginjaknya.
"sakit?"
itu yang pertama kali dia ucapkan saat aku menginjak puntung rokoknya.
"h—hah?"
"tangannya sakit ga?"
aku terbengong. bagaimana dia bisa tau bahwa tanganku sakit. dan bagaimana aku bisa merasakan sakit itu ketika dia yang melukai dirinya sendiri dengan puntung rokok menyala tersebut.
"sorry to hurt you"
HAH..... aku berasa tukang keong dibuatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
i met you when i was 18. / hwangmini
Short Storyin the age 18, you completed me.
