1. Her

3.1K 281 9

Liviana Bronwyn, seorang aktris terkenal di Hollywood dengan pendapatan yang sangat fantastis untuk sekali bermain film. Wanita yang baru menginjak umur 23 tahun dengan wajah khas wanita Inggris dengan rambut blondenya yang indah dan alis tebal yang tertata rapi menaungi sepasang mata biru yang menakjubkan, ia juga memiliki otak cerdas yang mampu membuatnya menjadi idaman semua orang. Hidup mandiri di America tanpa bantuan keluarga yang sudah terkenal di London membuat semua orang tidak mengetahui latar belakangnya, semakin membuat wanita itu benar-benar diberikan anugerah melimpah dari Tuhan.

Setelah menyelesaikan filmnya ia berniat untuk mengambil cuti panjang dan kembali ke London untuk urusan pribadi, tentu saja pihak agensinya memberikan segala fasilitas terbaik untuk sumber mata uang mereka yang semakin menambah kekayaan karena film tersebut menjadi film terlaris selama enam bulan terakhir. Liviana menolak fasilitas istimewa tersebut, ia berharap agar agensi memberinya cuti hingga tiga bulan dan memberinya sebuah privasi dengan keamanan yang ketat agar terhindar dari para paparazi.

"Aku benar-benar akan memenggal kepalamu jika kau mengganggu waktu cutiku," Livi menatap tajam kepada bosnya yang masih terlihat sibuk dengan kontrak iklan yang menunggu untuk disetujuinya.

"Aku janji," ucap bosnya dengan serius. "Ini syuting iklan terakhir sebelum kau benar-benar cuti panjang."

"Satu ini saja," ujar Livi mengambil surat kontrak tersebut dan menandatanganinya. "Kalau sampai aku melihat nomormu di ponselku, aku benar-benar melakukannya, Brian."

Brian, pemilik agensi sekaligus manajer yang turun langsung untuk mengatur Liviana yang sudah bekerja selama delapan tahun atau hampir 13 tahun mengenal Liviana secara detail. "Baiklah, aku menghubungimu jika ada sesuatu yang penting saja."

"Brian!" bentak Liviana, pena yang sedang dia pegang bersiap melayang ke arah Brian.

"Hal pentingkan tidak selamanya tentang pekerjaan, Livi," ujar Brian yang menahan tangan wanita itu. "Bisa saja hal penting ketika aku butuh kamu buat menghangatkan ranjangku."

Bukannya kesal karena Brian menggodanya, Liviana mendekatkan wajahnya dan tersenyum. "Oh kau berani mengajakku keranjangmu? Kau sudah menyiapkan peti mati?"

"Hahaha." Brian tertawa dan melepaskan tangan Livi, lalu mengambil surat kontrak tersebut. "Aku tidak akan keberatan jika kau yang memilihnya, sayang. Kau tahu bukan, selama mengenalmu aku selalu berfantasi denganmu."

"Son of bitch!" Liviana berdiri dan mengambil tasnya, tak lupa ia memakai kacamata hitam yang langsung bertengger dihidung mancungnya. "Kau harus membayarku ketika kau berfantasi menggunakan tubuhku."

Setelah mengucapkan hal tersebut Liviana meninggalkan ruang kerja Brian, beberapa orang terlihat santai ketika melihat bintang hollywood itu keluar masuk dengan mudah ke ruang kerja Brian. Hampir seluruh karyawan agensi tahu bahwa Liviana dan Brian bersahabat.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Liviana's BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang