"Afiffah ... Afiffah Zahra Aliyana ??" panggil seseorang dengan nada seperti sedikit bertanya. Aku menengok ke arah seseorang wanita cantik yang sibuk menata sebuah wedding dress. Aku mendekat ke arahnya, dia menyambutku dengan sebuah senyum singkat tapi memikat.

"Afiffah .., ah nama kalian sama-sama afiffah yh, Aliyani maksudhku sudah memberitahuku jika yang datang mencoba gaun adalah saudara kembarnya. Ini pertama kita bertemu tapi wajahmu sudah sangat familiar bagiku."

Dia berbicara dengan lembut dan dia juga pandai memainkan kata, buktinya dia bisa membuat kata-kata yang indah untuk tidak menyinggung perasaanku. Aku tahu maksudnya wajahku sudah sangat familiar baginya. Siapa yang tidak tahu berita tidak terkonfirmasi mengenai perselingkuhanku dengan Refal yang dengan cepat menyebar ke media, termasuk ke media online. Apalagi orang-orang seperti wanita di depanku ini, dia pasti orang yang mengupdate berita-berita untuk mengetahui perkembangan dunia infotaiment terlebih dia adalah penggarap baju pengantin Kak Afiffah.

"Iya, kami memiliki nama yang sama, kakakku biasanya dipanggila Afiffah tapi aku biasa dipanggil dengan nama belakangku Aliyah." Jawabku membalas ucapanya.

"Em.., begitu. pantas aku sedikit bingung nama kalian sama-sama Afiffah lalu bagiaman cara orang-orang memanggil kalian. apa kalaian akan berbalik secara bersama-sama saat di pangiil dengan sebutan Afiffah. Dia mengatakan bahwa kalian memang memiliki postur tubuh yang sama, dan sepertinya dia benar, hanya struktur wajah kalian yang sedikit berbeda. Mungkin karena dagu 'V'nya dia sedikit Nampak berbeda denganmu."

Aku tidak merespon ucapan wanita tersebut, sudah bukan sesuatu yang luar biasa ketika ada orang yang membahas wajah berbedaku dengan Afiffah. Hanya wanita ini sedikit menambahkan spesifikasi kenapa wajahku bisa terlihat berbeda dengan Kak Afiffah.

"Maaf.., aku lupa menmperkenalkan diriku. aku Lizy,."

"Senang bertemu denganmu." Balasku.

Lizy menuntunku menuju ke sebuah etalase. di sana terdapat tiga wedding dress yang indah, desainya simple tapi terlihat mewah. Tidak memiliki terlalu banyak payet. dua gaun modern sedangkan satu gaun bernuansa modern bercampur tradisional. Hanya dengan melihat gaun-gaun ini aku dapat membayangkan betapa mewah dan meriahnya pernikahan Kak Afiffah. hotel milik keluarga Refal bahkan diliburkan untuk umum selama seminggu untuk di pakai acara pernikahan tersebut dan tempat menginap tamu undangan. Yang aku dengar para tamu dari kalangan pebisnis asing dan yang berada di luar kota akan menginap karena rangkaian acaranya bukan hanya di hotel, keluarga Refal juga akan menggelar garden party.

"gaun diujung sebelah kirimu nanti yang akan dikenakan saat Akad. Aku sengajah membuatnya menutupi dada agar terlihat lebih santun dan mencerminkan keangguna Afiffah. Dan yang di tengah digunakan saat resepsi pertama, keluarga Refal membuat resepsi pertama bernuansa Tradisional dengan adat Jawa yang kental, jadi aku membuat baju yang sesuai dengan temanya. Untuk gaun yang ketiga aku sengajah membuatnya sedikit lebih segar dengan warnah yang cerah, tapi tetap melihatkan kesopanan dan keangguan yang memakinya. Aku menyesuaikan keinginan Nyonya besar Al Hasyim yang membuat acara garden party berkelas jadi bajunya harus segar sesuai dengan temanya."

Aku terdiam, aku ingin benar-benar memaki gaun ini tidak hanya untuk feeting, tapi juga benar-benar memakinya di acara resmi tersebut. Kak Afiffah, lihatlah apa yang mereka berikan padamu di awal kehidupanmu sebagi menantu keluarga besar Al Hasyim. Mereka memanjakanmu dengan kemewahan pesta pernikahan. hal-hal yang sangat aku impikan dalam hidupku.

"cobalah mulai dengan gaun untuk Akad, karena itu gaun yang akan dikenakan terlebih dahulu."

Para pegawai butik membuka etalase gaun tersebut. Aku dibantu 3 orang pegawai memasang wedding dress. Ini terlihat begitu pas di tubuhku. Aku merasa begitu nyaman menggunakan gau ini. Lizy tersenyum begitu tirai dibuka. Aku berjalan ke arahnya.

Rahasia Hati WanitaWhere stories live. Discover now